Proyek 100 Niche Blog – Update Kesatu

Pada 23 Juni 2011 saya menggulirkan proyek 100 niche blog. Beberapa sahabat bertanya mengenai sampai di mana keberlanjutan proyek tersebut. Oleh karena itu, dalam postingan ini saya menginformasikan hal-hal terbaru dari proyek besar saya tersebut.

Layaknya proyek offline, proyek 100 niche blog saya juga tidak semulus yang dibayangkan. Ada kendala yang menghadang (misalnya pembengkakan biaya), di samping hal-hal yang tidak terduga.

1. Domain

Biaya domain sedikit meningkat karena di awal tahun ini ada kenaikan harga domain. Sebagai contoh, harga domain ekstensi .com di NameCheap naik dari $9.69 menjadi $10.69. Karena saya lebih suka ekstensi .com, maka anggaran domain menjadi meningkat.

Dalam delapan bulan terakhir, saya sudah membeli 70 domain. Berikut adalah screenshot akun NameCheap saya:

my domain at NameCheap

2. Jumlah Blog

Dalam kurun waktu Juni-November 2011 saya sudah membuat 40 niche blog. Namun, di awal Desember 2011, saya menghapus sekitar 30 niche blog. Mengapa?

Hal ini karena ketigapuluh niche blog tersebut saya kategorikan “kontennya tidak berkualitas” sehingga sulit menembus halaman 1 Google.com dengan teknik link building yang saya lakukan. Semua konten tersebut saya pesan dari 4 jasa penulisan artikel dalam negeri.

Saya TIDAK PUAS dengan kualitas artikel dari mereka. Selain tata bahasanya tidak efektif, artikel mereka asal jadi karena para penulisnya kurang paham dengan topik yang saya berikan.

Terlepas dari itu, jumlah niche blog saya sekarang berjumlah 20 buah. Dari jumlah tersebut, sepuluh blog saya buat pada bulan Desember 2011 dan Januari 2012.

3. Pembuatan Konten

Karena tidak puas dengan jasa penulisan artikel dalam negeri, saya berpaling ke jasa penulisan artikel luar negeri sejak Desember 2011. Mereka adalah Textbroker dan The Content Authority. Hal ini membuat biaya pembuatan konten membengkak lebih dari 100% karena harga 1 artikel dengan panjang 400 kata dari mereka adalah $6-$8 (harga artikel sejenis di jasa pembuatan artikel dalam negeri adalah $2-$3).

Walaupun harganya relatif mahal, namun saya puas dengan kualitas artikel dari kedua jasa penulisan artikel tersebut. I love their services.

4. Biaya Hosting

Biaya hosting masih sesuai anggaran. Sampai saat ini, saya memiliki 3 akun Hostgator (dua shared plan dan satu reseller plan hosting) untuk menampung keduapuluh niche blog saya. Saya puas dengan kinerja Hostgator dan sepertinya tidak akan berpaling ke penyedia hosting lain.

5. Biaya Link Building

Sebelumnya saya menganggarkan $20 untuk biaya link building setiap niche blog. Faktanya, biaya tersebut belum cukup. Untuk mencapai halaman satu Google.com, setiap niche blog rata-rata menghabiskan $50. Teknik link building yang saya lakukan akan saya informasikan di postingan selanjutnya.

Diversifikasi Sumber Penghasilan

Proyek 100 niche blog ini awalnya akan saya monetisasi dengan Google AdSense. Namun, saya berpikir ulang karena menggantungkan penghasilan dari satu sumber sangat besar resikonya (seperti pepatah don’t put all your eggs in one basket) .

Oleh karena itu, saya mendiversifikasi sumber penghasilan. Sumber-sumber penghasilan yang sedang dan akan saya coba adalah Infolinks, afiliasi Amazon, dan afiliasi ClickBank.

Ngomong-ngomong, jika Anda punya usul atau saran mengenai proyek saya ini, silakan menginformasikannya pada bagian komentar di bawah ini.

Ebook Gratis untuk Anda

cover bawah postDownload (unduh) ebook Cara Saya Menghasilkan Rp 620 Juta dari Blog. Dalam ebook ini Anda akan tahu sumber-sumber penghasilan saya sejak menjadi full time blogger.

Dengan mengunduhnya, Anda sekaligus berlangganan newsletter Blogodolar. Manfaat berlangganan newsletter Blogodolar bagi Anda adalah 1) diskon 50% dari buku-buku terbaru saya tentang make money blogging dan SEO, 2) tips/trik ngeblog yang belum pernah saya publikasikan di Blogodolar, dan 3) postingan terbaru Blogodolar.

Masukkan nama dan email Anda lalu klik tombol Download Sekarang. Link download ebook ini akan dikirimkan ke email Anda dengan segera.

100% GRATIS. Bukan spam.