Berapa banyak plugin yang harus digunakan di sebuah blog WordPress shelf-hosting? Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan maksimal 10 plugin supaya tidak memberatkan loading blog. Saya berusaha menerapkan saran tersebut di Blogodolar, namun saya tidak bisa karena butuh lebih dari 10 plugin.
Mengapa? Karena saya sesuaikan dengan kebutuhan dan theme Genesis yang saya gunakan di blog ini.
Di bawah ini adalah 15 plugin yang saya gunakan di Blogodolar (urutannya berdasarkan abjad). Mudah-mudahan ada plugin yang berguna untuk blog WordPress Anda.
1. Akismet
Digunakan oleh jutaan orang, Akismet berguna memproteksi blog dari komentar dan trackback spam. Aktivasi plugin ini menggunakan Akismet API Key yang bisa diperoleh dari blog WordPress.com. Sayangnya, Akismet belum mampu menangkap 100% komentar spam, terutama dari spambot (komentar spam yang dikirimkan software tertentu secara bombastis).
2. All In One SEO Pack
All in One SEO Pack adalah plugin buatan Michael Torbert yang berfungsi mengoptimasi blog WordPress untuk mesin pencari. Optimasi ini biasanya dilakukan pada bagian judul dan deskripsi homepage dan atau post/page. Bagi blog WordPress yang pengunjung hariannya di atas 30.000, plugin ini tidak cocok karena boros menggunakan CPU hosting (2.000 lines dari code per page load/view)
3. Broken Link Checker
Broken Link Checker akan memeriksa link-link di postingan, page, komentar, dan gambar. Jika ada link-link yang rusak (broken links), plugin ini akan memberitahukannya. Yang Anda lakukan adalah memperbaiki atau menghilangkan link-link tersebut. Saya menggunakan plugin ini karena banyak sekali link-link yang rusak akibat terhapusnya sekitar 200 postingan Blogodolar.
4. Clean Archives Reloaded
Halaman arsip yang menyajikan semua postingan berdasarkan urutan bulan dan tanggal merupakan salah satu favorit saya. Awalnya arsip seperti ini saya buat menggunakan plugin WP-Archives 0.8. Sayangnya, plugin tersebut lama tidak diperbaharui oleh penciptanya sehingga menimbulkan bug di blog yang menggunakan WordPress versi 3.5 ke atas.
Problem ini cukup lama menghadang saya. Cara yang diinformasikan Daniel Scocco tidak bisa saya terapkan karena keterbatasan saya dalam kode PHP. Setelah mencoba beberapa plugin arsip, saya akhirnya menggunakan Clean Archives Reloaded. Ada beberapa bagian plugin ini yang saya edit sehingga tampilan arsip sesuai yang saya harapkan. Lebih jelasnya silakan Anda lihat Halaman Arsip Blogodolar.
5. Contact Form 7
Awalnya halaman kontak saya buat menggunakan plugin WP-Contact. Seperti plugin WP-Archives 0.8, plugin ini tidak berfungsi baik di WordPress versi 3.5 ke atas karena sebuah pesan yang dikirimkan pembaca menjadi 3 buah. Saya mengganti plugin tersebut dengan plugin Contact Form 7 yang tampilannya tetap sederhana dan memiliki fitur bermanfaat (contohnya quiz penangkal spam). Silakan Anda lihat Halaman Kontak Blogodolar untuk lebih detailnya.
6. Digg Digg
Digg Digg adalah plugin keren untuk menampilkan tombol-tombol berbagi dari beragam media sosial seperti Twitter, Facebook, Google+, Linkedin, dan sebagainya. Penampilannya bisa di dalam postingan (atas atau bawah) atau melayang di sisi blog.
7. Efficient Related Posts
Postingan terkait adalah salah satu bagian penting untuk meningkatkan page view blog. Awalnya saya membuat bagian tersebut menggunakan plugin WP Related Posts. Tampilan dari versi terbaru plugin ini tidak menarik bagi saya sehingga saya menggantinya dengan plugin Efficient Related Posts yang penggunaannya mirip dengan plugin WP Related Posts.
8. Genesis Favicon uploader
Ketika menggunakan theme ProSense, favicon Blogodolar dipasang secara manual dengan menambahkan kode tertentu di header.php. Namun, cara ini tidak bisa saya terapkan di theme Genesis karena tidak ada header.php. Saya sudah mencoba mengganti favicon bawaan Genesis dengan mengunggah favicon di server hosting yang saya gunakan, namun tidak berhasil (saya tidak tahu kenapa). Untuk mengatasi problem ini, saya akhirnya menggunakan plugin Genesis Favicon uploader.
9. Genesis Simple Hooks
Genesis Simple Hooks saya gunakan untuk menampilkan logo. Saya menggunakannya karena child theme Prose yang saya gunakan tidak memiliki fitur untuk menampilkan logo.
10. Google XML Sitemaps
Google XML Sitemaps akan membuat sebuah sitemap (peta situs) XML khusus yang akan membantu mesin pencari mengindeks blog WordPress lebih baik. Saya tidak menyetel fitur-fitur plugin ini, hanya membuat sitemap saja.
11. Growmap Anti Spambot Plugin
Growmap Anti Spambot Plugin berguna memberantas spambot dengan menambahkan sebuah kotak periksa untuk mengonfirmasi bahwa komentator bukan spambot. Seperti halya Akismet, plugin ini belum mampu 100% memberantas spambot.
12. Polldaddy Polls & Ratings
Polldaddy Polls & Ratings berfungsi membuat poling dan penilaian dengan rentang waktu tertentu (misalnya satu minggu). Cara menggunakan plugin ini bisa Anda lihat di Cara Membuat Poling di Postingan WordPress. Adapun contoh tampilan hasil polingnya bisa Anda lihat di Poling: Browser Apa yang Anda Gunakan?
13. Pretty Link Lite
Pretty Link Lite adalah plugin keren untuk mengubah URL afiliasi berbasis domain Anda sendiri (contohnya https://www.blogodolar.com/iWriter yang mengubah link afliasi saya di iWriter). Ini berbeda dengan penyingkat URL lain seperti tinyurl.com, bit.ly, dan goo.gl. Selain menghasilkan link yang menarik, Pretty Link Lite juga menyediakan laporan detail dari setiap link afiliasi.
14. W3 Total Cache
W3 Total Cache adalah plugin untuk mempercepat loading blog. Direkomendasikan beberapa penyedia hosting dan blogger ternama, plugin ini meningkatkan kinerja server dengan membuat cache untuk browser, page, object, database, dan minify. Selain itu, plugin ini juga mendukung integrasi content delivery network (CDN).
15. WP-Optimize
WP-Optimize adalah plugin efektif untuk merapikan dan mengoptimasi database blog WordPress Anda. Selain itu, plugin ini bisa juga digunakan untuk menghapus revisi postingan dan komentar spam yang ditangkap Akismet hanya dengan sekali klik.
Pada postingan selanjutnya saya akan menginformasikan cara menggunakan beberapa plugin di atas. Stay tuned here!
Saran kang,
Lebih baik di remove yang ga perlu, atau yang bisa dilakukan secara manual.
Misal Broken link checker bisa dilakukan secara manual oleh Xenu Link Sleuth (saya dah pernah membahasnya di kejarduit),
W3 Total Cache (bisa memakai kompresi menggunakan php),
Digg Digg (banyak tuts bertebaran untuk buat sharing button),
Plugin spam (satu saja cukup),
Related Post, Contact, dan Arsip.
Yang lain bisa dipertahankan 🙂
Muflich,
Terima kasih sarannya.
mas aku mau nanya nih kalau kita buat blog/ webiste di wordpress selfhosted apakah kita perlu untuk mempelajari bahasa pemprograman lagi atau sebenarnya para pemula yang ngk punya basic dan cuma suka posting aja juga bisa mengunakan wordpress selfhosted ?. lalu untuk awalnya kira – kira kita butuh modal berapa ya mas
oh ya kalau memang butuh untuk menerti bahasa pemprograman website belajarnya apa aja ya ?…
mohon jika berkenan mas herman menjawab karena aku tertarik nih ama wordpress
Boleh bantu jawab ya kang.,
Tidak perlu. Mungkin bisa mulai sekarang berpindah ke self-host. Sebenarnya tidak rumit, hanya butuh beberapa pengetahuan (html&css) yang bisa diambil secara gratis dari bang Google.
Kalaupun tanpa pengetahuan pun, bisa hanya tinggal donlod them wp, plugin, semuanya one-click install 🙂
Budget? Sangat kecil jumlahnya jika dibanding bebasnya Anda sendiri. Apalagi jika menggunakan hosting lokal., paling pol hanya 70rb/tahun.
Jika butuh bantuan, saya bisa bantu mas..
Feel free to contact me, guys!
oh ya mas makasih jawabannya
@ Muflih: Terima kasih bantuannya.
@ Dian Ardi:
1. WordPress self hosting bisa digunakan oleh pemula. Menurut saya, sebaiknya perlu mempelajari dasar-dasar CSS, HTML, dan PHP sehingga bisa memodifikasi theme atau plugin WordPress.
2. Modal bergantung kepada hosting yang digunakan dan konten. Jika Anda menggunakan Hostgator, biaya hosting sekitar $50-$90 per tahun. Jika Anda membuat blog dalam bahasa Inggris dan kontennya dibuat orang lain, biaya per artikel (500 kata) berkisar antara $3-$6.
3. Untuk belajar HTML, silakan kunjungi http://www.w3schools.com/html/
banyak juga plugin yang akang gunakan, bisa jadi referensi saya jika suatu saat berniat beralih ke wp self hosting.
Untuk sekarang saya masih betah mengubek-ubek blogspot, banyak fitur-fitur baru yang ditambahkan seperti meta deskripsi, permalink, properties gambar, kontak dll
Membaca artikel ini membuat saya semakin tertarik dengan WordPress self hosted.
kalo di hosting gratisan bisa dipake gak yah? Saya pake 000webhost. Maklum masih belajar, jg pake gratisan dulu hehe
Ferdy,
Sepanjang menggunakan WordPress shelf hosting, saya pikir plugin-plugin di atas bisa digunakan.
plugin sesuai kebutuhan..sepakat,
dan terlihat daftar diatas kebutuhannya untuk SEO.
Ternyata untuk plugin media sosial namnya Digg digg ya,,
ok makasih infonya,, sippp..
Perkongsia yang bagus sekali, boleh di cuba juag setiap plugin, thanks
Wah pretty link lite ini yang saya cari dari kemarin. Makasih infonya kang. Salam kenal dari Medan 🙂
Segitu banyak plugin? Apa nggak capek Kang Yudi, eh.. maksud saya apa nggak terlalu berat? Saya biasanya pakai maksimal 7 plugins. Tapi, bagaimana pun saya ingin coba juga pasang plugin-plugin seperti Digg Digg dan WP-optimize yang direkomendasikan di artikel ini. Terima kasih.
Bli Ketut,
Sejujurnya saya ingin mengurangi jumlah plugin-plugin tersebut. Mudah-mudahan bisa.
untuk menampilkan logo di header bukannya di settingan Appearance->header ya ?
Ken,
Spertinya bisa, namun saya belum mencobanya.
Terima kasih mas herman. Saya sudah lama mahu tanya mas tentang plugin Clean Archives Reloaded. Akhirnya.
Jika sudi boleh saya tahu apakah plugin untuk ruangan comment mas?
Hariz,
Ruangan comment yang mana? Kalau yang ada checkbox-nya, itu hasil Growmap Anti Spambot Plugin.
Jika mas sudi kongsikan juga Plugin di sidebar. Contohnya “Terpopuler” dan “Postingan Terbaru” dan “Siapa di Balik Blogodolar?” ?
Hariz,
Saya membuat “Terpopuler” dan “Postingan Terbaru” dan “Siapa di Balik Blogodolar?” secara manual menggunakan Text Widget. Widget ini memungkinkan memasukkan kode HTML untuk membuat link.
Jelas mas Makasih. Selain itu boleh saya tahu di bahagian komen ini reader boleh reply. Itu plugin apa?
Saya terinspirasi membuat Text Widget seperti blogodolar versi blogger (blogspot), dengan sedikit jurus html dan css akhirnya Text Widget berhasil dibuat dan langsung saya pasang di blog baru.
wah thanks infonya, masih belum banyak gunain plugin nih, pengaruh ke kinerja blog gak yah dengan adanya plugin yang banyak? thanks
Apakah tidak terlalu berat Kang jika memasang Plugin dalam blog WP kita?
I have 29 installed plugin on pengunjung blog, And I don’t see my blog load too slow.
Saya tidak yakin memiliki banyak plugin yang diinstall akan membuat loading blog lambat. Tidak ada perbedaan PHP yang dieksekusi oleh plugin dan theme di functions.php. Perbedaaannya hanyalan PHP di plugin dieksekusi lebih dulu.
Interesting post with this discussion is here on wp.tuts, the author is Pippin.
http://wp.tutsplus.com/articles/general/functionality-plugins-vs-themes/
Plugin yang disebutkan disini dan juga saya pakai di blog saya diantaranya :
Akismet
All In One SEO Pack
Efficient Related Posts
Google XML Sitemaps
W3 Total Cache
WP-Optimize
Wah banyak juga ya plugin untuk wordpress. Sementara masih pake blogger, sambil belajar tak ada salahnya sering berkunjung kesini.
Sy masuk blog mas guna mobile amat cantik tetapi masuk blog saya tidak cantik. Mas pake plugin apa untuk itu ? dan bisa mas bantu sy design blog supaya nampak kemas seperti blog mas ? Jika berbayar mas beritahu saya berapa harga. Saya suka dengan susun atur blog mas !
Itu bukan memakai plugin tetapi theme yang dipakai emang responsive. Blog ini memakai theme Genesis Framework.
Theme genesis? sangat mahal ada yang version percuma ?
atau lebih murah dalam 30usd ?
Clean Archives Reloaded plugin ini juga sudah lama tidak di perbarui apa tidak akan bermasalah nantinya??
saya pun menggunakan plugin WP-Archives saya sering mengalami masalah dan terjadi halaman 404. ada yang bisa membantu??
Dulu pernah pake W3 Total Cache bro, terus akhirnya begitu upgrade hosting terjadi sebuah masalah akhirnya saya copot dan ngga pernah pasang lagi… Btw seberapa pengaruh bro plugin W3 terhadap kecepatan blog kita???
untuk mengoptimalkan blog wordpress trnyata anda butuh sekian banyak plugin, kalau begitu saya juga mau ikutan install beberapa plugin diatas
trims infonya
Maf ni kang, mau tanya. Maksudnya self hosting itu gmana? Self host itu apa yang buat template sendiri, tanpa download, yan bwt web off line gtu? Gak ngerti kang. Pemula ni kang.
Masih ada plugiun yang belum di cuba, boleh di cuba terus.. terima kasih mas..