Pada postingan sebelumnya saya memposting 10 kekeliruan saat menulis. Saya yakin Anda ingin kekeliruan itu teratasi. Selain demi kenyamanan pengungjung dalam membaca, postingan tanpa kekeliruan akan meningkatkan kecakapan Anda dalam menulis. Bagaimana caranya agar kekeliruan tersebut bisa diatasi? Tidak ada jalan lain, Anda harus memeriksanya sebelum postingan diterbitkan.
Mengapa postingan tersebut harus diperiksa sebelum diterbitkan? Bukankah Anda bisa juga memeriksanya setelah postingan itu diterbitkan?
Menurut saya, memeriksa postingan sebelum diterbitkan jauh efektif karena kekeliruan tersebut tidak diketahui oleh orang lain. Dengan kata lain, mencegah lebih baik daripada “mengobati”.
Jika Anda memeriksanya setelah diterbitkan, bukan tidak mungkin kekeliruan tersebut diketahui oleh pembaca yang sedang berkunjung ke blog Anda. Hal ini akan berdampak kepada kenyamanan pembaca tersebut dan kecakapan menulis Anda.
Daftar Periksa
Proses pemeriksaan postingan dilakukan dengan menyimpannya sebagai draft dan meninjaunya melalui fasilitas preview post (klik kanan fasilitas tersebut). Apa saja yang harus diperiksa? Di bawah ini adalah daftarnya yang bisa Anda jadikan sebagai panduan.
1. Adakah salah ketik?
Bacalah setiap kalimat yang Anda tulis. Mulailah dengan membaca dari bagian atas tulisan (bukan sebaliknya). Jika Anda menemukan kesalahan pengetikan, segera perbaiki (jangan ditunda-tunda).
2. Apakah link internal atau eksternal sudah benar?
Katakanlah Anda menyertakan link internal dan atau link eksternal dalam postingan yang sedang dibuat. Periksa kedua jenis link tersebut untuk memastikan bahwa alamat yang dituju sudah benar. Anda bisa mengarahkan pointer mouse ke link tersebut sehingga alamatnya tertera di bagian bawah browser. Atau, Anda bisa juga dengan mengklik link tersebut.
3. Apakah anchor text sudah benar?
Bila Anda menulis paid review, Anda wajib memastikan achor text sudah benar. Bila tidak, besar kemungkinan tulisan paid review Anda tersebut bakal ditolak. Pemeriksaan anchor text tidak terbatas kepada paid review saja, namun Anda harus juga memastikan anchor text pada postingan Anda yang lain.
4. Apakah tata bahasanya sudah benar?
Tata bahasa ini bisa berupa penggunaan kata, bentuk kata setelah ditambah awalan atau akhiran, dan sebagainya. Untuk memastikan bahwa tata bahasa tersebut benar, silakan Anda memeriksanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan.
Pada kolom pencarian, ketikan kata yang ingin periksa. Misalnya, mempesona. Anda akan mendapati bahwa kata ini tidak sesuai dengan kriteria pencarian. Cobalah ketikkan kata dasarnya yaitu pesona. Anda akan mendapati arti kata tersebut beserta arti dan turunannya.
5. Apakah kata asing yang digunakan sudah dimiringkan?
Adakalanya kata atau kalimat asing susah dipadankan atau tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Miringkan kata tersebut. Bagaimana cara efektifnya? Silakan simak pada postingan Trik Memformat Teks Berulang yang ditulis oleh Budi Astawa.
6. Apakah kategorinya sudah tepat?
Lihat kategori yang biasanya ada di akhir atau awal postingan. Pastikan bahwa kategori postingan yang Anda buat sudah tepat sehingga terkelompok dengan postingan sejenis lainnya.
7. Apakah Anda sudah menyertakan link gambar?
Banyak gambar atau foto gratis yang bisa Anda gunakan dalam postingan. Walaupun gratis, sebaiknya Anda menyertakan link ke sumbernya. Selain menghindari pelanggaran hak cipta, link tersebut berguna juga bagi pembaca yang ingin menggunakan gambar tersebut.
8. Sudahkan waktu terbitnya benar?
Mungkin saja Anda hendak menjadwalkan postingan. Periksa apakah waktu terbitnya (bulan, tanggal, dan jam) sudah benar. Bila tidak, postingan itu akan terbit tidak sesuai yang Anda jadwalkan.
9. Apakah tag postingan sudah relevan?
Setiap postingan memiliki tag. Periksa tag tulisan tersebut apakah sudah tepat. Mengapa? Hal ini karena tag berpengaruh kepada postingan terkait yang akan ditampilkan.
10. Apakah sudah menyisipkan read more?
Ini berlaku bagi Anda yang memotong tampilan postingan di halaman utama. Anda tidak bisa memeriksa read more saat meninjau tulisan, namun Anda bisa memeriksanya di layar tempat Anda membuat postingan.
Tentunya masih banyak daftar periksa lain yang bisa Anda lakukan. Salah satunya bisa Anda lihat di tulisan Daniel Scocco yaitu The Blog Post Checklist: Use Before Hitting Publish.
Sumber gambar: Alan Cleaver


Makasi tipsnya kang. Sangat bermanfaat dalam upaya membuat tulisan saya lebih baik lagi. Saya tertarik dengan poin 4 dan 5. Segera berkunjung kesana Kang.
Tipsnya bagus kang, terkadang saya mengabaikan hal2 tersebut. Thanks….
makasih sekali pakde tipsnya
makin menuju prof blog
kadang yang suka salah dibagian ancor textnya, tapi sekarang orderan PTR sepi sob
Makasih tutorialnya kang,sangat membantu.Hapir semuanya saya abaikan tapi yang paling sering fatal adalah pada point 4-5.
Yang saya bingung kadang penggolongan kategori Kang, karena biasanya tulisan bisa masuk dalam dua kategori bahkan lebih,, bahkan di blog saya masih ada kategori uncategorized dan ada satu tulisan di dalamnya. Apa dampak kalau baru di edit sekarang sedangkan misalnya tulisan sudah di posting 2 bulan yang lalu?
kadang, tata bahasa saya acak2n. heheu..
Untuk tata bahasa yang seperti inilah menjadi kelemahan saya dalam menulis.
Makasih tips-nya kang.
Kadang-kandang saya masih sering salah tulis kang.
saya kurang memperhatikan masalah tata bahasa, suka nulis dengan gaya bahasa sendiri soalnya, tapi semoga masih mudah difahami, kalo salah ketiknya sih sering, walaupun udah di cek ulang, tapi tetep aja sering ketauannya pas udah posting
nomor 4,5,7,8 jarang saya lakukan/cek.
Silakan dicoba Bli.
Kalau sudah terbiasa, hasilnya akan lebih baik lho.
Setelah membaca posting di atas,tidak sadar juga berarti saya selama ini sering juga melakukan kesalahan. Makasih..
ewww..lengkap banget kang
jadi tambah pengetahuan dan tambah pinter nih..
Semoga bermanfaat bagi Mbak Anna ya
nice tips bro,coz ane sering keliru waktu terbitkan posting.
apa lagi klo pasang link.
bener nih, kebetulan saya sering keburu-buru buat publish beberapa posting..maklum kejar target…
regards
pimp
Moses God was not God of the Jews — 3:7 And the LORD said: ‘I have surely seen the affliction of My people that are in Egypt and have heard their cry by reason of their taskmasters; for I know their pains; and I am come down to deliver them out of the hand of the Egyptians and to bring them up out of that land unto a good land and a large unto a land flowing with milk and honey; unto the place of the Canaanite and the Hittite and the Amorite and the Perizzite and the Hivite and the Jebusite.
I truly love keeping up with your articles. It honestly brings something special the day.
Saya biasanya yang sering keliru adalah salah tulis. Terima kasih sudah mengingatkan saya Kang, sebelum posting akan selalu saya teliti hal2 di atas