• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Blogodolar

  • Home
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • Ebook Premium

On-Page SEO: 10 Faktor yang Anda Harus Perhatikan

oleh Herman Yudiono

Haruskah Anda memperhatikan search engine optimization (SEO) dalam mengembangkan blog Anda? Bisa ya, bisa juga tidak, bergantung pada jenis blognya. Dalam mengembangkan Blogodolar, saya tidak memperhatikan SEO, baik on-page SEO maupun off-page SEO (link building). Namun, tidak demikian bila saya mengembangkan blog niche berbahasa Inggris.

Berdasarkan pengalaman saya mengoptimasi blog-blog niche berbahasa Inggris dengan hasil masuk halaman 1 Google.com, ada sepuluh faktor on-page SEO yang Anda harus perhatikan.

1. Kata kunci pada judul

Faktor pertama dan terpenting dari on-page SEO adalah menempatkan kata kunci yang dibidik pada judul. Kata kunci ini memberikan gambaran kepada mesin pencari tentang isi blog atau postingan. Menurut Moz, panjang judul berjumlah 55 karakter (kata dan spasi).

Kata kunci yang ditempatkan di judul postingan akan otomatis ada di judul postingan tersebut. Namun, tidak demikian dengan kata kunci untuk judul blog. Jika Anda menggunakan WordPress, Anda dapat menempatkan kata kunci pada judul blog dengan menggunakan plugin All in One SEO Pack atau Yoast’s WordPress SEO.

Di mana kata kunci harus diletakkan pada judul? Kalau memungkinkan, letakkan kata kunci di awal judul Anda agar mudah dikenali oleh calon pengunjung dan mesin pencari. Kalau peletakkan kata kunci di awal judul tidak memungkinkan, misalnya membuat judul menjadi rancu, letakkan kata kunci di tengah judul secara alami.

2. Densitas kata kunci

Faktor berikutnya dari on-page SEO adalah densitas kata kunci. Yang dimaksud densitas kata kunci adalah persentase kemunculan kata kunci terhadap jumlah kata. Agar tidak diindikasikan menyebarkan kata kunci berlebihan (keywod stuffing), Anda sebaiknya membuat densitas kata kunci antara 1% sampai 5%.

Contoh, Anda membidik kata kunci surat lamaran kerja. Kata kunci tersebut muncul lima kali pada postingan 500 kata yang Anda buat. Dengan demikian, densitas surat lamaran kerja pada postingan tersebut adalah 1% alias 5 dibagi 500.

3. Kata kunci di paragraf pertama dan terakhir

Selain pada judul, kata kunci yang dibidik sebaiknya diletakkan juga di paragraf pertama dan paragraf terakhir. Menurut saya, penempatan ini memberikan gambaran awal dan akhir topik pembahasan kepada mesin pencari.

4. Jumlah kata

Dalam melakukan on-page SEO, Anda juga harus memperhatikan jumlah kata. Menurut beberapa hasil studi, jumlah kata berdampak penting kepada posisi di hasil penelusuran mesin pencari.

Triknya, jika membidik kata kunci yang tinggi persaingannya, Anda sebaiknya membuat postingan dengan panjang minimal 1.500 kata. Dilihat dari sisi manusia dan mesin pencari, jumlah kata tersebut cukup memberikan penjelasan mendalam tentang kata kunci atau topik yang dibahas. Dengan kata lain, postingan Anda kaya akan makna atau manfaat.

5. Format Heading

Format heading (H2, H3, dan seterusnya) dapat digunakan juga untuk mengoptimalkan struktur postingan Anda. Format mana yang dipilih? Menurut saya, itu bergantung kepada selera blogger. Bagi saya, format H3 sudah cukup untuk memberi penjelasan poin-pon atau subjudul postingan yang dibuat.

6. Alt text

Mesin pencari dapat mendeteksi gambar melalui teks alternatif untuk gambar (alt text). Untuk tujuan tersebut, buat teks alternatif sebaik mungkin. Beberapa praktisi SEO menyarankan teks alternatif ini diisi dengan kata kunci yang dibidik. Namun, saya tidak menghiraukan sarannya karena saya mengisi teks alternatif dengan kata kunci yang berkaitan dengan kata kunci yang dibidik.

7. Internal link

Jangan lupa untuk membuat tautan ke postingan Anda sebelumnya (dikenal sebagai internal link). Selain memberikan sinyal keterkaitan postingan kepada mesin pencari, tautan internal juga memberikan informasi tambahan kepada pengunjung.

8. External link

Selain tautan internal, buat juga tautan ke blog atau situs orang lain yang terpercaya (external link). Tujuannya memberikan sinyal kepada mesin pencari bahwa postingan Anda mengacu ke sumber atau referensi terpercaya. Tentu, tautan external juga memberikan opsi tambahan referensi kepada pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak tentang topik postingan Anda.

9. Latent Semantic Indexing

Jangan hanya menabur kata kunci pada postingan Anda. Sebaliknya, tabur juga kata kunci yang relevan dengan kata kunci yang dibidik. Relevansi ini termasuk latent semantic indexing (LSI). Untuk tujuan LSI ini, saya biasanya menggunakan sinonim atau penggalan kata kunci yang dibidik. Misalnya, top-rated vacuum cleaners adalah sinonim best vacuum cleaners.

Penggunaan LSI bertujuan memberi sinyal kepada mesin pencari bahwa postingan Anda alami karena mengedepankan konteks, bukan teks. Saya percaya Google mengetahui sinyal tersebut karena algoritmanya dibuat untuk memahami konteks konten.

10. Kecepatan loading blog

Faktor terakhir adalah kecepatan loading blog Anda. Faktor ini penting karena memengaruhi pengalaman pengunjung blog Anda dan Google memasukkannya sebagai salah satu faktor pemeringkatan di hasil penelusurannya. Tentu, kecepatan loading blog Anda dipengaruhi kualitas hosting yang digunakan.

Dengan memperhatikan sepuluh faktor di atas, on-page SEO akan lebih sederhana. Jadi, lupakan kata kunci yang ditebalkan, kata kunci yang dimiringkan, tautan berkata kunci ke postingan itu sendiri, dan tautan berkata kunci ke gambar pada postingan itu sendiri.

Faktor-faktor on-page SEO apa saja yang selama ini Anda perhatikan?

Info: Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut mengenai topik ini, silakan baca referensi berikut:

  • On-Page Factors (Moz)
  • On-Page SEO: Anatomy of a Perfectly Optimized Page (Baclinko)
  • SEO 101: Getting The On-Page SEO Basics (Search Engine Journal)

Kategori: SEO

Reader Interactions

Comments

  1. Ranap Sianturi says

    November 27, 2014 at 9:02 am

    Kalo density keyword nya banyak, apakah bisa jadi dianggap spam gak oleh Google?

    • Herman Yudiono says

      November 27, 2014 at 12:35 pm

      Ya. Praktik tersebut masuk kategori keyword stuffing.

  2. queenara putri says

    November 27, 2014 at 3:14 pm

    Kalo saya jarang memperhatikan hal semacam ini..yang saya lakukan hanya posting saja memperbanyak indeks. Ahamdulillah..tanpa optimasi SEO, hanya bermodal beberapa socmed dan sosbook, terafik perlahan merangkak naik walau belum seberapa. Mungkin kedepannya bisa menerapkan onpage SEO seperti yang mas sebutkan. terima kasih.. 🙂

    • Herman Yudiono says

      November 27, 2014 at 4:53 pm

      No problem Mbak. Btw, sosial bookmark apa yang Anda gunakan? Apakah Lintas.me?

      • queenara putri says

        November 27, 2014 at 5:04 pm

        yupz..lintas.me sama pulsk.
        saya belum coba semua sosbook indonesia, sebab kebanyakan link di footer sama sidebarnya banyak iklan mandiri yang berbau negatif. banyak yang mengatakan jika link semacam itu bisa meningkatkan resiko banned GA jika submit artikel kesana. Apa benar seperti itu mas?

        • Herman Yudiono says

          November 28, 2014 at 1:32 pm

          Mungkin saja. Saya pikir Mbak sudah tepat menghindari sosbook yang iklannya seperti itu.

  3. Mahsus Khair says

    November 27, 2014 at 10:28 pm

    Hemm ikut menyimak kang..

  4. Muhamad Hanafi says

    November 27, 2014 at 11:29 pm

    Luar biasa, terima kasih 10 faktornya memang harus saya perhatikan.

    • Herman Yudiono says

      November 28, 2014 at 1:30 pm

      Sama-sama.

  5. Faisal Fachrureza says

    November 28, 2014 at 10:13 am

    Pada point ke delapan Anda menyrankan untuk menaruh eksternal link pada artikel, tapi apakah boleh jika saya menaruh link google serta blogger pada bagian footer blog?? makasih :))

    • Herman Yudiono says

      November 28, 2014 at 1:29 pm

      Faisal,
      Sepanjang yang saya tahu, itu tidak masalah sepanjang tidak berlebihan.

  6. Setyo Prabowo says

    November 28, 2014 at 11:47 am

    Kang saya sudah melakukan beberapa sperti hal yang diatas , tapi saya juga menggunakan bantuan blog ,social media dan social bookmark dan forum untuk meningkatkan traffic web nya , alhamdullilah naik kang , tapi belakangan ini saya sudah jarang memaintance hal hal tersebut dan trafficnya menurun , mungkin akan saya coba untuk yang Latent Semantic Indexing . makasih kang tipsnya

    • Herman Yudiono says

      November 28, 2014 at 1:28 pm

      Mas Setyo,

      Blog orang lain, social media, social bookmark, dan forum masuk Off-Page SEO alias link building.

      • Setyo Prabowo says

        November 28, 2014 at 2:51 pm

        oh ternyata yang selama ini saya lakukan itu off – page SEO , berarti on page SEO itu terdapat didalam artikelnya sendiri ya kang ?

        • Herman Yudiono says

          Desember 2, 2014 at 2:34 pm

          Ya.

  7. danhid says

    November 28, 2014 at 10:11 pm

    Saya baru belakangan ini tahu jika ngeblog itu bisa menghasilkan uang, itu juga setelah membaca blogodolar. Dalam salah satu artikel kang Yudionono menyebut pernah mendapatkan 800 pengunjung/hari setelah submit ke lintas berita (dulu) saat blogotainmen (koreksi ya jka saya salah spellingnya) masih aktif. Saya jadi penasaran, akhirnya saya belajar dari pengalaman Kang Yudiono tersebut, jadilah saya coba-coba memposting ini
    https://www.lintas.me/internet/online-marketing/inaccent.blogspot.com/cara-kang-yudiono-menghasilkan-620-juta-dari-ngeblog

    Tapi pengalaman yang menarik adalah bahwa sejak saya berinteraksi dengan blogodolar alexa blog saya naik drastis dari 24jutaan kini menjadi 5jutaan (heee…). Saya coba buktikan dengan mengecek sejauhmana blogodolar mempengaruhi blog saya. Saya coba googling untuk mencari tahu. Dan ternyata memang demikian adanya. Melalui data yang saya lihat, blogodolar merupakan link yang berpengaruh ke blog saya.

    Satu hal, sejauh ini setiap saya membaca artikel blogodolar saya ingin membuktikan keampuhannya. Hebatnya, saya geleng-geleng kepala (tafsirkan sendiri artinya ya).

    *catatan kecil: saya ingin sekali belajar membuat niche dan afiliasi amazon seperti blognya kang Yudiono heater water tankle review (bener ga nih spellingnya)

    nuhun kang…

    • Herman Yudiono says

      Desember 2, 2014 at 2:33 pm

      Thanks Danhid. Btw, yang benar adalah tankless water heater reviews.

  8. Kang Amri says

    November 30, 2014 at 10:50 pm

    bukannya kata kunci yang ditebalkan, dimiringkan dan kata kunci yang mengarah pada postingan itu sendiri juga berpengaruh terhadap SEO onpage kang? soalnya saya juga sering melihat blog-blog yang di pageone Google kriteria postingannya seperti itu. Mohon di jawab. Terima kasih. salam. 😀

    • Herman Yudiono says

      Desember 2, 2014 at 2:32 pm

      Mas Amri,

      Semua bergantung kepada keyakinan SEO masing-masing. Bagi saya, hal-hal yang Anda sebutkan di atas tidak penting.

      • Kang Amri says

        Desember 5, 2014 at 8:12 am

        Oke kang makasih jawabannya.

  9. Egi says

    Desember 1, 2014 at 6:55 am

    Disebutkan bahwa Untuk internal link diperlukan di artikel. Bagaimana kalau pakai cara praktis dgn pakai widget related post yg ditempatkan di akhir artikel, apakah sama saja? Tks

    • Herman Yudiono says

      Desember 2, 2014 at 2:30 pm

      Mas Egi,

      Related post bisa sebagai internal link. Sayangnya, kadang-kadang ada juga postingan terkait yang tidak tercantum di bagian tersebut.

  10. Angelica tse says

    Desember 1, 2014 at 8:17 pm

    ternyata rumit juga ya Kang SEO blog itu?

    • Herman Yudiono says

      Desember 2, 2014 at 2:29 pm

      Menurut saya tidak. Kalau off-page SEO, memang rumit. Terlebih menyangkut private blog network.

  11. Fendy says

    Desember 1, 2014 at 10:40 pm

    Sepertinya emang sederhana, namun jujur saja susah dalam pengaplikasikannya pada postingan. Terutama bagi saya yang gaptek dengan wordpres. Terutama pada destinasi keyword dan pada poin 9.
    Ijin praktek tipsnya kang.

    • Herman Yudiono says

      Desember 2, 2014 at 2:36 pm

      Fendy,

      Densitas kata kunci dapat dibuat secara manual. Saya selalu melakukannya begitu.

  12. BudiClan says

    Desember 2, 2014 at 12:43 pm

    Melihat soal Alt Text, saya akan mulai coba untuk tidak melulu memasang keyword yang dibidik. Thanks tips nya mas!

    • Herman Yudiono says

      Desember 2, 2014 at 2:34 pm

      Sama-sama Mas Budi.

  13. Muhammad Nuhan Nahidl says

    Desember 2, 2014 at 7:49 pm

    Mas saya mau tanya… pada poin no.4. Apakah wajib mas menulis hingga 1.500 kata untuk seo on-page? sebagai seorang pemula sangat susah sekali untuk menulis apa lagi kalau sampai 1.500 kata…

    • Herman Yudiono says

      Desember 4, 2014 at 12:47 pm

      Tidak wajib Mas. Seperti yang saya tulis, sebaiknya Anda menulis minimal 1.500 kata untuk kata kunci yang TINGGI persaingannya di Google.

      • Muhammad Nuhan Nahidl says

        Desember 5, 2014 at 5:47 am

        Ow begitu mas… Terima Kasih untuk penjelasanya

  14. Mukhlisin says

    Desember 9, 2014 at 5:31 pm

    apakah menyertakakn Format Heading H3 lebih baik dari hanya H2?

  15. Arif Rahman says

    Desember 10, 2014 at 5:11 pm

    Menyimak pemaparan dari kang yudiono, menyadarkan saya bahwa ilmu seo saya sangat-sangat kurang,.saya kebetulan tinggal di jatinangor kang,.kapan mu pulang kampung..saya pngn berguru nih.. hehe

  16. danhid says

    Desember 11, 2014 at 11:39 pm

    Malam kang!
    Saya kembali lagi nih berkomentar. Mungkin lebih tepatnya belajar menganalisis mengapa blogodolar ber PR2 (kalau tidak salah ya). Tentu saja ini berhubungan dengan link yang tertanam di web lain yang tentu saja kualitasnya -mungkin- baik. Berhubung blog saya http://dramaelementary.blogspot.com yang ngelink ke blogodolar mengalami peningkatan status di mata google (mungkin juga saya salah, maklum nyubi)-seperti yang saya ungkapkan sebelumnya-, saya berasumsi kalau blogodolar memiliki pengaruh yang signifikan atas peningkatan status blog saya. Berangkat dari rasa penasaran saya, saya kemudian bertanya kira2 ‘siapakah gerangan’ yang memiliki pengaruh terhadap blogodolar. Setelah mencermati tulisan2 di blogodolar, bertemulah saya dengan ‘keyword’ Spencer Haws. Setelah saya telusuri, alhasil ternyata blogodolar yang nyangkut di ‘nichepursuits’ nya beliau LISnya diatas 50%. Wow! Amazing! However, I’m not sure if the tools that I used was ‘thrusted’ or not. I just want to learn more from bogodolar. So Inspiring me! CMIIW

    • Herman Yudiono says

      Desember 21, 2014 at 4:32 pm

      Thanks Danhid. Ya, saya dulu sering berkometar di Niche Pursuits.

  17. danhid says

    Desember 22, 2014 at 10:17 pm

    Kang, diperbanyak lagi dong artikel artikel tentang tips infolinks. Saya rasa sangat bermanfaat mengingat setelah saya search sedikit sekali yang membahas tentang infolinks versi bahasa. Saya rasa banyak juga yang termotivasi melihat kesuksesan Kang Yudiono dalam monetisasi infolikns. Nuhun kang!

    • Herman Yudiono says

      Desember 25, 2014 at 2:48 pm

      Danhid,

      Saya sudah “meninggalkan” Infolinks sejak dua tahun lalu. So, sulit bagi saya untuk sharing tipsnya.

  18. Ilham Yahya says

    Desember 23, 2014 at 9:09 pm

    kang mau nanya,

    H1,H2,H3 head itu bagian mana sih ? trus harus diapakan ?

    • Herman Yudiono says

      Desember 25, 2014 at 2:47 pm

      Ilham Yahya,

      Kalau di WordPress, Anda bisa memunculkannya dengan mengklik Toolbar Toogle yang ada di fitur Add New Post atau Add New Page.

  19. Dika says

    Desember 26, 2014 at 7:58 am

    Assalamulaikum Mas Yudiono, misalkan saya sudah memakai plugin YOST SEO, apakah saya harus install plugin sitemap xml ? dan plugin sitemap xml yang mana yang bagus? mohoh rekomendainya Kang Yudiono

    salam, terimakasih

  20. Mukhlisin says

    Januari 5, 2015 at 4:19 pm

    apakah artikel di atas menggunakan Format heading 3? atau hanya 2?

    • Herman Yudiono says

      Januari 6, 2015 at 3:52 pm

      Subjudul (poin-poin yag dibahas) menggunakan H3. Ini hanya kebiasaan saya saja.

  21. gamesena.com says

    Januari 5, 2015 at 4:51 pm

    Wah pas banget, 1-10 (kecuali 9) sudah saya terapkan di blog download saya, tinggal menunggu hasilnya saja. Hehe, tapi untuk loading blog kayaknya perlu saya tingkatkan lagi.

  22. Cefrian Junayd says

    Januari 6, 2015 at 12:03 am

    Menyimak penjelasan dari artikel ini, menyadarkan saya bahwa ilmu seo saya sangat-sangat kurang, dan belum saya terapkan secara maksimal, tria kasih kang, mudah2 ini dapat menjdi sebuah referensi buat saya pribadi

    • Herman Yudiono says

      Januari 6, 2015 at 3:47 pm

      Sama-sama.

  23. Reza Aditya says

    Januari 17, 2015 at 9:05 am

    Wah, makasi kang penjelasannya. Saya mW Tanya.

    Saya udh terlanjur posting artikel blog bhsa inggris. Nichenya health, tp saya ambil microniche-nya. Msalahnya, saya udh posting sampai 18 artikel. Masing2 400 kata. Dan, saya tidak paham, sehingga melupakan 3 Dari 10 faktor pada artikel diatas.

    1). Densitas saya gk sampe 1 persen. Kiwod disebar 3x, dari 400 kata = 3/400

    2). Dari 18 artikel yg saya posting, gk ada satupun yg pake link keluar

    3.) Saya mengabaikan faktor ke-9 yaitu LSI

    Pertanyaan saya, apakah saya harus edit ke-18 artikel tsb agar memenuhi 10 faktor diatas kang? Ato gmna?

    So far, blog saya masih berada di halaman 3 Google(dot)com. Blog INI saya buat tgl 10 January 2015 yg lalu. Mhn sarannya kang …

    • Herman Yudiono says

      Januari 27, 2015 at 4:28 pm

      Mas Reza,
      Densitas sejumlah itu sudah baik. Edit saja 2-3 artikel dan masing-masing link ke Wikipedia atau website authority yang setopik dengan postingan tersebut. Btw, 10 faktor tersebut tidak harus dipenuhi semuanya Mas…

  24. phone4we says

    Januari 23, 2015 at 7:49 pm

    ternyata memiliki postingan yang ingin page one itu tidak akan sulit jika telah melakukan ke sepuluh hal tersebut ,terima kasih atas info yang sangat -sangat bermanfaat ini terutama untuk saya yang baru memasuki dunia bloging ,

    • Herman Yudiono says

      Januari 27, 2015 at 4:17 pm

      Sama-sama.

  25. Fha says

    Januari 25, 2015 at 6:58 am

    gan, apa perlu pasang link keluar juga? manfaatnya apa di blog kita, bukannya itu cuma memberi backlink ke blog yang lain aja

    • Herman Yudiono says

      Januari 27, 2015 at 4:15 pm

      Bagi saya, ya sepanjang relevan dengan postingan. Manfaatnya bagi blog adalah memberikan sumber referensi ke pembaca dan menginformasikan sinyal ke Google bahwa blog kita merefer postingan yang relevan.

Primary Sidebar

Artikel Terbaru

Fungsi Utama Hosting dan VPS yang Perlu Diketahui

Saya Pindah ke Bloggingmo

Cara Menghapus Blog di cPanel Hosting

Studi Kasus Blog Afiliasi #6: Setahun Folder Tekno (Trafik dan Penghasilan)

Studi Kasus Blog Afiliasi #5: Nomor 1 di Google dan Link Building yang Saya Lakukan

Studi Kasus Blog Afiliasi #4: Masuk Halaman 1 Google dan Perkembangan Trafik

Cara Mudah Setting Plugin Yoast SEO

© 2024 · Blogodolar Media · Home · Kontak · Arsip · Tips Pemula