
Saya pertama kali mengenal storytelling (kisah/cerita) saat membaca postingan Jon Morrow di Problogger.net yang berjudul How to Quit Your Job, Move to Paradise and Get Paid to Change the World pada pertengahan Mei 2011.
Postingan blogger difabel tersebut memberikan pegalaman emosional yang kuat kepada saya. Hati saya bergetar dan darah saya mendidih untuk lebih serius ngeblog.
Sejak itu, saya tertarik belajar storytelling. Namun, ternyata belajar storytelling itu tidak mudah karena saya bukan penulis fiksi dan kiat menulis storytelling yang saya baca membingungkan.
Alhasil, saya membuat postingan storytelling ala kadarnya di blog ini.
Titik balik terjadi saat saya membeli buku Langkah Awal Menjadi Penulis Fiksi karya Gari Rakai Sambu pada 29 Desember 2013. Dari buku tersebut, saya tahu teknik menulis novel yang baik.
Singkat cerita, saya menerapkan teknik menulis yang ada di buku itu saat membuat postingan tamu untuk blog Mas Yodhia Antariksa, StrategiManajement.net.
Postingan yang berjudul Saya Tinggalkan Pekerjaan dengan Gaji 21 Juta/bulan, dan Istri Saya Lalu Menangis Tersedu… ini menjadi viral di Facebook dengan jumlah share di hari pertama mencapai 6 ribu. Sampai postingan ini dipublikasikan, jumlah share mencapai 13.800.
Mengetahui postingan saya menjadi viral, Mas Yodhia menyebutnya fenomenal saat ia berkomentar di Facebook saya. Ia juga menawari saya untuk menjadi blogger tamu kembali.
Hal menarik lain adalah banyak orang yang berkomentar. Beberapa di antaranya menyebut terinspirasi oleh postingan tersebut. Bahkan, ada seorang yang mengaku menangis (mewek).
Bukan hanya itu, beberapa pembaca menjadi pembaca loyal blog saya atau membeli ebook saya. Ada juga yang menghubungi saya untuk bertanya seputar bisnis online.
Tahapan Membuat Storytelling
Tidak semua storytelling menjadi viral di Facebook atau media sosial lain. Meskipun demikian, ada 5 langkah yang dapat Anda lakukan agar peluang viral storytelling yang Anda buat menjadi lebih besar. Berikut penjelasan kelima langkah tersebut.
1. Tentukan pemeran utama
Langkah pertama adalah menentukan pemeran utama. Tidak sulit menentukannya karena pemeran ini dapat Anda sendiri atau orang lain.
Pemeran utama ini harus memiliki latar belakang yang dapat berupa ciri-ciri fisik, jenis kelamin, usia, profesi, dan status pernikahan.
Sebagai contoh, dalam postingan tamu saya di atas, pemeran utamanya adalah saya sendiri. Latar latar belakang ceritanya seputar profesi saya, yaitu Chemist di perusahaan tambang asing, mengelola projek besar, mengahadiri rapat yang membosankan, dan bosan menjadi karyawan.
Latar belakang ini saya informasikan di paragraf-paragraf berikut:
| Saya tidak bohong kepada Anda. Saya mengalami hal yang sama ketika saya menjadi Chemist (laboratory engineer) selama 6,5 tahun di perusahaan multinasional yang bergerak di tambang nikel.
Pergi pagi. Mengerjakan banyak tugas rutin dan projek besar. Menghadiri rapat-rapat yang membosankan. Pulang sore bahkan sering malam. Begitu hari demi hari. Minggu demi minggu. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Seperti robot. Saya bosan menjadi karyawan. Saya sudah tidak memiliki motivasi kerja. Saya sudah low battery. |
2. Ketahui tujuan pemeran utama
Langkah berikutnya adalah mengetahui tujuan si pemeran utama. Tujuan ini merupakan gambaran besar dari storytelling (lazim disebut premis).
Agar menarik, tujuan pemeran utama tidak boleh luas, namun harus spesifik. Jangan khawatir jika Anda tidak tahu perbedaan kedua tujuan tersebut. Tabel di bawah ini dapat membantu Anda memahaminya.
|
Tujuan Luas |
Tujuan Spesifik |
| Mengubah dunia | Mengagalkan konspirasi yang tengah berlangsung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) |
| Menjadi pribadi yang lebih baik |
|
Dalam contoh saya, tujuan saya adalah keluar dari pekerjaan untuk menjadi full time blogger dengan penghasilan yang tidak kalah dari gaji karyawan.
3. Identifikasi risiko
Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi risiko, yaitu keadaan jika si pemeran utama gagal meraih tujuannya. Risiko ini akan membuat pembaca peduli pada si pemeran utama.
Pada kasus saya, risikonya adalah tetap bekerja dan merasa seperti robot. Risiko ini saya tulis seperti ini:
| Seperti yang mungkin Anda duga, saya terpaksa pergi ke kantor. Bekerja lagi. Tetap seperti robot. |
4. Buat rintangan
Setelah membuat risiko, langkah berikutnya adalah membuat rintangan-rintangan yang menghalangi si pemeran utama mencapai tujuannya. Semakin besar tujuan pemeran utama, rintangannya harus semakin besar pula.
Mengapa? Karena tujuan besar yang bertabrakan dengan rintangan besar akan menciptakan konflik yang hebat (tujuan besar + rintangan besar = konflik hebat).
Rintangan ini dapat berasal dari dalam diri si pemeran utama (internal) dan dari luar (eksternal). Sebagai contoh, rintangan-rintangan internal saya adalah:
- Takut tidak dapat menafkahi keluarga
- Ketidakpastian penghasilan bulanan
- Sayang akan gaji besar yang akan ditinggalkan
- Sayang akan fasilitas dari perusahaan (biaya kesehatan dan pendidikan gratis) yang selama ini saya dan keluarga dapatkan
Sementara itu, rintangan eksternalnya adalah:
- Ditentang orang tua, istri, dan mertua
- Punya utang kepada perusahaan saat membangun rumah
- Google AdSense dinonaktifkan
Kedua jenis rintangan ini saya tuliskan dalam beberapa paragraf berikut:
| Namun, saya tidak berdaya. Saya butuh uang untuk menafkahi keluarga. Saya butuh uang untuk membayar utang saya kepada perusahaan saat membuat rumah saya.
…. Istri saya menangis. “Mau makan apa nanti kita,” keluhnya dengan bibir bergetar dan sesenggukan. Dalam duka yang mungkin terasa perih. Sementara itu, orang tua saya mengurut dada. Mertua saya tidak mau berbicara kepada saya. Mungkin beliau kecewa dengan keputusan menantunya. Beliau gamang dengan masa depan anak serta cucunya, jika saya menjadi joblesss. …. Tiga bulan setelah keluar pekerjaan, akun Google AdSense saya dinonaktifkan walaupun saya tidak melakukan kecurangan. Penghasilan bulanan Rp 4 juta dari periklanan milik Google tersebut lenyap. Padahal, uang sebesar itu merupakan penghasilan utama saya sebagai full time blogger. Dunia terasa gelap dan selebar daun kelor. Kepala saya pusing. Pikiran saya linglung. Sesaat kemudian, air mata menetes meskipun saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. |
Tentu saja, si pemeran utama mesti berjuang mengatasi sejumlah rintangan yang dihadapinya. Pada contoh saya, saya menuliskannya seperti ini:
| Namun akhirnya, saya memberanikan diri keluar dari pekerjaan saya untuk beralih menjadi full time blogger pada Oktober 2011.
Saya tinggalkan gaji Rp 21 juta per bulan. Saya tinggalkan biaya kesehatan gratis. Saya tinggalkan biaya pendidikan gratis untuk anak-anak saya. Saya bayar sisa utang saya kepada perusahaan sebesar Rp 98 juta. … Saya lalu cari sumber-sumber uang selain Google AdSense. Saya bangun juga blog-blog baru, terutama dalam bahasa Inggris. Sedikit demi sedikit, saya menghasilkan uang kembali dari blog-blog saya. Lampu mulai menyala. Dunia tidak segelap sebelumnya. |
5. Tulis ending
Langkah terakhir adalah menulis ending, yaitu akhir dari storytelling. Bagian ini menjawab pertanyaan apakah si pemeran utama berhasil meraih tujuannya. Jika berhasil, maka ceritanya berakhir dengan happy ending. Jika gagal, ceritanya berakhir dengan sad ending.
Pada postingan saya, ceritanya berakhir dengan happy ending. Lihat paragraf-paragraf berikut ini:
| Alhamdulilah, selama 5 tahun menjadi full time blogger, saya total mendapatkan hampir Rp 1 miliar. Dan hingga hari ini jumlah tersebut akan terus bertambah karena saya tetap tekun memelihara blog-blog saya.
Saya bahagia karena income saya sebagai full time blogger kini tidak kalah dengan gaji saya yang 21 juta per bulan itu. Namun ada yang mungkin tak kalah penting: saya bisa bekerja dari rumah, kapan saja saya mau. Hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Saya memiliki financial freedom dan time freedom. |
Storytelling dapat memberikan pegalaman emosional yang kuat kepada pembaca. Mereka bisa merasakan hal yang sama, berempati, atau terinspirasi. Bila Anda ingin membuat storytelling yang seperti itu, cobalah kelima langkah yang telah saya paparkan di atas. Selamat mencoba!
Catatan: Postingan tamu saya menjadi lebih dramatis berkat pengeditan yang dilakukan Mas Yodhia Antariksa. Ia pula yang memberi judul sehingga membuat orang menjadi lebih penasaran. Kudos Mas Yodhia!
Saya pernah membaca postingan kang Herman di blog strategi manajemen, emang hasilnya sangat memukau banyak orang, dan yang paling penting berhasil menjadi viral.
Saya sudah total 4 kali mengirim artikel ke Pak Yodhia, hanya dapat diposting di blognya yang lain, itu aja udah syukur.
Mengenai storytelling, saya harus belajar banyak lagi, karena ini smacam menulis novel, memang tidak mudah, tapi rasanya bukan mustahil,
terima kasih atas pencerahan tentang storytellingnya kang
Salam
Sama-sama Mas Daniel. Selamat belajar storytelling.
O iya kang, kalo mau kirim artikel jadi quest blogger bisanya di blog yang mana? saya tertarik juga nih…?
mantap kang herman…salut…semua masalah pasti selalu ada jalan keluar…meskipun saya penggemar novel.,namun belum pernah saya coba menulis dengan metode storytelling…trmks ilmunya kang..
Sama-sama Mas Tohir. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.
cerita yang menarik gan, saya sebelum jadi penulis artikel diblog, saya penulis karya ilmiah dan smpe saat ini membantu teman2 mahasiswa dlam mnyusun skripsi, tesis..
apa storytelling akan lebih menarik jika berakhir dengan kebahagiaan? kemungkinan storytelling yang kita tulis ternyata berakhir dengan kegagalan mungkin kurang menarik
Mungkin ya. Sad ending dapat tambahi dengan menyampaikan pelajaran penting dari kegagalan.
Seperti biasa, postingannya Kang Herman selalu membangkitkan lagi semangat blogging saya, hehe.
thanks ilmunya mas, mas herman.
ceritanya memang epic mas, terutama kutipan ini
“Saya tinggalkan gaji Rp 21 juta per bulan. Saya tinggalkan biaya kesehatan gratis. Saya tinggalkan biaya pendidikan gratis untuk anak-anak saya. Saya bayar sisa utang saya kepada perusahaan sebesar Rp 98 juta.”
pasti sangat sulit untuk mengatasi kondisi ini..
Sangat inspiratif Kang. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa dunia bukan hanya di kantor atau tempat kerja dengan orang lain saja. Sukses buat kita semua Kang…
Terimakasih mas, sangat.. sangat memberikan insfirasi dan motifasi untuk saya . untuk selalu giat menjadi seorang blogger profesional
Tantangan terbesar jadi blogger yah…menulis,dulu aku beranggapan jadi blogger enak, bisa hasillkan income sampai puluhan juta hanya dari laptop dan hanya dari rumah….akhirnya aku putuskan berhenti kerja di bank, kisahnya sedikit mirip dengan postingan artikrl dipunya Mas Herman, hanya gajinya saja yang beda, hehehee..
Sekarang ini blog aku ini sudah berumur 3 bulan, akankah mrnjadi happy ending. Seperti cerita artikel.
Sekali lagi belum tentu. Karna 3 bulan sudah aku tdk punya prnghasilan. Untung istri aku sabar. Tdk suka mengeluh. Menuruti aja kemauan aku.
Tantangannya tadi keluar dari kantor, sangat banyak. Kurang lebih sama dengan tantangan yanh diartikel. Dari ortu. Yang menganggap aku mau kerja apa kalau berhenti ?dari mertua yang hanya tdk bisa berkata apa apa, tapi aku lihat wajahnya yang menyesali tindakanku itu,,
Apa mau dikata, ini bukan lagi cerita novel, yang selalu berakhir indah ketika banyak aral di lewati,,
Ini adalah hidup nyata yang bisa saja gagal tanpa pernah mencapai impian mrnjadi seorang blogger profesional,
Ini bukan storytelling yang selalu berakhir indah….
Entah akan jadi apa nanti blog aku.
Apakah bisa seprrti blog blog lain berpenghasilan atao gimana
Biar Tuhan Yang mrnjawab semuanya. TOH DIA Maha Melihat dan Pemurah….
Aminnnn
Cerita yang diangkat seperti kisah Mas Herman, hampir mirip dengan cerita aku yang resign dari perusahaan perbankan BUMN, cuma gajinya saja yang beda, kalu gaji Mas Herman 2 digit kalau aku di bawah 5 juta,
Bedanya lagi Mas Herman sudah mencapai impiannya, ,,, kalau aku masih dalam proses,,,masih jauh perjuangan,,,,bisa berhasil bisa juga gagal,,,,
aku mulai ngeblog baru 3 bulan, belum punya peghasilan apa-apa….
saat ini aku sudah berkeluarga punya 2 anak dan satu istri,,,hehehe
sekarang aku tidak punya pekejaan besar harapan saya bisa menjadi sukses seperti pemilik blog ini….
pertanyaannya kemudian, apakah bisa ????
Entahlah ini masih prosess,,,,,
tapi sudah 3 bulan aku tidak punya penghasilan….
Cicilan perbulan masih ada,,,,
besar harapan saya bllog ini bisa menjadi tumpuan hidup….apakah bisa ???
Biarlah waktu yang menjawabnya….
semangat mas, smg dimudahkan….
aku juga sedang berusaha keras belajar nulis, bulak-balik baca blogodollar jadi tambah semangat
terimaksih sekali artikelnya bang…!
bukan maksud menggombal tapi saya juga ingin membuat cerita tentang pribadi saya. tapi bingung harus menulisnya gimana… saya akan memulai menulis dengan berpatokan kepada artikel yang ini… mudahan-mudahan saya bisa mengaplikasikannya. dengan tulisan saya sendiri.. hehe makasih
ijin belajar juga bro kayaknya menarik untuk dipelajari
Dapet email notifikasi ttg bab yg kebetulan lg saya pelajari ” Story telling “. penulis yg baik, atau blogger yg pro, itu mampu menggiring emosi pembacanya terhanyut dg tulisannya. saya selalu terinspirasi dg tulisanmu kang. dan salah satu motivasi saya jg knp sampe skr bertahan di bisnis online meski penghasilannya masih terbilang jauh dr para mastah 🙂
mantap ini bisa saya coba – coba bikin. dan yang pasti jika ingin hasilnya greget harus dengan sepenuh hati nulisnya.
metode yang sangat kreatif,..saya pernah baca blog2 orang bule, rata2 tulisan mereka basicnya memang storytelling, entah itu dari pengalaman pribadi atau bersumber dari curhat teman,..
tapi masalahnya, apakah metode ini bisa diterapkan untuk semua jenis topik artikel? contohnya seperti tutorial atau review produk- yg tentunya butuh penjelasan lebih mendetail…andaikan bisa, boleh dong mas, bagi tipsnya…
komentar saya untuk artikel ini — “kompor gas Mas (kata Om Indro),..”
salam dolar
Mas teguh, untuk postingan review, rada sulit membuat storytelling karena banyak produk yang tidak kita pakai namun kita review.
Namun, untuk tutorial, bisa.
Postingan ini jenisnya tutorial. Pendahuluannya saya tulis dengan memasukkan 5 elemen cerita yang saya bahas pada tahapan di atas.
Jika Anda perhatikan dengan saksama, Anda dapat menemukan pemeran utama, tujuan, risiko, rintangan, dan ending.
Thanks kang ane awalnya galau mau kerja atau jadi blogger aja, takut karena ilmunya masih kurang tapi tulisan akang inspiratif pisan bikin saya mikir lagi buat beruasaha belajar, dan belajar lagi tentang dunia blog.
Mantap kang .. bisa saya pelajari nih
Tulisan Jon Morrow di Poblogger itu memang fenomenal……gara2 tulisan itu saya jadi ngefans berat dengan Mas Jon – smartblogger.com. Gaya menulis dia memang penuh passion.
Saya juga demikian Mas Yodhia. Sampai sekarang, Jon Morrow merupakan salah satu mentor virtual saya dalam hal Copywriting.
Pembahasan Storytelling sangat memotivasi saya mas Herman. Begitu juga Artikel sebelumnya yang menjadi pokok dari pembahasan artikel ini yang berjudul: Saya Tinggalkan Pekerjaan dengan Gaji 21 Juta/bulan… dst. Saya sbg blogger pemula yang Baru saja akan memulai memasang Adsense yang langsung kena banned akibat Aktivitas tidak valid yang saya tidak ketahui bagaimana caranya bisa terjadi, menjadi lebih terinspirasi untuk lebih giat lagi mencari ilmu untuk mendapatkan penghasilan dgn cara yang lain selain lewat Adsense. Mohon bimbingannya selalu ya mas Herman… Terimakasih.
Kudos mas! Saya pas udah baca juga yang punya jon morrow itu, mengharukan ya… bagaimana ia berjuang sampe sukses sama blognya.
Saya mau buat kek gitu, eh ntar malah dibilang curcol pulakk… pun pundi-pundinya masih blom pantas dibilang sukses.
Klo Jon Morrow kan udah kemana-mana.. 😀
Mantap mas…
Berarti memang untuk mendapatkan traffic tidak semata-mata karena sengaja di-seo-kan… tetapi membuat sebuah tulisan yang bermanfaat dan menyentuh banyak orang…
Bukankan begutu mas?
Oh iya, katanya dulu mau mengeluarkan ebook lagi…
Kapan mas hehehe
Lagi nunggu neh..
Iya, ebook ketiga saya tentang SEO. Baru kemarin saya mulai menulisnya. Tadi baru selesai menulis Pendahuluan. Hari Senin lanjut menulis Bab 1.
Masih panjang perjalanan…ha ha ha
kok jadi merinding gini saya bacanya yakkk,, hihi… joss om tutorialnya, akan saya praktekkan
G.a di nonaktifkan itu… benar” terasa ke batin :(… apalagi gara” dituduh klik tak valid atau semacamnya.
Sy juga pernah mengalaminya.
Dan skrg lagi mencoba bangkit, cari info sana sini ttp di dunia blogging, dan mencoba ke ranah freelance penulis.
Terima kasih artikelnya, saya telen sebagi doping menulis dan blogging. 🙂
Terima kasih atas pencerahan kang herman.
Mudah-mudaha saya bisa berhasil mengaplikasikannya.
Waaah… baca panduan “cara membuat storytelling” nya aja saya udah tergugah mas. Apalagi baca artikel storytelling yang aslinya. Benar-benar greget deh blogodolar…
Tapi sayang… G pernah balas email saya. Hehehe.
Kalo ada waktu mhon di rplay y mas. Thank you
Salam 😀
Bro Randa,
Thanks. Saya barusan jawab email Anda. Maaf, pada akhir April 2016 saya sibuk menulis ebook kedua saya sehingga banyak email yang hanya saya baca, namun tidak saya balas.
Seorang teman memberitahu bahwa nama saya disebut di artikel ini. Saya jadi penasaran, dan baca artikel ini.
Alhamdulillah, saya senang kalau buku sederhana saya bisa menginspirasi teman-teman internet marketing.
Salam kenal ya 🙂
Mas Gari,
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar di sini. Salam kenal juga dari saya.
Btw, buku Anda memberikan wawasan yang hebat bagi saya dalam teknik menulis cerita yang menarik.
Hampir semua isi dari blog sy ditulis dengan gaya cerita, memang tidak smanis dan senikmat tulisan kang herman, makanya saya selalu belajar seperti kang herman.
Dulu saat sya di pecat jadi manajer, saya juga mau resign namun mikirin istri dan anak, mau makan apa?
cerita ini perlu ditulis dengan serius, bisa saja hanya berakhir sebagai cerita dan tidak dibaca orang, atau bahkan banyak yang komen…
makasih atas pelajaran berarti dari kang herman
Benar-benar orang yang sangat exciting kang Herman yang satu ini
mantap story tellingnya, ni saya mulai bangun blog mengikuti jejak yas yudiono
Sangat memotivasi saya dalam melanjutkan ngeblog yang mulai kendor kang.. selama ini saya menulis dengan bahasa yang tidak baku.. saya tidak tau itu bagus apa tidak tapi saya nyaman karena itu merupakan gaya saya.. pernah mencoba membuat tulisan yang baku malah rasanya gak sreg di hati..
btw tulisan kang herman mirip banget ama kisah novel, ada sedihnya dan berakhir bahagia..
Storyteling ya .. Belum paham betul tentang copywriting sekarang nambah ilmu lagi tentang ini. Jadi bingung sendiri, tapi terimakasih atas pencerahannya next setelah copywriting saya mau belajar ilmu storytelling. ijin bookmark dulu mas Herman
wah, belum sampe kesana saya ilmunya mas, ini baru belajar dari blog ini, mudah2an bisa meniru suksenya…
Menurut saya yang paling berat dalam storytelling adalah pemilihan alur. Menurut saya alur sulit sekali untuk ditentukan dalam jalanan cerita yang akan di buat.
Keren mas,
Saya terus berfikir mengaplikasikan jenis penulisan ini pada blog saya.
Salam kenal,
Agung
ijin bookmark kang yudiono, benar benar menginspirasi saya
Mantap kang
Walau artikel ini yang dibahas adalah tulisan kang Yudiono sendiri yang udah lama ditulisnya , namun analisis yang dilakukan sangat pas dan spesifik.
Mungkin memang mantan Laborat ya jadinya analisisnya mantep banget.
Kira_kira butuh waktu berapa lama ya untuk kami-kami yang pemula ini untuk bisa jadi seperti kang Yudiono ini.
Semangat ….
buat storytelling tentang kesuksesan memang menjadi rujukan banyak orang untuk dibaca, soalnya pembaca selain mendapatkan pengalaman dari kisah yang dibaca, pembaca juga mendapat inspirasi juga motivasi untuk tetap semangat dan fokus hingga sukses! saya pribadi juga paling suka baca-baca kisah sukses, terutama para blogger senior yang banyak mengispirasi saya. termasuk blogodolar ini! 🙂
Mas seandainya boleh tahu, font (dalam konten) yang digunakan Blogodolar, TPD, sama TMB itu apa ya? Jujur saya terobsesi dengan ketiga jenis font tersebit.
Terima kasih sebelumnya.
Saya menggunakan jenis huruf Open Sans di ketiga blog tersebut. Blogodolar dan TMB sama tampilannya, namun TPD beda. Saya tidak ngerti kenapa beda padahal settingannya sama dan child theme Genesisnya juga sama (Focus Pro).
Btw, Open Sans merupakan Google Fonts. Anda bisa mengintegrasikannya ke theme blog Anda tanpa coding dengan menggunakan plugin WP Google Fonts (https://wordpress.org/plugins/wp-google-fonts/) atau Easy Google Fonts (https://wordpress.org/plugins/easy-google-fonts/). Silakan dicoba Mas Ihsan.
Yang di TPD saya cek lewat source code, font-nya Arial. BTW terima kasih ya, font-nya sudah saya implementasikan ke dalam blog saya bahasteknologi.com.
keren banget.. suatu saat pasti saya bisa seperti kang herman.. sangat mengispirasi..
Saya sudah membaca dan mencoba memberitahu ke teman-teman. Hasilnya, mendapat respon dan antusiasme yang tinggi, banyak yang bookmark.
Salut
Kang,,, ini betul behtul menginsipirasi. Bahkan saya membaca tautan artikel yang menginsiprasi kang herman betul -betul menggertarkan hati. saya jadi sangat tertarik dengan penulisan storytelling.
Terima kasih untuk berbagi.
Sama-sama…
saya adalah salah satu orang yang terinspirasi dengan kisah kang yudiono.
sebuah keputusan yang berani!!!
Bagaimana membuat halaman tunggal seperti ini https://www.blogodolar.com/ebook-cara-menulis-postingan-berkualitas/ menggunakan plugin apa
Tidak pakai plugin. Namun itu landing page yang ada di theme Genesis yang saya gunakan (satu kolom).
dulu saya pernah share berita viral dengan gambar yang menantang dan dapat komen ratusan dan share ratusan. namun make fb ads gan
Pengalaman yang anda bagikan sangat menginspirasi saya dalam perjuangan saya di dunia usaha, semoga saya bs segera menyusul kesuksesan anda
Terima kasih banyak mas artikelnya sangat bermanfaat,dibahas sangat lengkap gk setengah-setengah 🙂
Salam kenal kang dari junior di IPB.
walau saya bukan blogger,tapi cerita kang Herman sangat menginspirasi. saluut
Salam kenal juga Handy. IPB angkatan berapa?
Maaf kang mau tanya.
Berapa jumlah blog yang di kelola ? Apakah dengan mengelola 1 blog saja bisa gajian tiap bulan.
Bahasa Indonesia punya 5. Bahasa Inggris lebih dari 10.
Ternyata artikel story telling bisa berpotensi viral di sosial media hmmm… Insyallah saya akan mencoba mempratekkan tutorial yang mas herman ajarkan melalui artikel luar biasa ini..