• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Blogodolar

  • Home
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Ebook Premium

5 Jenis Blog yang Sebaiknya Anda Ketahui

oleh Herman Yudiono

Anda ingin ngeblog tapi tidak tahu blog seperti apa yang hendak dibuat? Anda tidak sendiri. Banyak orang yang merasakan hal demikian. Solusi termudahnya adalah dengan mengetahui 5 jenis blog yang ada di dunia maya sekarang ini.

1. Blog Pribadi

Blog pribadi adalah blog yang umumnya dibuat hanya untuk sekadar mengisi waktu luang atau berbagi hal-hal dari kehidupan sehari-hari. Blog jenis ini pada dasarnya adalah sebuah catatan online publik sehingga topiknya bisa segala hal. Selain itu, blog pribadi tidak ditujukan untuk menghasilkan uang. Meskipun demikian, pemilik blog jenis ini akan tetap enjoy ngeblog .

2. Blog otoritas (authority blogs)

Blog otoritas adalah blog yang dibuat oleh para blogger serius. Tujuan blog tersebut adalah menjadi ahli di topik yang dibahasnya.

Dari sisi mendapatkan pengunjung, blog otoritas tidak fokus kepada pengunjung dari mesin pencari, namun menggaet pengunjung juga dari social media (Facebook, Twitter, dan Pinterest). Oleh sebab itu, jika pun mesin pencari tidak ada, blog-blog otiritas masih mendapatkan trafik dari sosial media tersebut.

Terkait konten, blog otoritas umumnya tidak mementingkan kata kunci. Tak heran, blog otoritas memublikasikan ratusan hingga ribuan artikel berkualitas karena topik yang mereka bahas tidak sempit (misalnya kesehatan, rumah, pengembangan diri, teknologi, dan lain-lain).

Beberapa contoh blog otoritas adalah:

  • Problogger (blog otoritas seputar dunia ngeblog)
  • TechCrunch (blog otoritas seputar dunia teknologi)

3. Blog Niche

Berbeda dengan blog otoritas, blog niche fokus kepada sebuah kata kunci tertentu yang diupayakan untuk masuk ke halaman satu mesin pencari. Pembuatan blog jenis ini memiliki pola: riset kata kunci, pembuatan konten, dan optimasi di mesin pencari.

Dari sisi pengunjung, blog niche menggantungkan diri kepada pengunjung yang berasal dari mesin pencari (utamanya Google) sehingga biasanya para pemilik blog niche sibuk mencari backlink dari beragam sumber agar blog mereka masuk ke halaman 1 Google untuk kata kunci yang dibidiknya.

Karena hanya menggantungkan pengunjung dari Google, kelemahan terbesar blog niche adalah kehilangan pengunjungnya dalam waktu sekejap jika Google memperbaharui algoritma pencariannya. Anda mungkin pernah mambaca keluhan para pemilik blog niche di forum-forum internet marketing karena blog mereka telempar dari halaman 1 Google akibat Google Panda, Google Penguin, atau penalti manual Google.

Sekarang ini ada banyak debat kusir perihal mana yang lebih baik dalam menghasilkan uang antara blog otoritas dan blog niche. Para fan blog otoritas mengklaim bahwa blog otoritas adalah yang terbaik menghasilkan uang. Begitu juga dengan klaim para “pecinta” blog niche. Namun, dalam pandangan saya, dua-duanya bagus menghasilkan uang sepanjang konten dan backlink-nya berkualitas.

4. Blog Perusahaan

Beberapa tahun belakangan ini banyak perusahaan telah menambahkan sebuah blog pada website mereka. Perusahaan menggunakan blog mereka untuk menginformasikan pengumuman penting, memperkenalkan produk dan atau jasa baru, dan berkomunikasi dengan pelanggan. Oleh karena itu, blog jenis ini umumnya tidak dimonetisasi dengan iklan-iklan pihak ketiga.

Dua contoh yang masuk jenis blog ini adalah The Infolinks Blog dan The Payoneer Blog.

5. Blog spam

Blog spam adalah blog yang dibuat dengan tidak memperhatikan kualitas. Blog jenis ini umumnya berupa blog automatically generated content (AGC) yang bisa dengan mudah dibuat dalam jumlah masif. Pemilik tinggal menggunakan software (biasa juga kode tertentu atau plugin) pengambil konten dari blog atau website orang lain dan blog mereka akan dengan mudah terisi konten.

Walaupun mudah dibuat, blog spam sering mendapat komplain dari pemilik blog yang kontennya diambil karena terjadi pelanggaran hak cipta. Bukan hanya itu, blog jenis ini menjadi sasaran empuk Google dalam membersihkan hasil pencariannya dari konten-konten yang tidak bermutu.

Dengan mengetahui kelima jenis blog di atas, Anda mendapat gambaran tentang blog seperti apa yang hendak Anda buat. Secara probadi, saya baru membuat blog niche dan blog otoritas. Dari sisi bahasa, blog niche saya 100% berbahasa Inggris, sedangkan blog otoritas saya semuanya berbahasa Indonesia (salah satunya blog yang sedang Anda baca ini).

Bagaimana dengan Anda?

Kategori: Dasar Ngeblog

Reader Interactions

Comments

  1. Putra Eka says

    Oktober 3, 2014 at 1:03 am

    Udah nyoba semua mas, tapi ga bisa fokus. Sekarang lagi nyoba bikin blog authority aja 😀

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:16 pm

      Semoga blog authority-nya sukses Mas Putra.

  2. Liaga Reda Kalis Hara says

    Oktober 3, 2014 at 3:33 am

    gan,kalau buat blog dengan 2 bahasa (inggris dan indonesia) sekaligus gt gmn gan mnurut ente?

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:15 pm

      Saya pikir kurang baik karena akan membingungkan pembaca. Sebaiknya dipisah antara blog bahasa Indonesia dan blog bahasa Inggris.

  3. Ranap Sianturi says

    Oktober 3, 2014 at 8:43 am

    Kalo blog yang isinya tentang harga – harga trus isinya terkait review produk itu masuk kategori apa yah kang?

    Kalo menurut saya sh masuk kategori blog niche yah,

    ini berarti agak berat juga menjaga eksistensi jenis blog jenis niche dari penjelasan akang, apabila kena imbas algoritma google yang baru siap2 aja kehilangan trafik.

    Okesip….penjelasannya cukup membantu kami pemula.

    Salam, Sukses adalah Perjalanan!

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:14 pm

      Umumnya blog seperti itu masuk blog niche.

  4. fatah rohmani says

    Oktober 3, 2014 at 9:24 am

    Blog otoritas lebih memaparkan siapa pemilik blognya.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:13 pm

      Pendapat bagus Mas Fatah.

  5. Basri ABdullah says

    Oktober 3, 2014 at 9:33 am

    Tertarik Menggeluti blog niche mas, tapi terkendala ilmunya masih belum memadai hehehe

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:14 pm

      Basri, pelan-pelan saja mempelajarinya. Cepat atau lambat Anda akan menguasainya.

  6. Dwi Sugiarto says

    Oktober 3, 2014 at 10:19 am

    Sekarang ini jika disuruh memilih saya cenderung ke blog otoritas selain lebih leluasa menulis artikel sumber traffik juga tdk tergantung google jadi lebih aman dari hantaman panda/penguin.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:13 pm

      Mantap Mas Dwi.

  7. Kang Dede says

    Oktober 3, 2014 at 11:50 am

    Klw saya lebih banyak mengelola blog authority tapi saya juga mempunya blog niche namun hanya menggunakan konten berbahasa Indonesia.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 4:12 pm

      Terima kasih atas sharingnya Kang Dede.

  8. Ranap Sianturi says

    Oktober 3, 2014 at 7:22 pm

    Selamat sore mas Herman, gw mau nanya-nanya tentang masalah blog gw nih mas, cuma gak ada fasilitas bertanya di blogodolar ini, takutnya beda topik dengan artikel postingan jadi kurang pas mas,

    ada fasilitas bertanya gak kaya semacam forum gitu gak di blogodolar biar bisa nanya langsung, blog ku tiba2 kehilangan trafik nih, gak tau kenapa, mau minta bantuannya.

    Terimakasih

    Salam, Sukses adalah perjalanan!

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 10:33 pm

      Silakan kirim pesan Anda via https://www.blogodolar.com/contact-me/

  9. Shinta says

    Oktober 3, 2014 at 7:48 pm

    Punya saya mungkin kategorinya blog pribadi deh. 🙂

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 10:36 pm

      Gak masalah Shinta.

  10. Daffa says

    Oktober 3, 2014 at 8:37 pm

    Wah, saya kira kang herman hanya membuat blog niche saja. Ternyata blog otoritas juga ada (selain Blogodolar).

    Secara pengembangan, antara blog niche dan blog otoritas pasti berbeda. Boleh gak kang dibahas bagaimana strategi dalam pengembangan blog otoritas agar menjadi besar dan kalau boleh tahu blog otoritas apa yang mas Herman punya selain Blogodolar?

    • Herman Yudiono says

      Oktober 3, 2014 at 10:34 pm

      Daffa,

      Nanti saya akan membuat studi kasus sebuah blog otoritas. Btw, blog saya yang lain: http://www.tipsbelajarbahasainggris.com/

  11. hadi setyo says

    Oktober 3, 2014 at 11:40 pm

    Kalo saya mencoba fokus blog nice dan ada beberapa blog otoritas. Walaupun sebagian besar dalam bahasa Indonesia, berbanding terbalik dengan kang herman….. Saya masih perlu menyimak startegi membuat blog berbahasa inggris….
    Salam sukses.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 4, 2014 at 2:36 pm

      Saya pikir, bahasa tidak selalu menjadi masalah. Banyak juga kok teman-teman saya yang blog bahasa Indonesianya menghasilkan lebih dari Rp 10 juta tiap bulannya (dari adsense atau iklan mandiri).

  12. Mas Sugeng says

    Oktober 4, 2014 at 9:36 am

    Blog otoritas cenderung lebih bisa bertahan lama dan bisa menjadi aset untuk jangka panjang. Berbeda dengan blog niche ataupun blog spam yang mungkin lebih cepat menghasilkankan tapi sangat mudah tenggelam.

    • Herman Yudiono says

      Oktober 4, 2014 at 2:34 pm

      Umumnya seperti itu Sugeng. Namun, jika blog niche dikelola dengan baik (misalnya artikelnya berkualitas dan tanpa backlink), hasilnya bisa jangka panjang juga.

  13. michaelsaychu says

    Oktober 4, 2014 at 1:25 pm

    Nah ini info yang saya cari, mas,
    makasaih yahh.. 😀

    • Herman Yudiono says

      Oktober 4, 2014 at 2:33 pm

      Sama-sama 😉

  14. Yande says

    Oktober 5, 2014 at 1:27 am

    Kalo blog saya yang seumur jagung ini blog apa ya kang..mungkin termasuk kategori yang ke 5 ya….situsnya JalakPutih.com

  15. Kang Jum says

    Oktober 5, 2014 at 2:56 pm

    Terus terang Kang untuk membuat blog yang benar benar satu topik itu butuh usaha lebih tetapi kadang kala ketertarikan kita berubah ubah seiring dengan perjalanan waktu. Dan hal terberat adalah kejenuhan dalam blogging bisa membuat kita anti terhadap blogging. Salam sukses untuk Kang Herman Y.

  16. anton nick says

    Oktober 8, 2014 at 10:16 am

    kalau saya sih lebih milih Blog Pribadi ,habis ga ribet .suka-suka nulis dan asal tulis juga ga pengaruh sama pengunjung.kalau Blog Niche dan Blog otoritas ,ribet harus ahli di bidang tersebut dan pengunjung cendrung melihat kualitas artikel kita tulis,kalau salah tulis dikit aja pasti di komplain 😀

    • Herman Yudiono says

      Oktober 9, 2014 at 10:48 pm

      No problem Anton. Happy blogging!

  17. akbar says

    Oktober 12, 2014 at 2:56 am

    wah, saya juga ingin buat satu blog niche berbahasa inggris!
    tapi yang jadi masalah yah tidak tahu berbahasa inggris 🙂

    • Herman Yudiono says

      Oktober 13, 2014 at 6:01 pm

      Anda bisa belajar dulu bahasa Inggris atau order artikel di iWriter.

  18. Fuadi Mukhlis says

    Oktober 28, 2014 at 8:40 am

    Wah, saya malah baru tahu kalau ada penjabaran 5 jenis blog seperti itu. Mungkin blog yang saya bangun di ashimima.com adalah blog otoritas (mungkin 🙂 ) , coba diintip sebentar kang, apa benar blog saya itu masuk jenis situs otoritas? hehe…

    Btw, jadi tertarik untuk membuat blog Niche, sementara AGC sama sekali tidak tertarik, apalagi sekarang ini… hewan baru yang bernama “burung kolibri” milik Google Team sudah tumbuh dewasa 🙂

    • Herman Yudiono says

      Oktober 28, 2014 at 6:52 pm

      Saya sudah menengoknya. Blog Anda belum termasuk otoritas karena ada topik agama dan teknologi. Akan lebih baik kalau kedua topik tersebut dipisah.

      • Fuadi Mukhlis says

        November 6, 2014 at 8:02 pm

        Sip kang, saya sudah merubahnya, dan akan fokus ke “teknologi”, halaman about pun mulai saya perhatikan dan disana saya kasih “catatan khusus”. Thanks, dan Alhamdulillah begitu fokus ke topik teknologi dan merubah judul + deskripsi-nya, visitor blog pun naik dari 120 users (27 oktober) menjadi 200 users setelah 3 hari (30 oktober). Dan tidak pernah terpikirkan, ternyata bisa naik lagi tanggal 3 november menjadi 246…. peningkatan yang tajam bagi entry-level seperti saya kang.

  19. agus says

    November 20, 2014 at 12:19 am

    selamat malam gan, maaf OOT..saya mempunyai blog yang khusus membahas mengenai desain kaos (sebenarnya fungsi utamanya adalah jualan design kaos tapi rencananya akan saya GA kan), nah saat ini blog saya jika dibuka akan langsung loading dan membuka situs bunjkar.com dan ada notifikasi “This domain is currently expired If you’re the owner of this domain, please follow the steps mentioned here to renew it” kira kira blog saya kena apa ya mas…yang saya sayangkan, saat ini sudah saatnya saya daftarkan GA dan lebih utama lagi saya sungkan ke teman” yg sudah kunjungan dan komen di buku tamu. terimakasih untuk pencerahannya

    • Herman Yudiono says

      November 20, 2014 at 12:42 pm

      Agus,

      Domain tersebut Anda hosting di hosting apa?

  20. Haryo says

    November 26, 2014 at 2:01 am

    Mau nanya nih Kang. Menurut kang Yudiono bagaimana prospek micro niche site? Apakah masih bisa menghasilkan dolar dari adsense? Saya berencana belajar menjadi publisher mns tetapi kalau prospeknya sudah tidak bagus mungkin saya akan mencoba proyek lain. Terima kasih jawabannya.

    • Herman Yudiono says

      November 26, 2014 at 4:17 pm

      Prospeknya masih bagus. Saya terus membuatnya 1 buah per minggu.

Primary Sidebar

Artikel Terbaru

Fungsi Utama Hosting dan VPS yang Perlu Diketahui

Saya Pindah ke Bloggingmo

Cara Menghapus Blog di cPanel Hosting

Studi Kasus Blog Afiliasi #6: Setahun Folder Tekno (Trafik dan Penghasilan)

Studi Kasus Blog Afiliasi #5: Nomor 1 di Google dan Link Building yang Saya Lakukan

Studi Kasus Blog Afiliasi #4: Masuk Halaman 1 Google dan Perkembangan Trafik

Cara Mudah Setting Plugin Yoast SEO

© 2024 · Blogodolar Media · Home · Kontak · Arsip · Tips Pemula