• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Blogodolar

  • Home
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Ebook Premium

Cara Menulis Tanpa Mengedit

oleh Herman Yudiono

Suatu waktu, Anda menyempatkan diri menulis postingan untuk blog Anda. Agar tulisan Anda sempurna, Anda memperbaiki setiap kata dan kalimat yang baru Anda tulis. Hasilnya? Dalam satu jam, Anda mungkin mampu menulis dua paragraf saja atau sekitar seratus kata. Padahal, semua materi dan referensi tulisan Anda sudah tersedia.

Penyebab Anda hanya bisa menulis seratus kata dalam satu jam itu adalah Anda menulis sambil mengedit. Untuk mengatasinya, yang Anda perlu lakukan adalah menulis tanpa mengedit. Caranya sebagai berikut:

1. Jangan menekan tombol backspace

Saat menulis, berkomitmenlah untuk tidak menekan atau menggunakan tombol backspace pada keyboard komputer atau laptop Anda. Jangan perbaiki kata yang salah ketik. Jangan perbaiki kata yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD). Teruslah menulis tanpa sekalipun menggunakan tombol backspace.

2. Tulislah semua ide yang muncul di kepala Anda

Tulislah ide apa pun yang muncul di kepala Anda terkait dengan topik yang sedang ditulis. Jangan pedulikan yang Anda tulis itu benar atau tidak. Jangan pikirkan pendahuluan yang Anda buat sudah menarik atau belum. Jangan hiraukan koherensi tiap paragraf yang Anda buat. Pokoknya, teruslah menulis semua ide yang muncul di kepala Anda sampai habis atau jumlah kata yang diinginkan terpenuhi (misalnya 400 kata).

Mengapa?

Karena menulis adalah kegiatan otak kanan yang erat kaitannya dengan kreativitas atau tanpa logika. Dengan kata lain, biarkan diri Anda menulis sebebas dan sebanyak mungkin tanpa terbelenggu aturan EYD dan sejenisnya. Setelah menulis, barulah edit tulisan Anda (tahap ini Anda menggunakan otak kiri).

Dengan menerapkan cara menulis tanpa mengedit tersebut, Anda akan nyaman menulis dan lebih produktif dibanding sebelumnya. Memang butuh kedisiplinan melakukannya, namun itu akan membuat Anda menulis secepat dan sebanyak mungkin. Cobalah!

Apakah Anda pernah melakukan cara ini sebelumnya?

Tambahan: Draft pertama postingan ini saya buat dengan cara menulis tanpa mengedit. Anda bisa mengunduhnya di sini, lalu lihat perbedaannya dari postingan ini.

Kategori: Tips Menulis

Reader Interactions

Comments

  1. Rohadi says

    Oktober 14, 2014 at 7:06 am

    Mantapp…baru kepikiran cara seperti ini. segera dipraktekkan 🙂 Sebelumnya saya memang sering banget bolak balik kalo nulis, udah dapat satu paragfraf dibaca dulu apakah udah bagus atau belum. Dapat dua paragraf dibaca lagi dan diteliti apakah kosakatanya udah sesuai atau tidak. Jadi nulisnya bisa sampai berjam-jam baru selesai

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:38 pm

      Thanks sharingnya Mas Rohadi. Selain bermanfaat untuk menulis postingan, teknik ini juga bermanfaat sekali dalam menulis buku.

  2. Redy says

    Oktober 14, 2014 at 7:44 am

    Keren. Aku pernah juga mencoba menulis seperti itu tapi seperti point 2 terkendala dengan pendahuluan. Thanks atas sharingnya, sekarang mau coba anti tombol [Backspace]

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:37 pm

      Yup, awalnya akan kaku, namun bila terus dilakukan berulang-ulang Anda akan terbiasa menjadi anti tombol backspace dalam menulis.

  3. Rosdiana Soraya says

    Oktober 14, 2014 at 8:26 am

    Benar juga mas, selama ini jika saya menulis langsung juga saya edit. tipsnya sangat rasional

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:36 pm

      Selamat mencoba Mbak.

  4. Basri Abdullah says

    Oktober 14, 2014 at 8:30 am

    Coba latihan dulu kang, semoga cepat terbiasa dengan cara seperti ini, dan tentunya hasil tulisannya akan lebih baik dari sebelumnya

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:36 pm

      Semoga…

  5. Ranap Sianturi says

    Oktober 14, 2014 at 9:02 am

    Benar juga yah,

    Sudah berkali – kali saya mencoba melakukan ini, dan ternyata berhasil, saya biasanya menulis Memo, Nota Intern atau surat apapun yang penting untuk dilakukan dalam komunikasi antar divisi di kantor saya bekerja sekarang.

    Saya menyukai teknik Otak kanan ini, sangat menyenangkan dan sangat memudahkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan surat – menyurat.

    Namun dalam penerapan di dunia blogging, teknik ini juga sangat bermanfaat sekali dalam menghasilkan artikel – artikel yang berkualitas, dan artikel – artikel yang imajinatif dan menarik.

    Ulasan kang Herman di atas ini membuat saya semakin terinpirasi lagi untuk menggunakan teknik otak kanan yang tidak dipengaruhi oleh ketentuan – ketentuan penulisan, dan after all menggunakan otak kiri untuk merapikan dan menampilkannya menjadi tulisan yang elegan.

    Thanks mas Herma Sudah Berbagi!

    Salam, Sukses adalah Perjalanan!

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:35 pm

      Benar sekali Ranap. Otak kiri hanya untuk merapikan tulisan alias mengedit.

  6. Bowo says

    Oktober 14, 2014 at 10:26 am

    Bisa di kasih alasannya, kenapa tidak boleh menekan tombol backspace?

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:34 pm

      Supaya Anda terus menulis. Menekan tombol backspace merupakan salah satu aktivitas mengedit.

  7. Bungdidont says

    Oktober 14, 2014 at 11:09 am

    bener juga ya kang, emang bedanya kalo banyak edit ide jadi mentok gak berkembang 1 jam artikel gak kelar-kelar. pengalaman saya kalo dikejar deadline ngetik cepet, gak peduli salah atau tidak kaidah EYD. dalam 30 menit artikel sudah publish. Cuman gak ngeh aja penyebabnya, akang sudah memberi pencerahan nih buat saya makasih

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:34 pm

      Begitu memang. Makanya, kita harus memisahkan kegiatan menulis dari mengedit. Ibaratnya, jadi dulu tulisannya (saya menyebutnya draft 1), lalu edit. Biasanya, waktu mengedit sedikit lebih lama daripada menulis.

  8. Yanuar says

    Oktober 14, 2014 at 2:11 pm

    Manteb nih kayanya. Ga pernah kepikiran untuk nulis seperti itu. Nanti tak coba tips nya mas.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:32 pm

      Selamat mencoba Mas Bro!

  9. Iyan Riana says

    Oktober 14, 2014 at 3:08 pm

    Belum pernah terpikirikan sebelumnya. Berdasarkan logika sih kelihatan mudah, namun setelah saya aplikasikan contohnya saat menulis komentar ini (beberapa kali gak sengaja pencet backspace), perlu kebiasaan dan penyesuaian terlebih dahulu. Hatur nuhun kang ilmunya.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:31 pm

      Benar Iyan. Trik ini perlu penyesesuaian. Kalau sudah biasa, Anda akan mudah menulis.

  10. sudarman says

    Oktober 14, 2014 at 4:26 pm

    saya akan menerapkannya kang meskipun ide saya masih ke potong potong karena kebanyakan pikaran

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:30 pm

      Hmmm… Saat menulis, fokus saja ke menulis, jangan pikirkan yang lain.

  11. abdul says

    Oktober 14, 2014 at 5:50 pm

    Sempat terkecoh dengan judulnya diatas, jujur saja saya masih kesulitan menulis dengan benar. Coba praktekin deh tips kang yudiono..trims kang…

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:30 pm

      Kesulitan apa yang Anda hadapi saat menulis?

  12. Galuh Candra Kirana says

    Oktober 14, 2014 at 7:36 pm

    Saya sangat setuju dengan saran anda mas, menulis memang menggunakan fungsi otak sedangkan otak kanan itu lebih condong ke kreativitas dan imajinasi oleh sebab itu pasti akan bertolak belakang dengan logika. kalau sedang menulis terus aja tabrak sampe ide ide itu habis, kalau memang sudah habis maka barulah disusun ulang dengan menggunakan susunan yang baik dan benar biar lebih enak dibaca dan mudah dipahami, karena kemungkinan susunannya ketika murni otak kanan akan sulit dipahami oleh pembaca sedangkan orang yang sedang membaca sesuatu lebih condong menggunakan otak kiri. nahh alhasil kombinasi yang bagus akan muncul kalau kita memadukan antara sifat kreatif otak kanan dan kedisiplinan otak kiri. 😀

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:29 pm

      Benar sekali Galuh. Terima kasih komentarnya ya.

  13. hadi setyo says

    Oktober 14, 2014 at 8:01 pm

    Rasanya saya perlu mencoba dan membiasakan cara yang Kang Herman utarakan, karena saya sebelumnya belum pernah mencoba….

    Terima kasih ilmunya…

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:28 pm

      Silakan dicoba Mas Hadi. Anda akan senyum sendiri kalau berusaha menekan tombol backspace.

  14. Mukhlisin says

    Oktober 14, 2014 at 8:09 pm

    akhirnya saya tau kenapa saya menulis begitu lama. dua tips ini sangat membantu insyaallah ane praktekin sekarang terimakasih

    • Herman Yudiono says

      Oktober 14, 2014 at 10:27 pm

      Semoga dua trik di atas membantu Anda menulis lebih cepat.

  15. Ibrahim Sukman says

    Oktober 14, 2014 at 11:01 pm

    Kebetulan saya terbiasa dengan tips di atas Mas?

    Hanya saja, setelah menulis selesai, saya mendiamkan/membiarkannya satu hingga dua hari. Setelah itu baru diedit.

    Saat ini saya sedang mempraktikan tips menulis ala Brian Clark. Sepertinya, selain bagus untuk menulis cepat, juga bagus untuk mengatasi writer block.

    Terima kasih sudah sharing, Mas Herman?

    Salam…

    • Herman Yudiono says

      Oktober 15, 2014 at 5:13 pm

      Mas Ibrahim,

      Glad to know that you’ve been applying the technique. Unlike you, I usually didn’t look at first draft for a few hours.

      • Ibrahim Sukman says

        Oktober 15, 2014 at 6:34 pm

        You got your own way. But I think, I’ve got to make my mind fresh before edit the article.

        That’s the way I am…

        • Ranap Sianturi says

          Oktober 15, 2014 at 9:49 pm

          Ah yang benerrrr….hehe 🙂

  16. fatah rohmani says

    Oktober 15, 2014 at 10:27 am

    Bisa jadi mengedit sama saja dengan kata “jangan”, “jangan ini”, “jangan itu”, “jangan begini”, “jangan begitu”. Padahal kreativitas harus jalan terus.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 15, 2014 at 5:14 pm

      Benar Mas Fatah.

    • Ranap Sianturi says

      Oktober 15, 2014 at 9:50 pm

      Setuju mas fatah…ayok laksanakan

  17. Learning2live says

    Oktober 15, 2014 at 2:24 pm

    ooo begitu, boleh di coba nanti …. kebetulan lagi build blog bahasa indonesia hehehe

  18. Jaka says

    Oktober 15, 2014 at 4:36 pm

    kalau dipikir, ia juga sih, jangan pernah mengedit lagi karena akan habis banyak waktu. 😀

    • Herman Yudiono says

      Oktober 15, 2014 at 5:15 pm

      Dengan kata lain, pisahkan mengedit dari menulis.

      • Ranap Sianturi says

        Oktober 15, 2014 at 9:51 pm

        @mas Jaka : kalo ane pikir Edit itu perlu supaya kualitas nya meningkat dan layak di publish….

  19. Kang Jum says

    Oktober 15, 2014 at 11:29 pm

    Kalau saya sering begitu sehingga sering salah tulis, gak ada waktu untuk edit editan mas.

  20. ibrahim lubis says

    Oktober 19, 2014 at 12:42 am

    Kalau saya jika ingin menulis, maka saya terlebih dahulu menentukan temanya mas, dan setelah itu barulah saya biarkan otak saya yang bekerja otomatis sehingga jari-jari saya ini hanya mengikuti otak itu 😀

  21. herry says

    Oktober 19, 2014 at 12:44 pm

    Akhirnya saudara ane kembali lagi ke habitat awalnya. Kapan Bro ente main ke bogor.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 20, 2014 at 8:30 am

      Tidak tahu kapan. Tumben mampir ke sini, Jack?

  22. Marlon Alamo says

    Oktober 21, 2014 at 3:56 pm

    Ini juga yang terjadi pada diri saya mas. Ide postingan sudah ada, tapi penyakit malas meraja. Ini disebabkan karena setiap kali saya menulis satu artikel, selalu saja nguplek disitu-situ saja. Edit sini, edit sana, dua jam baru publish. Lama-lama saya jadi jenuh.

    Info bagus dari Kang Yudi ini akan saya praktekkan, barangkali bisa menjadikan semangat untuk selalu menulis artikel pada blog-blog saya.

    Terima kasih kang Yudi.
    Salam sukses selalu
    Salam blogger.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 22, 2014 at 5:00 pm

      Marlon,
      Thanks sudah berbagi pengalaman di sini.

  23. haerudin says

    Oktober 29, 2014 at 8:54 pm

    bagus ni buat formula seperti saya ini yang baru mengenal apa yang namanya blog.. makasih..

  24. Muhammad Nuhan Nahidl says

    November 2, 2014 at 6:54 pm

    Memang terkadang sering sekali saya mengalami… perbaikan pada post… karena terburu-buru pada saat mengetik.

  25. Putra Eka says

    November 15, 2014 at 11:15 pm

    Saya memang salah satu blogger yang termasuk malas menulis, ya karena alasan pertama. Selalu ingin mengedit tulisan.

    Pernah saya baca buku “Keep your hand moving” karya Anwar Holid, intinya juga sama dengan tips yang pertama. Biarkan tangan mengutarakan apa yang dimaksud, nanti setelah selesai dan puas, baru lakukan pengeditan

    Tipsnya saya coba praktekkan dan hasilnya sangat mantap

  26. Arif Rahman says

    November 16, 2014 at 2:50 am

    Keren tips nya kang..
    pantesan sy klo mnulis lebih dari tiga jam untuk menulis yang 300 kata.hehe
    artikel yg sngat bermanfaat 🙂

Primary Sidebar

Artikel Terbaru

Fungsi Utama Hosting dan VPS yang Perlu Diketahui

Saya Pindah ke Bloggingmo

Cara Menghapus Blog di cPanel Hosting

Studi Kasus Blog Afiliasi #6: Setahun Folder Tekno (Trafik dan Penghasilan)

Studi Kasus Blog Afiliasi #5: Nomor 1 di Google dan Link Building yang Saya Lakukan

Studi Kasus Blog Afiliasi #4: Masuk Halaman 1 Google dan Perkembangan Trafik

Cara Mudah Setting Plugin Yoast SEO

© 2024 · Blogodolar Media · Home · Kontak · Arsip · Tips Pemula