Beberapa hari lalu saya chatting dengan seorang teman. Ia bercerita bahwa ia sedang malas ngeblog karena blognya dikritik sebagai blog sampah oleh seorang blogger. Selesai chatting saya bertanya kepada diri sendiri, siapa yang salah: “Apakah teman saya yang terlalu sensitif ataukah pengkritik yang terlalu arogan?” Huh…
Berkenan Blog Anda Dikritik? Silakan Hubungi Saya
Beberapa sahabat merespon postingan kritik mengkritik antar blogger dengan menyatakan kesediaannya dikritik oleh saya. Sungguh respon yang di luar dugaan saya.
Oleh karena itu, saya mencoba mengeksplorasinya dengan membuat postingan reguler (seminggu sekali) tentang Kritik Blog Sahabat. Kritik ini bukan review, namun berupa masukkan dari saya yang difokuskan kepada 2 hal berikut beserta solusinya.
Jangan Takut Mengkritik dan Dikritik Blogger Lain
Jika Anda sering menyimak berita politik, tentunya Anda sudah familiar dengan kritik mengkritik antar politikus. Bagi orang awam, mungkin ini adalah sebuah permainan demi kepentingannya semata. Namun, jika ditelaah secara mendalam, kritik mengkritik itu tak lain adalah sebuah adu argumen berdasarkan fakta dan data yang dimiliki masing-masing.
Dalam dunia ngeblog sepertinya tidak jauh beda. Kritik mengkritik adalah hal wajar, sepanjang tidak mengandung SARA dan bertujuan untuk membangun aktivitas ngeblog yang lebih baik. Jadi, jangan takut jika Anda mengkritik atau dikritik blogger lain. Mengapa? Di bawah ini adalah beberapa alasan dan studi kasusnya.