Jangan salah sangka dulu. Sebutan blogger ndeso bukan untuk Anda, melainkan untuk saya. Bukan untuk merendahkan kemampuan saya, bukan pula meremehkan diri saya. Namun, ini semata-mata karena saya tinggal di sebuah desa (deso dalam bahasa Jawa) terpencil.
Tinggal di sebuah desa yang jaraknya 600 Km dari Makassar, Sulawesi Selatan, membuat saya sering menjumpai hal-hal yang tidak mengenakkan (menyedihkan). Hal-hal apa saja itu?
Berikut adalah beberapa kisah sedih yang saya alami:
1. Setiap hari mati lampu
Desa saya mendapat pasokan listrik dari PT Inco, Tbk. Pasokan listrik ini dikelola oleh PLN lokal. Dari informasi yang saya peroleh, listrik ini sebenarnya dikhususkan untuk beberapa desa di seputar perusahaan tersebut. Entah untuk mengeruk keuntungan yang lebih banyak atau perintah pemda setempat, PLN mendistribusikan listrik tersebut ke beberapa desa yang tidak ada ada di seputaran perusahaan. Akibatnya, setiap hari desa saya mengalami mati lampu karena kekurangan daya.
Durasi mati lampu bermacam-macam. Kadang lima menit, satu jam, dan bahkan bisa lebih dari 3 jam. Waktunya pun tidak menentu. Bisa pagi hari, siang, sore, dan malam hari. Kondisi ini membuat saya stress karena tidak jarang aktivitas online saya terhenti gara-gara mati lampu.
2. Koneksi internet lambat
Saya pernah menggunakan Telkomsel Flash untuk berinternet. Karena membuka email Yahoo saja bisa memakan waktu setengah jam, saya beralih ke Flexi. Koneksi Flexi lebih baik daripada Telkomsel Flash, namun tetap dalam kategori lambat. Sampai saat ini, saya belum pernah sukses membuka sebuah video di YouTube menggunakan Flexi.
Setali tiga uang, saya juga tidak bisa mengakses cPanel Blogodolar yang menggunakan hosting Doreo. Alasannya, koneksi internet yang terlalu lambat sehingga disinyalir “berbahaya” oleh penyedia hosting tersebut.
3. Sering tidak ada sinyal Flexi
Bila hujan rintik-rintik atau deras, sinyal Flexi sering hilang. Yang lebih parah lagi, sinyal ini sering hilang tanpa pengaruh cuaca. Contohnya saat saya beraktivitas online dini hari. Alih-alih mendapatkan koneksi internet yang bagus, saya malah tidak bisa beraktivitas karena sinyal tidak ada.
4. Kesepian
Jumlah blogger yang ada di tempat saya bisa dihitung dengan jari. Itu pun sebagian besar karyawan (blogger paruh waktu) yang aktivitas ngeblognya terbatas. Kondisi ini membuat saya kesepian. Tidak ada teman ngobrol seputar ngeblog. Tidak ada kolega untuk mendiskusikan bisnis online. Tidak ada pula teman satu profesi sebagai full time blogger.
Sebenarnya saya dan beberapa teman telah mendirikan Probaners (Pro Blogger Wanna be Sorowako) pertengahan tahun ini. Jangankan berniat mengembangkan komunitas tersebut, teman-teman saya tersebut sangat sulit diajak berkumpul. Selalu saja ada alasan. Padahal, bagi saya kumpul bareng dengan sesama blogger sangat penting. Selain bertukar pengalaman, hal ini juga untuk jeda sejenak dari aktivitas online yang adakalanya menjemukan.
Itulah 4 kisah sedih yang saya alami sebagai blogger ndeso. Saya berharap kisah sedih ini hilang setelah saya pindah ke kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, atau Makassar (saya saat ini sedang dalam proses pindah tempat tinggal). Dengan demikian, saya bisa menyebut diri sendiri sebagai blogger kota atau bahkan blogger metropolitan (bila tinggal di Jakarta).
Apakah Anda punya pengalaman serupa dengan saya?
Keadaan kita sama mas ndeso…
Saya tinggal di pelosok di daerah aceh, sama seperti anda juga.. lampu sering mati, koneksi lambat, tetapi sekarang sudah enakan sedikit.. Sudah masuk speedy, dengan koneksi yang lumayann 🙂
Jaka:
Siip. Saya juga kalau sudah di kota mau pakai Speedy.
Kata teman-teman koneksi Speedy kuencang tuh 😉
Waduh, yang di pelosok Bantul (jogja) aja sinyal juga cuma dpt edge Pak..
Speedy belum sampai situ ya Pak?
Ihsan:
Di sini belum ada Speedy karena tidak ada telpon rumah.
saya jadi malu. Kang Yudiono yang tinggal di tempat terpencil saja bisa menghasilkan uang dari blog nya, sementara saya yang tinggal di kota Bandung, yang hanya 2 jam dari Jakarta masih belum bisa gajian dari kegiatan ngeblog.
Salut Kang Yudiono. 🙂
Kevin:
Thanks. Waktu gajian dari blog bersifat relatif. Ada yang cepat ada juga yang lama. Gajian pertama saya dari Google Adsense (GA) memakan waktu 10 bulan. Dengan kata lain, dalam kurun waktu tersebut pendapatan GA saya hanya $10 per dulan.
lah pendapatan GA saya dah 6 bulan lebih belum ada 5 dollar kang.
maklum kang, mau nulis blog bahasa Inggris males2an.
sekarang malah fokus nulis blog nostalgia.
Rencananya pengen pasang iklan sendiri saja kang, jadi lebih tenang.
Senasib. Tapi tinggal boleh di desa mas, pikiran harus sama dengan/melebihi kota. Tapi dengan tinggal di desa, kita jadi punya bahan post artikel lho mas, contohnya ya artikel ini 🙂
Leo:
Postingan seperti ini hanya selingan saja. Konten utama blog ini adalah tutorial 😀
Wah ternyata Kang Kabayan banyak teman juga nich sama-sama orang desa. Untungnya listrik normal, padam kalau hujan besar saja. Soal koneksi sama2 juga pakai flexi, murah dan lumayan cepat daripada gprs gsm soalnya 3gnya gak masuk.
Kang Kabayan:
Kalau komunitas blogger Ciamis ada gak?
Apep Herya:
Ada dua kota yang jadi pertimbangan saya sekarang: Bogor atau Bandung. Saya sudah familiar dengan Bogor karena pernah tinggal 9 tahun di sana (saat mahasiswa dan bekerja). Sementara Bandung, ada family saya di sana plus dekat dengan Sumedang.
Ralat, bukan $5,000 tapi baru $500/bulan. Salam sukses juga buat Anda 😉
Bandung aja kang, hawanya dingin dan sejuk 😀
Ferry:
Enak ya punya komunitas Blogger Lampung. Btw, apa saja yang dilakukan komunitas tersebut?
di Jakarta, Cakung, juga sering mati lampu, kang. kadang malah seharian. gimana lagi a? ya terpaksa menerima dengan iklas. Sedikit menyimpang, Kang. Akang baiknya bikin buku make money or online money. kalau bisa diproduksi sendiri. hitung-hitungannya lumayan, saya juga sedang bikin dua nih sambil nunggu modal
GombongPlus:
Garis besar eBook yang akan saya tulis sudah saya arsipkan.
Namun, saya belum punya bukti untuk menunjang ebook tersebut.
Kalau saya sudah bisa menghasilkan ribuan dolar tiap bulannya, rasanya enak membagikan cara-cara yang saya lakukan di ebook tersebut.
Poinnya, saya tidak ingin menjual mimpi, namun berbagi cara yang saya lakukan. Mudah-mudahan cara tersebut bisa juga membuat sukses orang lain.
ditunggu di bandung ya kang :), pengen belajar banyak neh dari kang yudiono…
Rencananya, saya sebulan mau “titirah” dulu di Sumedang. Ntar kopdar deh sama Mas Tri 😉
Kalau sekadar mencari koneksi internet yang lebih cepat mungkin cukup pindah ke Makassar. Tetapi kalau ingin masuk ke Jawa juga saran saya hanya satu, hindari Jakarta. Kota itu sudah terlalu padat. Mungkin lebih baik pindah ke Surabaya atau Bandung. Kalau ke Semarang mungkin bisa kopi darat dengan saya …
Bang Dje,
Bandung kayaknya lebih mengasyikkan.
Hmmm…mau juga neh kopdar dengan Bang Dje.
Adik saya (sekarang tinggal di Bandung) punya rumah di Semarang, mudah-mudahan saya bisa ikut kalau dia liburan ke sana.
saran saya pindah ke bandung aja kang. Selain dekat dengan keluarga , ke sumedang juga dekat. hehehe.
Supaya saya juga bisa berguru langsung ke Kang Yudiono 😀
Kevin:
Siiip. Bandung euy!!! 😆
Bukan berguru kali, tapi belajar bersama neh 😉
Jika membaca cerita diatas, berarti saya masih patut bersyukur dengan internet lelet saya 🙂
Mantap Bro.
Salam buat rekan-rekan blogger di ELPECE ya 😉
No 1.
MATI LAMPU….Paling Bikin Kesal.
disini bisa 10 kali mati lampu dalam 24 Jam, sebentar mati sebentar lagi hidup. Kelap kelip mirip lampu disko malah.
Petugas PLN-nya kok seperti main-main….Monitor, CPU, Keyboard, Hardisk Sampai kedengaran “Misuh2” qunyux…..hkkg
salute!
blogger ndeso tapi rejeki kota ya ga papa, kang
Di daerah saya juga sering mati lampu sobat..
salam dari Soppeng
Salam sukses buat Anda Daeng Arham 😉
kampung tapi nggak kampungan 🙂
wakakakakaakak kang sama juga saya dari desa
waaaaaaaaaah sama kang ane banget tuh 🙁
salam sukses, kapan kapan ngopi bareng kan. insyaAllah
hehehehehe denger kata flexi pengen ketawa, bukan mengejek melainkan kaya apa ya lemotnya 😀 dulu aku penyetia flexi lho om sebelum pindah ke smarfren :D……
numpang poting ane om lam kenal 😀 —–>>>
hahaha….
sabar.
he he…ternyata saya saat ini mengalami hal yang dulu Sampeyan alami kang Yud…Bloger pemula…baru dapat Addsense beberapa dolar trus di Baned sedih kecewa dan tidak semangat lagi…tapi membaca Blog – blog para senior semangat saya berkobar lagi….terima kasih motivasi nya Kang Yudiono…semoga tambah Sukses dan berharap suatu saat kita bisa Kopdar dan Sharing Ngeblog…salam dari Banjarmasin
Bro, saya di makassar, kapan2 boleh donk ketemuan..
By the way, bolehkan saya minta tolong, cek blog saya http://www.cara-membuat-blog.info, saya ingin mas bro kritik dan beri masukan ke blog itu, dan diringkas dalam sebuah postingan di blog mas bro ini. KArena permasalahan2nya dan solusinya nanti pasti juga berguna untuk pembaca setia mas.
HAri ini saya langsung berlangganan artikel di blog mas ini.
Terimakasih sebelumnya dan salam kenal yah..
om blogger full time kaya gimana?