• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Blogodolar

  • Home
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Ebook Premium

Di Balik Layar Pembuatan Video Tutorial FlipMyBlogs Special Event

oleh Herman Yudiono

Jika Anda berlangganan newsletter Blogodolar, Anda mungkin tahu bahwa saya mempromosikan FlipMyBlogs Special Event (FSE) pada 7 dan 10 Januari 2015 lalu. Even ini berupa seminar online via Premium Facebook Group tentang cara membuat niche blog berbahasa Inggris dari mulai riset kata kunci, link building, sampai menjualnya.

Di even yang sudah berlangsung sejak 25 Januari 2015 tersebut, saya membawakan 12 materi berbentuk video tutorial. Banyak rintangan yang saya hadapi saat membuat semua video tutorial tersebut. Apa saja rintangan itu? Bagaimana cara saya mengatasinya? Anda dapat mengetahuinya di bawah ini.

1. Takut Di-Bully

Membawakan seminar online merupakan kali pertama bagi saya. Seperti halnya kali pertama lain, saya gugup menghadapinya. Pemicu utamanya adalah rasa takut dicaci maki (di-bully) oleh peserta yang tidak puas terhadap materi yang akan saya bawakan.

Soalnya, saya mendengar selentingan kabar bahwa beberapa penyelenggara seminar online di-bully belakangan ini. Penyebabnya, mereka tidak memberikan materi dengan baik, pelayanan pasca seminar yang payah, atau hanya sekadar mencari uang dari ketidaktahuan pesertanya.

Tentu, saya harus keluar dari ketakutan ini. Oleh karena itu, saya mengusir semua ketakutan itu dan menggantinya dengan apa yang saya inginkan. Saya fokus ke hal-hal-hal yang saya inginkan, di antaranya:

  • Saya ingin peserta puas dengan materi yang saya bawakan
  • Saya akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan
  • Saya akan memberikan semua pengetahuan saya di bidang blog niche

Dengan fokus kepada hal-hal yang saya inginkan (buka ke hal-hal yang tidak saya inginkan), otak saya dipenuhi getaran atau pikiran positif yang membantu saya memulai pembuatan video.

2. Belum pernah membuat video tutorial

Terus terang, saya belum pernah membuat video tutorial. Kalau belum pernah, mengapa saya menyanggupi membuat video tutorial tersebut? Karena Mas Aldi (rekan di even FlipMyBlogs) menginformasikan bahwa membuat video tutorial itu mudah dengan menggunakan Camtasia Studio.

Karena diberitahu seperti itu, saya lebih semangat bertindak. Terlebih, saya membuat strategi seperti berikut:

Sasaran: Saya akan membuat 12 video tutorial sebelum 21 Januari 2015

Rincian tindakan:

  • Beli software Camtasia Studio (8 Jan 2015)
  • Istall Camtasia Studio (8 Jan 2015)
  • Download 1-3 video Youtube tentang cara menggunakan Camtasia Studio (9 Jan 2015)
  • Pelajari 3 video tutorial niche site by Spencer Haws (9 Jan 2015)
  • Siapkan materi video ke-1: Riset kata kunci (11 Jan 2015)
  • Siapkan meteri video ke-2: Riset konten (12 Jan 2015)
  • Siapkan materi video ke-3 s.d ke-12 (13 Jan 2015)
  • Buat video ke-1 s.d ke-4 (14 Jan 2015)
  • Buat video ke-5 s.d ke-8 (15 Jan 2015)
  • Buat video ke-9 s.d ke-12 (16 Jan 2015)
  • Edit and poles semua video (17-20 Jan 2015)

Dengan merinci tindakan yang hendak diambil, pikiran saya menjadi lebih jernih karena tahu apa yang akan dikerjakan. Selain itu, rincian tindakan tersebut membantu juga saya dalam mengelola dan mengontrol proyek ini.

Sayangnya, jalan tidak semulus yang dibayangkan. Software Camtasia Studio yang saya beli di Makassar Trade Center tidak bisa terinstal di laptop saya karena tidak ada software pendukungnya.

Saya pun cemas dalam dua hari!

Solusinya datang dari seorang teman di Makassar yang sedang belajar blog Amazon kepada saya. Di akhir kursus privat ke-4, saya iseng bertanya kepada dia mengenai pembuatan video tutorial dengan menggunakan Camtasia Studio. Dia menginformasikan bahwa pernah membuat video tutorial dengan software lain.

Mendengar jawaban tersebut, saya lantas menginformasikan bahwa saya memiliki masalah menginstal software Camtasia Studio. Secara tidak terduga, dia bersedia mencarikan software tersebut di internet. Besoknya, dia sudah memperoleh software tersebut dan berhasil menginstalkannya di laptop saya lengkap dengan software pendukungnya.

3. Laptop bermasalah

Setelah beberapa kali latihan, saya makin familiar dengan Camtasia dan bisa membuat video tutorial. Sayangnya, kualitas suara (audio) video tersebut tidak bagus karena ada bunyi berisik yang berasal dari suara kipas laptop saya saat proses merekam. Suara kipas ini karena laptop saya bekerja keras menyelaraskan audio video yang dijalankan. Memang demikian karena seingat saya dulu laptop tersebut hanya diinstal program-program untuk menulis saja, tidak untuk audio video.

Ungtungnya, bulan Oktober 2014 lalu saya membelikan sebuah laptop untuk anak sulung saya. Laptop anak saya itu diinstalkan program-program yang mendukung audio dan video karena hendak digunakan untuk bermain game oleh anak saya.

Untuk mengatasi suara berisik kipas laptop, saya menggunakan laptop anak saya dalam membuat video tutorial.

4. Lingkungan tidak mendukung

Setelah masalah laptop teratasi, muncul lagi masalah lain yaitu suara-suara gangguan dari lingkungan rumah saya, seperti suara mobil, suara motor, dan suara hewan tetangga depan rumah. Untuk mengatasi masalah ini, saya berusaha membuat video tutorial pada jam 1 malam ke atas. Namun, tetap saja, suara-suara gangguan itu muncul karena memang di luar kontrol saya.

Saya stres menghadapi keadaan ini…

Ide-ide yang muncul untuk menghadapi gangguan ini adalah:

  • saya akan merekam video di tempat karaoke karena ruangan karaoke kedap suara sehingga video tutorial saya jernih. Masalahnya, saya membawa laptop sehingga khawatir dicurigai hendak merekam lagu-lagu karaoke. Ide ini saya kesampingkan terlebih dahulu.
  • Ide lain adalah menyewa kamar hotel. Diharapkan, suara-suara gangguan akan tereliminasi jika saya merekam di kamar hotel.

Pada Senin 19 Januari 2015 saya ditemani istri mencari hotel. Hotel pertama yang kami datangi adalah Grand Clarion, di Jalan A.P Pettarani, Makassar. Dengan percaya diri, saya bertanya kepada seorang resepsionis bahwa saya akan mem-booking sebuah hotel untuk besok (20 Januari 2015).

Resepsionis itu menjawab bahwa masih ada kamar kosong dan dia menyodorkan daftar harga. Saya terkesima melihat daftar harga tersebut karena kamar yang paling murah adalah Rp 1,6 juta per hari. Saya langsung berkata dalam hati,” Wah mahal sekali, hotel ini tidak cocok anggaran saya. Saya harus cari hotel lain saja”.

Secara tidak diduga, resepsionis itu menginformasikan bahwa sedang ada promo untuk kamar tipe tersebut yaitu hanya Rp 500 ribu sehari.

Cahaya terang muncul di pikiran saya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mem-booking sebuah kamar tipe tersebut untuk dua hari (klik gambar di bawah untuk lebih jelasnya). Biayanya saya ambil dari uang muka honor saya yang telah diberikan oleh Mas Aldi dua hari sebelumnya.

Singkat cerita, saya berhasil merekam 12 video tutorial di hotel tersebut. Dari jumlah tersebut, ada 7 video yang belum jadi karena belum di-render. Karena proses render-nya perlu 40-60 menit per video, saya memutuskan untuk melakukannya di rumah saja.

Satu kejadian unik terjadi Kamis dini hari (dari pukul 2-3 malam). Saat saya merekam 3 video terakhir, terdengar sayup-sayup musik dugem karena memang malam tersebut adalah Ladies Night. Duuuh…

Pengalaman unik lain adalah saya juga mengajak isteri dan kedua anak saya untuk menginap di hotel. Sekali mendayung, dua pulau terlampai. Video tutorial selesai direkam, “liburan kecil” bersama keluarga pula.

5. Video tutorial tidak keluar suaranya

Tanggal 24 Januari 2015 semua video sudah di-render semua. Sehari kemudian, tiba saat bagi saya untuk mengunggah (upload) semua vidoe tersebut di Facebook Group Premium FMB. Saya mengunggahnya di warkop Ogie, Jl. Abdullah Daeng Sirua Makassar (mulai pukul 9 pagi WITA) karena saya jaringan internetnya lebih cepat daripada di rumah saya (saya memakai modem).

Setelah 3 video tutorial diunggah, beberapa peserta komplain bahwa suara ketiga video tersebut tidak ada. Saya kaget karena sebelum diunggah suara ketiga video tersebut baik. Lantas, saya tes suara video yang diunggah tersebut, dan memang suaranya tidak ada.

Saya menginformasikan kepada peserta bahwa saya menghentikan pengunggahan video lain karena ada masalah di suaranya. Plus, saya juga akan menarik ketiga video yang telah diunggah dan menggantinya dengan yang lebih baik.

Secara tidak terduga, saat saya hendak pulang, Mas Rohman Hidayat (teman baik saya saat di Sorowako dulu dan juga salah satu peserta FSE) menelepon saya dan menginformasikan bahwa dia sedang ada di Makassar dan hendak bertamu ke rumah saya.

Solusi suara video tutorial saya datang dari dia. Dia menginformasikan cara mem-boost suara video sebelum di-render. Alhamdulilah, dari siang sampai sore, saya berhasil merender 8 video (termasuk 3 video pertama) dan mengunggahnya ke forum FMB.

Alhamdulilah, tidak ada komplain peserta tentang kualitas suara video-video tersebut. Empat video berikutnya saya unggah sehari kemudian.

6. Totalitas

Sebelum merilis FSE ini, kami (saya, Aldi, dan Aditya) sepakat untuk memberikan yang terbaik dalam even tersebut (totalitas). Wujud totalitas ini adalah sebuah visi untuk membangun relationship dengan peserta dalam jangka panjang. Untuk itu, kami memberikan semua materi dan tools dalam membuat profitable blog niche. Tidak ada yang disembunyikan sehingga diharapkan peserta dalam membangun blog nichenya.

Sebagai pembawa materi riset kunci, pembuatan blog, dan penjualan blog, saya memberikan semua cara yang saya ketahui. Bukan hanya itu, saya juga memberikan theme, tools, template order artikel, checklist, dan daftar ribuan ide-ide kata kunci sehingga memudahkan peserta take action.

Kalau saya boleh lebay, materi riset kata kunci, riset konten, riset produk Amazon, dan pembuatan blog niche yang saya berikan melebihi apa yang akan peserta peroleh seandainya mereka belajar niche blog ke Spencer Haws dari NichePursuits.com.

Dari sisi SEO, rekan saya memberikan semua seller di Fiverr dan tempat lain yang menyediakan jasa backlink yang bagus. Tentu, ini semacam “rahasia” yang mungkin saja tidak akan diberikan oleh penyelenggara kursus serupa.

Dengan totalitas kami ini, tidak ada alasan bagi kami untuk sekadar mencari uang dari peserta!

7. Special thanks

Dalam membuat video turial FMB, saya sangat berterima kasih kepada Andi Gafrawi yang telah menginstalkan dan mengajari saya membuat video tutorial. Selain itu, saya juga menghaturkan terima kasih kepada pembaca Blogodolar yang ikut even FMB ini. Ya, saya melihat ada beberapa peserta yang sering saya jumpai komentarnya di sini.

Pada tulisan berikutnya, saya akan menginformasikan pelajaran penting yang saya peroleh dari proses pembuatan video tutorial FSE ini. Mudah-mudahan, pelajaran penting tersebut akan membantu Anda dalam menghadapi rintangan yang mungkin muncul pada proyek-proyek online atau offline yang sedang atau akan Anda kerjakan.

Cheers!

Kategori: Umum

Reader Interactions

Comments

  1. Mukti Effendi says

    Februari 3, 2015 at 12:51 am

    Wuih, ternyata panjanga juga ya pembuatan video tutorialnya. Hmmm, untuk sukses memang butuh waktu, tenaga, pengorbanan dan perjuangan. Thanks mas sudah share.

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:50 pm

      Mas Mukti,

      Agree. Sama-sama.

  2. Ranap Sianturi says

    Februari 3, 2015 at 9:15 am

    Membaca kisah seperti ini membuat saya berpikir lagi bahwa sukses itu memang membutuhkan pengormaban, terkadang banyak halangan dan tantangan.

    Kang Herman sendiri yang “sudah lebih berpengalaman” menghadapai tantangan seperti ini, bagaimana dengan kami newbie ini, tapi saya melihat ada semangat disana, semangat dan totalitas yang murni, sehingga masalah apapun yang dihadapai dapat dilalui dengan baik.

    Makasih kang, sudah memberikan contoh yang baik! Salam sukses!

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:49 pm

      Mas Ranap,

      Yup, semangat meraih sukses (sasaran) tersebut yang harus ada di setiap orang. Semangat tersebut akan berwujud ketekunan sehingga selalu ada jalan keluar dari masalah yang muncul.

  3. Basri Abdullah says

    Februari 3, 2015 at 9:26 am

    Pokoknya materi dari FMB memang all out kang, tinggal peserta yang harus terus belajar dan mempraktekkan materi-materi yang luar biasa ini. SUKSES

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:47 pm

      Mas Basri, terima kasih. Siip…

  4. andi gafrawi says

    Februari 3, 2015 at 9:39 am

    Kang Herman nih ada2 aja sampai nyebut nama…. hehehe
    tapi saya baru tahu setelah baca ini, ternyata solusi noise tutorialnya krna rekam di kamar hotel yah.. bisa jadi solusi dan masukan tuh bagi teman2 yg lain.

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:45 pm

      Awi,

      Ha ha ha…Karena lingkungan rumah saya tidak mendukung (pinggir jalan raya), saya terpaksa sewa hotel supaya semua video tutorial saya jadi.

  5. danhid says

    Februari 3, 2015 at 11:01 am

    Wah panjang umur ya Camtasia!
    Istilah Camtasia Studio baru saja saya dapatkan semalam (sebelum membaca artikel ini) setelah membedah sitenya Pat Flynn. Tool Camtasia digunakan Pat Flynn dalam membuat video yang akan dipublikasikan ke Youtube atau tujuan lainnya.
    Semalam kali pertama saya mengunjungi site beliau, itu juga mendapat link dari Blogodolar. Tepatnya, setelah membaca artikel Kang Yudi tentang blogger sukses yang menginspirasi Kang Yudi sendiri.
    Salut atas perjuangannya Kang! Bukan semata-mata karena dapat menghasilkan uang dari blog, tapi lebih dari itu, menginspirasi banyak orang!

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:43 pm

      Danhid,

      Terima kasih. Pat Flynn sangat mahir dalam membangun komunitas blognya. Saya belajar banyak dari dia.

  6. Reza Aditya says

    Februari 3, 2015 at 1:07 pm

    Yang saya salut sama Kang Yud ini adalah totalitasnya, yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik.

    Gak hanya pada acara / event diatas, di blog blogodolar ini pun, kang yud rajin ngebagi tips ngeblognya (dengan serius).

    Padahal kita tahu disini (blogodolar) gak dipasangi iklan, yang berati biaya “perawatan” blogodolar ini memang dari kocek pribadi kang yud.

    Smoga makin berkah rezekinya ya kang Yud. *Proud of You*

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:40 pm

      Mas Reza,

      Terima kasih. Amiin…Blogodolar adalah wahana branding saya sehingga saya serius mengelolanya. Meskipun belum dipasangi iklan, Blogodolar telah memberi efek positif terhadap personal branding saya…

  7. Jaka says

    Februari 3, 2015 at 2:22 pm

    walah, video tutorial aja bisa sampe segini mas herman, wkwkwk
    Saya pake BB Flashback video 20 menit render sekitar 10menitan, kualitas bagus dan tentu suara tidak hilang ini contoh2 video yang telah saya unggah rekam dengan software ini
    https://www.youtube.com/user/jaka3306

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:37 pm

      Jaka, terima kasih infonya. Saya akan coba software tersebut. Btw, saya lakukan upaya di atas krn banyak sekali rintangan dalam membuat video tutorial tersebut.

  8. jualgordenmurah.com says

    Februari 3, 2015 at 3:18 pm

    Wahhh mantep artikel tentang “Takut Di-Bully” sekarang saya merasa percaya diri dalam membuat artikel.

    Dapat solusi juga ternyata ketika saya membuat video dan terdapat suara berisik itu dikarenakan dari suara kipas laptop. Terima kasih gan ilmunya

    • Herman Yudiono says

      Februari 3, 2015 at 4:35 pm

      Sama-sama.

  9. amrab eka putra says

    Februari 3, 2015 at 4:39 pm

    makassar bisa tonji

    • Herman Yudiono says

      Februari 4, 2015 at 4:23 pm

      Yes, We can do it!

  10. kang Jum says

    Februari 3, 2015 at 9:39 pm

    masih nyimak dari jauh sambil memadukan triks milik sendiri, Alhamdulillah ada kemajuan untuk lebih baik di bidang finasial. Thank Kang Yud?

    • Herman Yudiono says

      Februari 4, 2015 at 4:22 pm

      Sama-sama.

  11. Amad Soleh says

    Februari 3, 2015 at 11:26 pm

    Kang kalau mau ikutan join ke Group FB nya dimana kang? Saya tertarik banget nih.

    • Herman Yudiono says

      Februari 4, 2015 at 4:21 pm

      Mas Amad Sholeh, keanggotaannya sudah ditutup pada 15 Januari lalu.

  12. Kang Agus says

    Februari 3, 2015 at 11:49 pm

    Kang, kalo saya mau ikutan FSE sama join Premium Facebook Group caranya gmn? saya juga ingin belajar build niche blog..

    • Herman Yudiono says

      Februari 4, 2015 at 4:21 pm

      Kang Agus, mohon maaf, FSE sudah ditutup keanggotaannya pada 15 Januari lalu.

  13. Aditya says

    Februari 4, 2015 at 5:10 pm

    Perjuangan yang panjang Mas… sampe harus ke hotel demi kepuasan para peserta didik… Sukses selalu.. amiin.. selalu ga bosen kalau mampir kesini dengan tulisan inspiratif dan berbagi…

  14. oka says

    Februari 5, 2015 at 2:30 pm

    wow tak semudah yang dikira ternyata … jadi keinget dulu waktu masih kerja di media online .. betapa melelahkannya buat 1 video tutorial yang diinginkan si boss .. 🙂 selamat Kang Yudi atas karya nya 🙂

  15. Yusuf Subastian says

    Februari 5, 2015 at 3:56 pm

    Saya sih lebih penasaran dengan hasil videonya, karena cuman dibagikan di premium grup FlipMyBlogs. 😀

  16. Andri says

    Februari 5, 2015 at 4:38 pm

    kang kapaan lagi ada ajang pembelajaran seperti ini??, jika ada saya akan segera mendaftar kang,

  17. ferick says

    Februari 7, 2015 at 6:09 pm

    Salut sama disiplin dan totalitasnya kang herman.. semoga terus sukses

Primary Sidebar

Artikel Terbaru

Fungsi Utama Hosting dan VPS yang Perlu Diketahui

Saya Pindah ke Bloggingmo

Cara Menghapus Blog di cPanel Hosting

Studi Kasus Blog Afiliasi #6: Setahun Folder Tekno (Trafik dan Penghasilan)

Studi Kasus Blog Afiliasi #5: Nomor 1 di Google dan Link Building yang Saya Lakukan

Studi Kasus Blog Afiliasi #4: Masuk Halaman 1 Google dan Perkembangan Trafik

Cara Mudah Setting Plugin Yoast SEO

© 2024 · Blogodolar Media · Home · Kontak · Arsip · Tips Pemula