Catatan Seorang Full Time Blogger #2: Persiapan dan Alokasi Finansial

Tujuh bulan lalu saya menulis 3 tonggak penting sebelum menjadi full time blogger. Ketiga tonggak itu menitikberatkan kepada persiapan finansial. Dari ketiga tonggak itu, hanya satu yang tidak saya penuhi.

Berikut adalah penjelasannya.

1. Biaya hidup 2 tahun

Saat menjadi karyawan, sedikit demi sedikit saya menabung untuk bekal di masa mendatang. Alhamdulilah, tabungan itu sudah cukup untuk biaya hidup dua tahun ke depan (setiap bulannya saya anggarkan Rp 5 juta). Dengan kata lain, saya dan keluarga masih bisa makan dalam dua tahun ke depan seandainya ada kejadian paling buruk menimpa projek online saya.

Anggaran bulanan tersebut saya samakan dengan anggaran ketika saya menjadi karyawan. Alokasi terbesar anggaran tersebut adalah untuk keperluan dua anak saya yang masih berusia di bawah lima tahun. Walaupun demikian, saya meminta istri untuk menghemat anggaran bulanan tersebut (misalnya hemat 25%).

2. Bebas utang

Rumah yang saya tempati sekarang dibangun dari uang yang saya pinjam dari perusahaan. Awalnya saya meminjam Rp 170 juta, namun karena tidak cukup saya meminjam lagi sebesar Rp 50 juta. Total pinjaman saya adalah Rp 220 juta.

Setiap bulan saya mencicilnya sebesar Rp 1,5 juta. Saat saya mengundurkan diri, utang saya sebesar Rp 98 juta. Saya merogoh kocek untuk membayar utang tersebut pada pertengahan Oktober 2011. Akhirnya, saya bisa bebas utang sekarang!

3. Penghasilan blog mencapai 50% dari gaji bulanan

Seperti yang saya informasikan sebelumnya, gaji saya sebagai karyawan adalah $2,000 per bulannya. Saya mematok standar bahwa saya akan menjadi full time blogger jika penghasilan saya mencapai 50% dari gaji bulanan tersebut secara konsisten selama 6 bulan. Ternyata, standar ini tidak saya penuhi.

Saya memutuskan menjadi full time blogger saat penghasilan online saya rata-rata $500 tiap bulannya. Dengan kata lain, penghasilan itu baru mencapai 25% dari gaji bulanan saya. Walaupun demikian, saya optimistis bisa meningkatkan penghasilan online sampai sama dengan gaji bulanan saya dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Alokasi Finansial

Saat ini saya mempunyai tabungan sebesar Rp 310 juta. Alokasi tabungan ini sebagai berikut:

a. Tabungan pendidikan Anak (Rp 100 juta)

alokasi uangPendidikan sangat penting untuk kedua anak saya. Mereka harus sekolah setinggi-tingginya. Oleh karena itu, saya alokasikan Rp 100 juta untuk biaya pendidikan mereka. Uang ini akan saya depositokan selama 10 tahun. Bunga deposito itu tidak akan saya ambil sehingga dalam 10 tahun ke depan jumlah uangnya bertambah.

b. Biaya hidup dua tahun (Rp 120 juta)

Seperti saya informasikan di poin 1, saya anggarkan Rp 5 juta setiap bulannya selama dua tahun ke depan.

c. Proyek 100 niche blog (Rp 25 juta)

Rancangan biaya proyek 100 niche blog saya adalah sebesar $7,000 (sekitar Rp 63 juta). Ini meliputi biaya domain, konten, hosting, dan backlink. Saya alokasi Rp 25 juta dari tabungan saya untuk proyek ini. Kekurangan anggaran saya ambil dari kartu kredit dan penghasilan online bulanan.

d. Bisnis kafe (Rp 30 juta)

Saya berencana tinggal di Bandung atau Bogor. Namun, mertua menawari saya sebuah ruko di Makassar. Oleh karena itu, saya akan tinggal di Makassar sehingga tidak lagi menjadi blogger ndeso.

Ruko ini sedang dalam tahap pembangunan dan diperkirakan akan rampung Maret 2012. Rencananya ruko ini akan saya buat sebagai kafe dengan fasilitas free hotspot. Untuk bisnis kafe ini saya alokasikan Rp 30 juta untuk biaya pembelian furnitur, pemasangan hotspot, dan sebagainya.

e. Bisnis jual beli padi (Rp 25 juta)

Pada saat panen raya nanti (bulan April-Juni 2012), saya akan mencoba bisnis kecil-kecilan yaitu jual beli padi di Sumedang. Saya alokasikan Rp 25 juta untuk membeli sekitar 7 ton padi (asumsi Rp 350 ribu per kwintal padi). Padi ini akan saya simpan dan dijual pada masa paceklik (November-Desember 2012). Pada masa paceklik, harga padi bisa mencapai Rp 450 ribu per kwintalnya. Dari selisih harga jual dan beli ini saya bisa mendapat keuntungan.

f. Biaya tak terduga (Rp 10 juta)

Biasanya ada biaya tak terduga dari apa yang sudah direncanakan. Oleh karena itu, saya alokasikan Rp 10 juta.

Itulah persiapan dan alokasi finansial saya. Seperti biasa, kritik dan saran Anda sangat saya hargai.

Disclaimer: Angka-angka di atas bukan untuk menyombongkan diri, namun itu adalah fakta nyata persiapan dan alokasi finansial saya saat memutuskan jadi seorang full time blogger.

Gambar dari Netfalls.

Comments

  1. habibi says

    Rencana bisnisnya tambah meningkat saja kang, tapi jika sudah berbisnis offline itu artinya belum jadi fulltime blogger ya kan kang..hehe
    semoga tambah lancar kang dan didukung terus oleh keluarganya..amin..:)

    • says

      Saya tidak terjun langsung ke bisnis offline tersebut.
      Ada orang yang saya tunjuk untuk mengelolanya.
      Dalam 2 tahun ke depan, saya tetap fokus ke proyek 100 niche blog.
      So, tetap full time blogger Mas ;)

      • habibi says

        saya jadi bnyak belajar dari kang yudiono, tapi sekali kali diulas lebih rinci kang gimana cara kang yudiono mengelola semua itu? tentunya pasti sangat sibuk..hehehe

  2. Proyek Nulis Buku Bareng says

    wah ikut senang melihat rencana bisnis kang yudo,
    saya ikut mendoakan agar dimudahkan ALLH SWT dan diberkahi…usahanya

  3. says

    Kang..
    angkanya masih bisa diotak-atik tuh, terutama yang bagian jual beli padi. CMIIW, tapi kayaknya nggak pas tuh harga padi 35ribu/45ribu per kilogram. Lha beras saja per-kg 8ribu-15ribu saja kok. Mungkin per-10kg kali kang? Jadi siap-sipa gudang untuk 70 ton kalo gitu..hehe. Salut kang dengan rencana-rencananya, moga bisa nyusul meski dlam skala yang lebih mini :)

    • Kang Yudiono says

      Benar, ada kekeliruan dalam harga padi. Saya sudah memperbaikinya jadi harga per kwintal.
      Thanks koreknsinya Mas Rohman.
      Semoga lekas menyusul agar kita bikin projek online bareng neh ;)

  4. IkazNarsis says

    mantep ni di bikin data perencanaan dan persiapan yang detail, selain sebagai pengingat juga bisa di jadikan pelajaran bagi teman-teman lainnya, dan nantinya jika sudah sukses, postingan seperti ini pasti menjadi kenangan yang indah..

    salut mas, lanjut terus, sungguh menginspirasi saya..

  5. Agus Roma says

    Wah senangnya saya membaca postingan ini terutama rencana Kang Yudiono tinggal di Makassar. Semoga nanti bisa lebih banyak belajar saat Kang Yudiono ada di Makassar. Oh iya via email aja Kang alamat Ruko yang ada di Makassar. Sukses selalu.

    • Kang Yudiono says

      Siap Mas Agus. Saya juga berencana gabung dengan komunitas blogger Makassar.
      Kalau memungkinkan, kafe saya nantiny jadi tempat nongkrongnya para blogger Makassar :D

  6. Gus Adit says

    Persiapan Kang Yudiono benar2 matang. Semoga makin lancar bisnisnya dan sukses selalu!

    Saya sebenarnya sudah mulai membuat beberapa niche blog. Memang anggaran untuk itu saya rasa cukup besar, terutama biaya hosting dan domain. Jadi memang harus siap dari segi finansial. Untungnya saya punya sedikit tabungan.

    Namun, konsentrasi saya masih terpecah. Sebab saya menggeluti 3 pekerjaan sekaligus, yaitu sebagai pengajar, blogger dan wirausahawan. Jika penghasilan online saya sudah diatas $500 perbulannya, saya akan lebih fokus menjadi full time blogger dan mungkin akan meninggalkan pekerjaan saya yang lain.

    • Kang Yudiono says

      Semoga penghasilan onlinenya cepat tercapai Gus sehingga lekas menjadi full time blogger.

    • Kang Yudiono says

      Siap Mas Ansar. Nanti saya infokan juga di sini.
      Nanti kita ngopi bareng-bareng sambil ngeblog :D

  7. Kevin says

    wah gak jadi pindah ke bandung mas? :D
    oke deh, semoga sukses dengan rencananya.

    #kapan ya bisa jadi fulltime blogger kayak kang Yudiono ?

  8. Kang Yudiono says

    Ini bukan patokan finansial bagi semua, namun hanya berupa kondisi finansial saya saat memutuskan jadi full time blogger.
    Dengan kata lain, kondisi finansial seseorang yang ingin jadi full time blogger akan berbeda-beda Mas.

  9. Kang Yudiono says

    Benar Mas Wawan, saya masih menggunakan otak kiri saat memutuskan jadi full time blogger.
    Mungkin saja ada kawan lain yang menggunakan otak kanan.

  10. Kang Yudiono says

    Ben, sebenarnya biaya tersebut bisa ditekan kalau saya menulis semua konten.
    Thans ya.

  11. Sriyono Semarang says

    klo kita modal nekatz, soalnya tingkat keberuntungan di dunia online lebih bagus dari dunia offline, klo nunggu persiapan seperti kang yudi, sepertinya nggak akan sampe deh kita kita…
    Salam Sukses…

  12. says

    Waduh saya bingung mau komentar bagaimana. Kang Yudiono keluar dari zona nyaman dengan gaji besar sebagai seorang karyawan, dan memutuskan menjadi full time blogger dengan penghasilan online yang jauh lebih kecil, plus merencanakan usaha offline. Sedikit orang yang berani mengambil keputusan seperti itu.

    Saya hormat dengan keputusan dan cita-cita Kang Yudiono. Saya hanya bisa berdo’a semoga nantinya Kang Yudiono sukses menjadi pengusaha online dan pengusaha offline.

  13. BelajaRr Sendiri says

    Waduh, gak nyangka saja saya sampai seperti itu … KAlau blog ini bagaimana ? Thanks aja.

  14. aquidea says

    Wuih detil sekali penjelasannya :D… sekarang lebih banyak waktu dan memang benar Mas, dengan banyaknya waktu yang ada bisa mengelola usaha yang lain…

  15. syuhada says

    Maaf kang, tapi untuk poin yang E yaitu bisnis jual beli padi. Kayaknya bisnis yang kang yudi rencanakan ini tidak boleh dilakukan. Karena saya pernah mendengar ceramah bisnis ini seperti menimbun, dan menimbun itu dilarang.
    Maaf kang yudi, sekedar info saja.

    • says

      Sepanjang menimbun itu tidak merugikan orang lain, saya pikir tidak masalah. Saya hanya menyimpan 7 ton, semntara sekali panen raya bisa ratusan ton padi.
      Selain itu, waktu simpan saya adalah 6 bulanan. Nah, dalam kurun waktu tersebut terjadi lagi 2x panen raya.

      So, tidak ada yang dirugikan, toh?

  16. says

    Rencana nya sangat terperinci…
    Bahagianya punya banyak modal.. :D

    Saya juga mau berwirausaha seperti anda, tapi modal yang kurang menghentikan langkhku… :(

  17. download software says

    wah, semoga tambah mantap jaya mas..
    klo aku sekarang masih kuliah, so mikir supaya bisa biayain kuliah !!!
    smoga harapan kita semua dapat tercapai kang !
    Amiiiin

  18. Yayan says

    Planing untuk menjadi seorang fulltime blogger dengan keadaan finansial seperti kang Yudiono terbilang sangat sempurna. Walaupun untuk menjadi seorang fulltime blogger harus dipersiapkan dengan matang dan sempurna, awalnya saya sangat minder jika membaca angka sebesar itu untuk menjadi fulltime, dengan suport dari dalam hati saya yakin tidak perlu menunggu keadaan sempurna untuk menjadi fulltime blogger…. Apa mungkin saya belum kepikiran resiko dapur kali ya? Sampai ikut nambah komentar… Sukses buat Akang… :)