Terjemahan How to adalah Cara

Saya sudah sering menjumpai tulisan dengan judul yang diawali kata how to. Sebagai contoh, How to Make Money Online, How to Write an Article in 20 Minutes, dan How To Earn $1,000 Per Article As A Freelance Writer.

Awalnya saya menerjemahkan how to sebagai cara. Misalnya, judul kedua pada contoh di atas saya terjemahkan menjadi: Cara Menulis Sebuah Artikel dalam 20 Menit. Namun, ketika saya membeli buku Marketing Revolution-nya Tung Desem Waringin, saya berubah pikiran.

Saya menerjemahkan how to menjadi bagaimana (misal Bagaimana Memperoleh $10.000 Per Bulan dari Google Adsense). Soalnya, di sampul buku tersebut saya menjumpai judul seperti ini: Bagaimana Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000% dalam Waktu 6 Bulan/Kurang dengan Marketing.

Bila diterjemahkan ke Bahasa Inggris, judul itu menjadi: How to Increase Your Wealth Up to 2,000% in 6 Months or Less with Marketing.

Setelah sekian lama, saya pun mengkritisi sendiri terjemahan how to. Benarkah terjemahannya menjadi bagaimana?

Saya membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia online dan menemukan arti kata bagaimana sebagai berikut:

ba·gai·ma·na pron 1 kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan (lazimnya diikuti kata cara): – caranya membeli buku dr luar negeri?; 2 kata tanya untuk menanyakan akibat suatu tindakan: – kalau dia lari nanti?; 3 kata tanya untuk meminta pendapat dr kawan bicara (diikuti kata kalau): – kalau kita pergi ke Puncak?; 4 kata tanya untuk menanyakan penilaian atas suatu gagasan: – pendapatmu?;

Dari arti di atas, bagaimana adalah sebuah kata tanya. Bila kata tanya tentunya harus disertai dengan tanda tanya, bukan?

Dengan demikian, menurut saya tidak tepat bila bagaimana digunakan tanpa tanda tanya seperti dalam: Bagaimana Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000% dalam Waktu 6 Bulan/Kurang dengan Marketing.

Mestinya: Cara Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000% dalam Waktu 6 Bulan/Kurang dengan Marketing, yang dalam Bahasa Inggris menjadi How to Increase Your Wealth Up to 2,000% in 6 Months or Less with Marketing.

Oleh karena itu, menurut saya how to terjemahannya adalah cara.

Bagaimana menurut Anda?

Info: Postingan berjudul Bagaimana Memperoleh $10.000 Per Bulan dari Google Adsense sudah diubah menjadi Cara Memperoleh $10.000 Per Bulan dari Google Adsense.

Ebook Gratis untuk Anda

cover bawah postDownload (unduh) ebook "Cara Saya Menghasilkan Rp 620 Juta dari Blog". Dengan mengunduhnya, Anda sekaligus berlangganan newsletter Blogodolar. Manfaat berlangganan newsletter ini antara lain Anda akan mendapatkan diskon 50% dari buku-buku terbaru saya dan tips/trik ngeblog yang belum pernah saya publikasikan di Blogodolar. Ketikkan nama dan email Anda pada kolom di bawah ini sehingga Anda akan segera mendapatkan ebook tersebut.

Headline

Comments

  1. Wah jadi ahli bahasa nich…

  2. Memang kalau mau mencari satu perstu ejaan kata di internet yang kurang sesuai dengan arti kata menurut kamus Indonesia sangat banyak sekali..

    Tapi menurutku itu semua hanyalah sebuag trik bagaimana bisa menarik minat pembaca. Supaya tulisan dibaca oleh orang banyak..

  3. He. he. .. terus terang sy tergoda untuk komen soal ini ….
    Jadi, menurut saya, status kata “bagaimana” atau “cara” memang mirip. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang menggabungkan dua kata itu dalam satu kalimat menjadi “bagaimana cara bla bla”.

    Saya baru tahu definisi “bagaimana” yang dikeluarkan oleh KBBI online adalah seperti itu. Jika seperti itu definisinya, tentu kurang lengkap. Terlalu sempit. Sebab kenyataannya kata “bagaimana” statusnya bukan cuma kata tanya.

    Contohnya coba simak kalimat berikut :
    1. Sebab meskipun kata “bagaimana” sering digunakan untuk bertanya, dalam praktiknya sehari-hari tergantung “bagaimana” audiens membacanya.
    2. “Bagaimana” kita bisa tahu soal itu, sedangkan semua orang masih bingung dengan definisi yang dikeluarkan oleh KBBI itu.

    Coba lihat, dua kalimat di atas mengandung kata “bagaimana”. Apakah kalimat itu harus diakhiri dengan tanda tanya? Kalau saya pribadi lebih suka tanpa tanda tanya.
    Ini pendapat pribadi lho…Sebab saya bukan ahli bahasa. Begitu kang Yudi….

    Terus.. soal penggunaan tanda tanya. Kang Yudi menggunakan tanda tanya dalam judul postingan ini “Terjemahan How to adalah Cara?” Padahal asal kalimat itu adalah pernyataan bukan pertanyaan.

    Dalam dunia pers jaman sekarang, mengubah pernyataan jadi pertanyaan adalah sebagai trik untuk cari aman. Sebab yang bisa dituntut adalah pernyataan. Sedangkan pertanyaan tidak bisa dituntut.

    Tetapi sejatinya pernyataan tetaplah pernyataan meskipun dibubuhi “tanda tanya” di belakangnya. Karena meskipun berubah jadi pertanyaan, opini tetap terbentuk sebagaimana layaknya sebuah pernyataan.

    Jadi menurut saya kalimat “Terjemahan How to adalah Cara?” sangat pas untuk menggiring opini. Apalagi di akhir postingan akhirnya diambil kesimpulan bahwa terjemahan how to adalah cara. Tapi ini kan pendapat peribadi. Sah sah saja…. mari kita hargai.

    Dan saya berterimakasih kpd Anda yang telah menggoda saya utk komen sepanjang ini.
    Padahal hari ini saya juga belum menyiapkan postingan… untuk ngisi blog saya yang lagi sepi pengunjung… #_^

    • Kang Yudiono says:

      Terima kasih komentarnya yang luar biasa ini, Mas Emha.
      Saya sendiri lebih condong mengartikannya how to menjadi cara.
      Semoga ada ahli tata bahasa yang memberikan pencerahan kepada hal yang kita diskusikan ini.

  4. iskandaria says:

    Saya setuju Kang, bahwa penggunaan kata ‘bagaimana’ harusnya diakhiri dengan tanda tanya. Saya juga merasa agak janggal dengan judul yang menggunakan kata ‘bagaimana’ di awalnya. Oleh sebab itulah, saya tidak pernah menggunakan kata tersebut dan lebih memilih kata ‘cara’.

  5. nembak keyword nih om..
    hehe.