<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogodolar &#187; Tips Wordpress</title>
	<atom:link href="http://www.blogodolar.com/category/tips-wordpress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.blogodolar.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:22:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Cara Membuat Postingan Terkait di Konten Feed WordPress</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-postingan-terkait-di-konten-feed-wordpress/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-postingan-terkait-di-konten-feed-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 13:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat postingan terkait]]></category>
		<category><![CDATA[postingan terkait]]></category>
		<category><![CDATA[postingan terkait di feed]]></category>
		<category><![CDATA[RSS feed]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=5113</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mas mau nanya, di bagian paling bawah email RSS-nya Blogodolar ada menu Postingan Terkait. Bagaimana cara membuatnya?&#8221; Demikian pertanyaan saudara Ansar saat berkomentar di postingan Wawancara dengan Gus Adit. Yang dimaksudkan Sdr Ansar tersebut bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini. Catatan: Yang saya tampilkan di atas adalah postingan terkait di RSS feed, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Mas mau nanya, di bagian paling bawah email RSS-nya Blogodolar ada menu Postingan Terkait. Bagaimana cara membuatnya?</em>&#8221;</p>
<p>Demikian pertanyaan saudara <a href="http://www.ansharamin.net/">Ansar</a> saat berkomentar di postingan <a href="http://www.blogodolar.com/wawancara-dengan-gus-adit-mengenai-bagaimana-memperoleh-seribu-pelanggan/">Wawancara dengan Gus Adit</a>.</p>
<p><span id="more-5113"></span>Yang dimaksudkan Sdr Ansar tersebut bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-5116" title="Postingan terkait di RSS feed" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/07/Postingan-terkait-di-RSS-feed.png" alt="Postingan terkait di RSS feed" width="540" height="354" /></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Catatan</span>: Yang saya tampilkan di atas adalah postingan terkait di RSS <em>feed</em>, namun tampilan ini sama juga dengan tampilan <em>feed</em> via email.</p>
<p>Jawaban pertanyaan Sdr. Ansar bergantung pada platform blog yang digunakan. Karena saya menggunakan wordpress, maka jawaban saya adalah dengan menggunakan <a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-postingan-terkait-menggunakan-plugin-wp-related-posts/">plugin WordPress Related Posts</a>.</p>
<p>Caranya dengan mencentang bagian <em>Display Related Posts on Feed?</em> pada plugin tersebut. Agar lebih jelas, silakan simak pada gambar di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-5117" title="Display related post on Feed" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/07/Display-related-post-on-Feed.png" alt="Display related post on Feed" width="514" height="174" /></p>
<p style="text-align: left;">Apa keuntungan menampilkan postingan terkait di konten <em>feed</em>? Menurut saya ada dua.</p>
<p style="text-align: left;">Pertama, mengingatkan pelanggan akan postingan relevan dengan postingan yang sedang dibacanya. Kedua, jika mereka tertarik membaca postingan terkait tersebut, maka <em>page views</em> harian blog Anda akan bertambah.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-gambar-kecil-di-postingan-terkait/" title="Cara Menampilkan Gambar Kecil di Postingan Terkait">Cara Menampilkan Gambar Kecil di Postingan Terkait</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/mengirimkan-pesan-aktivasi-berlangganan-secara-serentak/" title="Cara Mengirimkan Pesan Aktivasi Secara Serentak Kepada Pelanggan yang Belum Aktif">Cara Mengirimkan Pesan Aktivasi Secara Serentak Kepada Pelanggan yang Belum Aktif</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-mengetahui-pelanggan-yang-belum-aktif/" title="Cara Mengetahui Pelanggan yang Belum Aktif">Cara Mengetahui Pelanggan yang Belum Aktif</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/3-keuntungan-menawarkan-berlangganan-rss-via-email/" title="3 Alasan Menawarkan Berlangganan Via Email">3 Alasan Menawarkan Berlangganan Via Email</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/alasan-berhenti-berlangganan-rss-blog/" title="7 Alasan Mengapa Orang Berhenti Berlangganan RSS Suatu Blog ">7 Alasan Mengapa Orang Berhenti Berlangganan RSS Suatu Blog </a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-postingan-terkait-di-konten-feed-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Setting Plugin W3 Total Cache</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 03:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan W3 Total Cache]]></category>
		<category><![CDATA[proses kerja W3 Total Cache]]></category>
		<category><![CDATA[setting W3 Total Cache]]></category>
		<category><![CDATA[W3 Total Cache]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4940</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lalu seorang pengunjung menghubungi saya via email mengenai cara setting plugin W3 Total Cache. Saya membalas emailnya seraya berjanji akan membahasnya dalam sebuah postingan dua minggu berikutnya. Karena beragam kesibukan, baru kali ini saya bisa menampilkannya. Plugin W3 Total Cache sebelumnya tidak pernah saya gunakan. Namun, setelah blog hiburan saya dinonaktifkan Hostgator karena over [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan lalu seorang pengunjung menghubungi saya via email mengenai cara setting plugin W3 Total Cache. Saya membalas emailnya seraya berjanji akan membahasnya dalam sebuah postingan dua minggu berikutnya. Karena beragam kesibukan, baru kali ini saya bisa menampilkannya.</p>
<p><span id="more-4940"></span>Plugin W3 Total Cache sebelumnya tidak pernah saya gunakan. Namun, setelah blog hiburan saya dinonaktifkan Hostgator karena over CPU akibat memperoleh 15.000 pengunjung sehari, plugin ini menjadi plugin wajib bagi semua blog yang saya miliki.</p>
<p>Setidaknya ada 4 alasan kelebihan W3 Total Cache dibanding plugin <em>cache</em> lain:</p>
<ul>
<li>Meningkatkan kecepatan dan kinerja blog secara dramatis sehingga tahan dikunjungi banyak pengunjung, misalnya lebih 10.000 pengunjung harian</li>
<li>Direkomendasikan oleh banyak penyedia web hosting, seperti MediaTemple, Host Gator, dan Page.ly</li>
<li>Digunakan oleh blog-blog ternama seperti mattcutts.com, mashable.com, smashingmagazine.com, makeuseof.com,  yoast.com, pearsonified.com, johnchow.com, dan sebagainya.</li>
<li>Mudah digunakan tanpa harus menambahkan kode-kode tertentu.</li>
</ul>
<p>Sesuai namanya, plugin ini meningkatkan kinerja blog melalui sistem <em>cache</em> (penyimpanan sementara pada file blog atau website yang telah dibuka). Karena disimpan sementara, maka file-file tadi akan mudah dibuka oleh pengunjung lain.</p>
<p><strong>Cara instal W3 Total Cache</strong></p>
<p>Berikut adalah cara instal W3 Total Cache</p>
<p>1. Pada fitur Plugins, <em>klik Add New</em></p>
<p>2. Pada kolom pencarian, ketik W3 Total Cache lalu klik tombol <em>Search Plugins</em></p>
<p>3. Klik <em>Install Now</em> lalu klik <em>Activate Plugin</em> untuk mengaktifkannya.<strong> </strong></p>
<h3><strong>Cara Setting W3 Total Cache</strong></h3>
<p>Setelah diaktifkan, plugin ini bisa di-<em>setting</em> pada fitur Performance.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-4943 aligncenter" title="Performance " src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/05/Performance.png" alt="Performance " width="206" height="219" /></p>
<p>Pada bagian ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menonaktifkan <em>Preview Mode</em> agar semua hasil <em>setting</em> bisa disimpan. Caranya dengan mengklik  tombol <em>Deploy</em> atau <em>Disable</em>.</p>
<p>Ada banyak fitur pada plugin ini seperti <em>Page Cache, Minify, Database Cache, Object Cache, Varnish, content delivery network, browse cache</em>, dan sebagainya. Namun, jangan khawatir, Anda tidak perlu men<em> </em>yeting semua fitur tersebut.</p>
<p>Dari email reaktivasi blog hiburan saya, Hostgator sendiri hanya meminta mengkatifkan <em>Page Cache, </em><em>Database Cache, </em>dan<em> Object Cache. </em>Namun, menurut saya <em>Minify</em> juga penting.</p>
<p><strong>Page Cache</strong></p>
<p><em>Page cache</em> mampu melakukan page caching untuk menurunkan waktu respon blog dan meningkatkan skala server hosting yang digunakan. Cara mengaktifkannya dengan mencentang kolom <em>Page Cache</em> dan memilih <em>Disk (Enhanced)</em> pada kolom <em>Page Cache Method</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4945" title="Page cache" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/05/Page-cache.png" alt="Page cache" width="451" height="297" /></p>
<p><strong>Minify</strong></p>
<p>Minify berfungsi menurunkan <em>load time</em> dengan menurunkan ukuran dan jumlah file CSS dan Java Script (JS). Selain itu, fitur ini secara otomatis menghilangkan data-data <acronym title="Cascading Style Sheet">CSS</acronym>, <acronym title="JavaScript">JS</acronym>, feed, dan <acronym title="Hypertext Markup Language">HTML</acronym> yang tak perlu.</p>
<p>Untuk mengaktifkan fitur ini, Anda cukup mencentang kolom <em>Enable </em><em></em>. Yang lain dibiarkan sesuai bawaannya (<em>default</em>).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4954" title="Minify setting" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/05/Minify-setting.png" alt="Minify setting" width="448" height="308" /></p>
<p><strong>Database Cache</strong></p>
<p>Fitur ini mampu melakukan <em>database caching</em> untuk mengurangi waktu respon postingan, halaman, dan feed. Cara mengatifkannya seperti berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4949" title="Database cache setting" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/05/Database-cache-setting.png" alt="Database cache setting" width="451" height="291" /></p>
<p><strong>Object Cache</strong></p>
<p>Fitur ini melakukan <em>object caching</em> yang meningkatkan kinerja situs atau blog dinamis secara signifikan. Cara mengkatifkannya seperti berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-4950 aligncenter" title="Object Cache" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/05/Object-Cache.png" alt="Object Cache" width="451" height="288" /></p>
<p><strong>Browser Cache</strong></p>
<p><em>Browser Cache</em> mengurangi <em>loading</em> server dan menurunkan waktu respon dengan menggunakan <em>cache</em> yang tersedia pada browser pengunjung. Fitur ini sudah <em>Enable</em>, jadi tidak perlu diaktifkan lagi.</p>
<p><strong>Content delivery network </strong></p>
<p><em>Content delivery network</em> (CDN) digunakan jika blog Anda ditargetkan ke pengunjung di seluruh dunia. Untuk menggunakan fitur ini, Anda juga harus membayar pada CDN provider, misalnya MaxCDN.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman saya di blog hiburan dengan pengunjung 15 ribu sehari, cara setting W3 Total Cache di atas sudah cukup. Fitur-fitur yang lain dibiarkan sesuai bawaannya.</p>
<p>Semoga bermanfaat bagi Anda.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-logo-blog-dengan-photoshop/" title="Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop">Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Floating Banner di Footer WordPress</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 14:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[banner melayang di wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat iklan melayang]]></category>
		<category><![CDATA[cara setting wp footer ad]]></category>
		<category><![CDATA[floating banner]]></category>
		<category><![CDATA[wp footer ad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4749</guid>
		<description><![CDATA[Dua minggu lalu ada seorang pemasang iklan yang berniat memasang floating banner (banner melayang) 728 x 90 di Blogotainmen. Setelah sepakat mengenai harga, saya bingung bagaimana cara membuatnya. Dilihat dari ukuran, floating banner 728 x 90 cocoknya diletakkan di header atau footer. Untunglah, kebingungan saya itu menemukan jalan keluarnya. Rekan saya, Franky Roni dari Blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua minggu lalu ada seorang pemasang iklan yang berniat memasang <em>floating banner</em> (<em>banner</em> melayang) 728 x 90 di <a href="http://www.blogotainmen.com/">Blogotainmen</a>. Setelah sepakat mengenai harga, saya bingung bagaimana cara membuatnya. Dilihat dari ukuran, <em>floating banner</em> 728 x 90 cocoknya diletakkan di <em>header</em> atau <em>footer</em>. Untunglah, kebingungan saya itu menemukan jalan keluarnya.</p>
<p><span id="more-4749"></span>Rekan saya, Franky Roni dari <a href="http://www.blogpopuler.com/">Blog Populer</a> menginformasikan cara membuat <em>floating banner</em> di <em>footer</em> menggunakan plugin WP Footer Ad buatan Stefan Des. Contoh <em>banner</em> yang dihasilkan bisa Anda lihat di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4753" title="contoh floating banner" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/04/contoh-floating-banner.png" alt="contoh floating banner" width="500" height="190" /></p>
<p>Berikut adalah cara instal dan <em>setting</em> plugin tersebut.</p>
<p><strong>Instal wp ad footer</strong></p>
<p>1. Masuk ke dasbor blog wordpress Anda (bukan wordpress.com)</p>
<p>2. Pada fitur Plugins, klik <em>Add New</em></p>
<p>3. Pada kolom <em>Search</em>, ketik WP Footer Ad lalu tekan tombol <em>Search Plugins</em></p>
<p>4. Klik <em>Install Now</em></p>
<p>5. Klik <em>Active</em> untuk mengaktifkan plugin WP Footer Ad</p>
<p><strong>Setting WP Footer Ad</strong></p>
<p>1. Pada fitur Plugins, klik WP Footer Ad</p>
<p>2. Akan tampil menu WP Footer Ad Settings</p>
<p>3. Pada bagian <em>General Settings</em>, centang kotak di sebelah Enable Plugin yang bertujuan menampilkan <em>banner floating</em></p>
<p>4. Pada bagian<em> Plain Text or Image Banner</em>, pilih warna latar, ukuran huruf, warna huruf, dan link target (<em>New tab/window</em> atau <em>The same tab/window</em>)</p>
<p>5. Masukkan link tujuan (link pemasang iklan) pada <em>Destination Url</em></p>
<p>6. Pada <em>Image Url</em>, masukkan link sumber gambar <em>banner</em> yang sudah Anda <em>upload</em> sebelumnya. Contohnya seperti di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4750" title="image banner setting" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/04/image-banner-setting.png" alt="image banner setting" width="520" height="307" /></p>
<p style="text-align: left;">7. Klik <em>Save Settings</em> untuk menyimpan setelan yang Anda buat.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Secara <em>default</em>, tinggi <em>banner </em>pada WP Footer Ad adalah 60 px. Agar <em>banner</em> yang tampil tidak terpotong, Anda perlu mengubah tinggi <em>banner</em> tersebut menjadi 90 px atau lebih.</p>
<p style="text-align: left;">Caranya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: left;">1. Pada fitur Plugins, klik <em>Editor</em></p>
<p style="text-align: left;">2. Pada bagian <em>Select plugin to edit</em>, pilih WP Footer Ad lalu klik tombol <em>Select</em></p>
<p style="text-align: left;">3. Klik <em>wp-footer-ad/js/jquery.wp-theme.js</em></p>
<p style="text-align: left;">4. Cari kode link.height lalu ubah ukurannya dari 60 menjadi 90 atau lebih. Contohnya seperti di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4752" title="link lenght edit" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/04/link-lenght-edit.png" alt="link lenght edit" width="410" height="271" /></p>
<p style="text-align: left;">5. Klik <em>Update File</em> untuk menyimpan setelan tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">6. Cek <em>floating banner</em> di blog Anda.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga bermanfaat bagi Anda yang hendak memasang <em>floating banner</em> di <em>footer</em> wordpress.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><strong>Info</strong>: Jika Anda hendak memasang iklan melayang di <em>sidebar</em>, silakan simak tulisan Purba Kuncara dari Ada Bisnis : <a href="http://adabisnis.com/cara-mudah-membuat-iklan-floating-untuk-wordpress/">Cara Mudah Membuat Iklan Floating untuk WordPress</a>.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-logo-blog-dengan-photoshop/" title="Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop">Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimasi Database Blog WordPress Anda dengan WP-Optimize</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 09:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi database]]></category>
		<category><![CDATA[Optimasi Database Blog Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[plugin wp-optimize]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4661</guid>
		<description><![CDATA[WordPress menyimpan revisi postingan atau halaman secara otomatis. Hal ini ada untung dan ruginya. Keuntungannya adalah kita bisa me-restore revisi postingan bila postingan tersebut rusak atau bermasalah. Sementara itu, kerugiannya adalah revisi postingan tersimpan di database MySQL (dengan besar byte bergantung pada panjang dan besar tulisan) sehingga berpotensi memberatkan database blog. Sebagai contoh, bila besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WordPress menyimpan revisi postingan atau halaman secara otomatis. Hal ini ada untung dan ruginya. Keuntungannya adalah kita bisa me-<em>restore</em> revisi postingan bila postingan tersebut rusak atau bermasalah. Sementara itu, kerugiannya adalah revisi postingan tersimpan di database MySQL (dengan besar byte bergantung pada panjang dan besar tulisan) sehingga berpotensi memberatkan database blog.</p>
<p><span id="more-4661"></span>Sebagai contoh, bila besar postingan 100KB, maka 6 revisi yang tersimpan bisa menjadi  600KB. Bila ada 100 postingan serupa, maka bisa jadi  besar database menjadi 600MB. Bagaimana cara mengatasinya?</p>
<p>Caranya adalah dengan menghapus revisi postingan tersebut dari database (jika Anda merasa revisi postingan itu tidak diperlukan). Penghapusan ini menggunakan plugin WP-Optimize. Fitur, cara instal, dan cara menggunakannya bisa Anda lihat di tulisan Abbi Umar dari BloggerPemula.info yaitu <a href="http://www.bloggerpemula.info/cara-optimasi-blog-wordpress-bagi-pemula-dengan-plugin-wp-optimize/">Cara Optimasi Blog WordPress Bagi Pemula Dengan Plugin WP-Optimize</a>.</p>
<p>Sekadar infromasi, Abbi Umar adalah teman sekantor saya yang berperan besar dalam memindahkan Blogodolar dari <a href="http://www.blogodolar.com/blogodolar-pindah-hosting-dari-blue-host-ke-doreo/">hosting BlueHost ke Doreo</a>.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/spam-menggila/" title="Spam Menggila">Spam Menggila</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 16:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Thumbnail]]></category>
		<category><![CDATA[Thumbnail for Exerpts]]></category>
		<category><![CDATA[Thumbnail Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[Thumbnail Postingan di Homepage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4648</guid>
		<description><![CDATA[Thumbnail postingan di homepage bisa ditampilkan dengan plugin atau tanpa plugin (coding). Bagi Anda yang ingin menampilkannya namun belum familiar dengan coding, Anda bisa menggunakan plugin Thumbnail for Exerpts (TFE). Contoh thumbnail yang dihasilkan plugin ini adalah sebagai berikut: Di bawah ini adalah cara instal dan menggunakan plugin TFE. Instal TFE 1. Login ke blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Thumbnail</em> postingan di <em>homepage</em> bisa ditampilkan dengan plugin atau tanpa plugin (<em>coding</em>). Bagi Anda yang ingin menampilkannya namun belum familiar dengan <em>coding</em>, Anda bisa menggunakan plugin <strong>Thumbnail for Exerpts </strong>(TFE).</p>
<p><span id="more-4648"></span>Contoh <em>thumbnail </em>yang dihasilkan plugin ini adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4650" title="thumbnail homepage" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/01/thumbnail-homepage.jpg" alt="thumbnail homepage" width="319" height="253" /></p>
<p>Di bawah ini adalah cara instal dan menggunakan plugin TFE.</p>
<p><strong>Instal TFE</strong></p>
<p>1. Login ke blog wordpress.org Anda</p>
<p>2. Klik fitur Plugins, klik Add New</p>
<p>3. Pada bagian Search, ketikkan Thumbnail For Excerpts</p>
<p>4. Klik tombol Search Plugin</p>
<p>5. Klik Install Now</p>
<p>6. Aktifkan plugin TFE dengan menekan link Active</p>
<p><strong>Cara Menggunakannya</strong></p>
<p>1. Pada fitur Settings, klik Thumbs Excerpts</p>
<p>2. Isi kolom Width dan Height sesuai selera Anda</p>
<p>3. Pilih posisi thumbnail</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4649" title="TFE settings" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/01/TFE.jpg" alt="TFE settings" width="472" height="206" /></p>
<p>4. Pilih yes pada bagian Apply on home</p>
<p>5. Pilih yes pada bagian Apply on archives (jika thumbnail ingin ditampilkan di Arsip)</p>
<p>6. Pilih yes pada bagian Apply on search (jika thumbnail ingin ditampilkan di halaman pencarian)</p>
<p>7. Bagian lain bisa Anda biarkan sesuai bawaannya</p>
<p>8. Klik Save changes untuk menyimpan pengaturan tersebut</p>
<p>9. Lihat hasilnya di homepage blog Anda</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-logo-blog-dengan-photoshop/" title="Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop">Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menambahkan www Setelah Menginstal WordPress</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 16:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Fantastico De Luxe]]></category>
		<category><![CDATA[menambahkan www di wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[setting URL wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Simple Script]]></category>
		<category><![CDATA[URL]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[www]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4633</guid>
		<description><![CDATA[Uniform Resource Locator (URL) sebuah blog atau situs bisa mengandung www atau tanpa www. Secara pribadi, saya cenderung menyukai URL ber-www. Oleh karena itu, saya selalu menambahkan www pada blog-blog yang saya miliki. Penambahan ini dilakukan sebelum instalasi wordpress dengan menggunakan autoinstaller Simple Script di BlueHost. Saya berasumsi bahwa hal yang sama bisa saya lakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Uniform Resource Locator</em> (URL) sebuah blog atau situs bisa mengandung www atau tanpa www. Secara pribadi, saya cenderung menyukai URL ber-www. Oleh karena itu, saya selalu menambahkan www pada blog-blog yang saya miliki.</p>
<p>Penambahan ini dilakukan sebelum instalasi wordpress dengan menggunakan <em>autoinstaller</em> Simple Script di BlueHost. Saya berasumsi bahwa hal yang sama bisa saya lakukan ketika menginstal wordpress menggunakan Fantastico De Luxe di Hostgator. Ternyata, asumsi saya itu keliru karena <em>autoinstaller</em> ini tidak menyediakan pilihan penambahan www.</p>
<p><span id="more-4633"></span>Jadinya, setiap blog yang saya hosting di Hostgator tidak memiliki www di URL-nya. Untuk mengatasi hal ini, saya mencari beberapa informasi terkait penambahan www via Fantastico De Luxe. Namun, tidak mendapatinya.</p>
<p>Secara tidak sengaja saya menemukan solusinya minggu lalu saat menginstal wordpress di Media Temple. Saat memilih domain yang hendak diinstal wordpress, ada keterangan untuk tidak menambahkan www di nama domain tersebut. Lebih lanjut, keterangan itu menyebutkan bahwa penambahan www bisa dilakukan di bagian <em>General Setting</em> dasbor blog (setelah instalasi wordpress).</p>
<p>Terpacu keterangan tersebut, saya login ke blog yang baru saja diinstalkan wordpress tersebut. Pada bagian <em>General Setting</em> terdapat WordPress address (URL) dan Site address (URL). Contoh <em>setting</em> URL tanpa www seperti di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4635" title="URL Setting tanpa www" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/01/URL-Setting-tanpa-www.jpg" alt="URL Setting tanpa www" width="435" height="204" /></p>
<p style="text-align: left;">Saya lalu menambahkan www pada kedua URL tersebut lalu menyimpannya dengan menekan <em>Save Change</em>. Tampilannya menjadi seperti di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4636" title="URL setting dengan www" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2011/01/URL-setting-dengan-www.jpg" alt="URL setting dengan www" width="452" height="203" /></p>
<p style="text-align: left;">Setelah perubahan itu disimpan, muncul peringatan error. Namun, itu tidak menjadi masalah. Saya mengecek alamat URL baru untuk memastikan bisa tidaknya diakses. Ternyata, bisa diakses. Dengan kata lain, penambahan www pada URL blog saya berhasil.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>URL blog lama</strong></p>
<p style="text-align: left;">Apakah terjadi <em>broken link</em> bila URL blog lama ditambahi www? Mungkin pertanyaan itu ada di pikiran Anda. Menurut pengalaman saya, tidak terjadi <em>broken link</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Namun, sebelum Anda menambahkan www pada URL blog lama Anda, sebaiknya Anda cek dulu PageRank blog Anda. Biasanya suka ada perbedaan antara URL domain dengan www dan tanpa www. Bila tidak ada perbedaan PageRank, Anda akan leluasa menambahkan www pada URL blog lama Anda.</p>
<p style="text-align: left;">Selamat mencoba!</p>
<p style="text-align: left;">Catatan: cara ini hanya bisa dilakukan pada blog wordpress dengan <em>self-hosting</em>.</p>
<p style="text-align: left;">
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/wordpress-com-terkena-ddos-attack-dari-china-sehingga-tidak-bisa-diakses/" title="Wordpress.com Terkena DDoS Attack Dari China Sehingga Tidak Bisa Diakses">Wordpress.com Terkena DDoS Attack Dari China Sehingga Tidak Bisa Diakses</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menampilkan Gambar Kecil di Postingan Terkait</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-gambar-kecil-di-postingan-terkait/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-gambar-kecil-di-postingan-terkait/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 15:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[cara menampilkan thumbnail]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[gambar postingan]]></category>
		<category><![CDATA[postingan terkait]]></category>
		<category><![CDATA[tempat foto gratis]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3770</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya menulis Blogotainmen Mencapai 600 Ribu Page Views Sebulan. Salah satu triknya adalah saya menampilkan gambar kecil (thumbnail) di postingan terkait dengan menggunakan plugin thumblated related post. Beberapa sahabat bertanya mengenai cara merapikan tampilan gambar kecil tersebut karena secara default tidak sama ukuran lebarnya (ada yang kecil, ada juga yang besar). Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Beberapa waktu lalu saya menulis <a href="http://www.blogodolar.com/blogotainmen-mencapai-600-ribu-page-views-sebulan/">Blogotainmen Mencapai 600 Ribu Page Views Sebulan</a>. Salah satu triknya adalah saya menampilkan gambar kecil (<em>thumbnail</em>) di postingan terkait dengan menggunakan plugin <em><a href="http://www.devilslab.com/wp-thumblated-related-post">thumblated related post</a></em>.</p>
<p style="text-align: left;">Beberapa sahabat bertanya mengenai cara merapikan tampilan gambar kecil tersebut karena secara <em>default</em> tidak sama ukuran lebarnya (ada yang kecil, ada juga yang besar). Dalam postingan ini saya berbagi caranya.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-3770"></span>Namun, sebelumnya saya mengingatkan terlebih dahulu bahwa plugin buatan Shekhar Saxena ini cocok digunakan untuk blog yang postingannya didominasi gambar atau di setiap postingannya minimal mengandung sebuah gambar.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, jika postingan Anda tidak berjenis itu, plugin ini tidak tepat karena akan muncul gambar kosong di postingan terkait.</p>
<p style="text-align: left;">Terlepas dari itu, berikut adalah tampilan gambar kecil yang dihasilkan plugin <em>thumblated related post</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-3123" href="http://www.blogodolar.com/blogotainmen-mencapai-600-ribu-page-views-sebulan/tampilan-thumlated-related-post/"><img class="aligncenter size-full wp-image-3123" title="Tampilan Thumlbated Related Post" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/06/Tampilan-Thumlated-Related-Post.jpg" alt="Tampilan Thumlbated Related Post" width="559" height="264" /></a></p>
<p>Cara membuatnya seperti di bawah ini:</p>
<p>1. Masuk ke blog wordpress.org Anda.</p>
<p>2. Pada fitur <em>Plugins</em>, klik <em>Add New</em>.</p>
<p>3. Ketikkan <em>thumblated related post</em> pada kolom yang ada lalu tekan <em>Search Plugins</em>.</p>
<p>4. Klik <em>Install Now</em> lalu tekan tombol <em>Active</em> untuk mengaktifkan plugin tersebut.</p>
<p>5. Pada fitur <em>Settings</em>, klik link <em>Thumblated Related Posts.</em></p>
<p>6.Akan muncul <em>template</em> untuk mengatur tampilan postingan terkait. <em>Template</em> ini terdiri dari <em>Header</em>, <em>Body</em>, dan <em>Footer</em>.</p>
<p>7. <em>Header</em> adalah bagian di mana Anda bisa membuat judul, misalnya Postingan Terkait, Artikel Terkait, atau yang lainnya sesuai selera Anda. Semantara <em>Footer</em>, adalah tampilan bawah postingan terkait dan biarkan kode-kode yang ada sesuai bawaannya.</p>
<p>8. Yang perlu Anda edit adalah bagian <em>Body</em>. Untuk menampilkan gambar kecil seperti gambar di atas, <em>copy</em> dan <em>paste</em> kode berikut pada bagian <em>Body</em>.</p>
<blockquote><p>&lt;td  valign=&#8221;top&#8221; width=&#8221;130&#8243; padding=&#8221;5&#8243;&gt;<br />
&lt;div&gt;&lt;a href=&#8221;{link}&#8221;&gt;&lt;img src=&#8221;{image}&#8221; width=&#8221;110&#8243; height=&#8221;110&#8243;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;<br />
&lt;p style=&#8221;text-align: left;&#8221;&gt;&lt;a href=&#8221;{link}&#8221;&gt;{title}&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;</p></blockquote>
<p style="text-align: left;">9. Pada bagian <em>Configuration</em>, pilih <em>Max posts to show</em> (misalnya 4) dan <em>Excerpt length</em> (misalnya 100).</p>
<p style="text-align: left;">10. Klik <em>Save</em> untuk menyimpannya.</p>
<p style="text-align: left;">11. Selanjutnya <em>copy</em> kode <strong>&lt;?php boposts_show(); ?&gt;</strong> dan <em>paste</em> di bagian <em>Single Post</em> dengan mengedit <em>single.php</em>. Penempatan kode ini sesuai selera Anda. Sebagai contoh, lihat gambar di bawah ini.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-3777" href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-gambar-kecil-di-postingan-terkait/edit-single-php/"><img class="aligncenter size-full wp-image-3777" title="edit single php" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/08/edit-single-php.jpg" alt="edit single php" width="414" height="211" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a rel="attachment wp-att-3777" href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-gambar-kecil-di-postingan-terkait/edit-single-php/"></a>12. Setelah selesai, klik <em>Update File</em>.</p>
<p style="text-align: left;">13. Lihat tampilan postingan terkait Anda. Bila sukses, gambar kecil akan muncul di bagian tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga bermanfaat bagi Anda.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-mengecilkan-ukuran-gambar-hingga-5-kali-lipat/" title="Cara Mengecilkan Ukuran Gambar Hingga 5 Kali Lipat Tanpa Menggunakan Plugin">Cara Mengecilkan Ukuran Gambar Hingga 5 Kali Lipat Tanpa Menggunakan Plugin</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-postingan-terkait-di-konten-feed-wordpress/" title="Cara Membuat Postingan Terkait di Konten Feed Wordpress">Cara Membuat Postingan Terkait di Konten Feed Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-menemukan-foto-menarik-di-flickr-secara-cepat-tanpa-melanggar-hak-cipta/" title="Bagaimana Menemukan Foto Menarik di Flickr Secara Cepat Tanpa Melanggar Hak Cipta">Bagaimana Menemukan Foto Menarik di Flickr Secara Cepat Tanpa Melanggar Hak Cipta</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/5-tempat-memperoleh-gambar-atau-foto-gratis-untuk-blog-anda/" title="5 Tempat Memperoleh Gambar atau Foto Gratis Untuk Blog Anda">5 Tempat Memperoleh Gambar atau Foto Gratis Untuk Blog Anda</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-postingan-terkait-menggunakan-plugin-wp-related-posts/" title="Cara Membuat Postingan Terkait Menggunakan Plugin WP Related Posts">Cara Membuat Postingan Terkait Menggunakan Plugin WP Related Posts</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-gambar-kecil-di-postingan-terkait/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Logo Blog dengan Photoshop</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-logo-blog-dengan-photoshop/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-logo-blog-dengan-photoshop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 16:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat logo]]></category>
		<category><![CDATA[logo blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3499</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Kang Yudiono &#8211; Logo merupakan salah satu hal yang membuat suatu blog unik. Gus Adit,Â  salah satu pembaca setia Blogodolar, memiliki beberapa blog dengan logo yang keren. Oleh karena itu, saya memintanya untuk membuat tulisan mengenai cara membuat logo. Berikut adalah tulisannya. Banyak cara membuat logo blog, salah satunya dengan menggunakan Photoshop. Mungkin banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><em>Catatan Kang Yudiono &#8211; Logo merupakan salah satu hal yang membuat suatu blog unik. Gus Adit,Â  salah satu pembaca setia Blogodolar, memiliki beberapa blog dengan logo yang keren. Oleh karena itu, saya memintanya untuk membuat tulisan mengenai cara membuat logo. Berikut adalah tulisannya.</em></p>
<p style="text-align: justify">Banyak cara membuat logo blog, salah satunya dengan menggunakan Photoshop. Mungkin banyak di antara Anda yang sudah mengetahuinya, namun mungkin banyak pula yang sebaliknya. Jika Anda pada kondisi kedua, di bawah ini adalah langkah-langkah yang bisa membantu Anda membuat logo untuk blog Anda.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-3499"></span>Sekadar informasi, saya menggunakan Adobe Photoshop 8.0. Jangan khawatir jika Anda memiliki versi Photoshop yang berbeda karena tool-tool yang digunakan tersedia pada Photoshop versi berapa pun.</p>
<ol>
<li>Buka Photoshop dan buat sebuah file baru dengan mengklik menu <em>File Â» New</em> (Ctrl+N).</li>
<li>Pada jendela New, atur lebar (width) dan tinggi (height) sekitar 400 dan 100 pixels.Â  Pilih Resolusi 72 pixels/cm dan Color mode RGB 8 bit. Ukuran tersebut cukup bagus digunakan sebagai sebuah logo blog agar ukuran file yang dihasilkan tidak terlalu besar. Untuk background contents pilih <em>White</em>. Selanjutnya klik OK.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/New-Document.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3501" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/New-Document.gif" alt="New-Document" width="400" height="231" /></a></p>
<li>Setelah lembar kerja Anda terbuat, kini saatnya membuat tulisan untuk logo. Untuk itu klik <em>Horizontal Type Tool</em> (berupa huruf T) pada toolbox di sebelah kiri jendela Photoshop.Â  Ubah warna foreground menjadi hijau (#008000).</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Ubah-Foreground.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3525" style="border: 1px solid #333" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Ubah-Foreground.gif" alt="Ubah Foreground" width="51" height="51" /></a><br />
Klik pada lembar kerja dan ketik nama blog Anda. Pada contoh ini saya menamai blog saya dengan nama GLOSSY GREEN. Sesuai dengan warna tulisan logo dan efek glossy yang akan diberikan nantinya.<br />
<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Ketik-Nama-Blog.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3503" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Ketik-Nama-Blog.gif" alt="" width="300" height="80" /></a></p>
<li>Selanjutnya, masih pada layer tulisan, klik menu <em>Layer Â» Layer Style Â» Blending Option</em> untuk menambah style pada layer tulisan.</li>
<li>Pada jendela Layer Style, pilih dan tandai opsi Drop Shadow untuk menambah efek bayangan. Kemudian atur setting sebagai berikut:</li>
<p>Blend Mode: Multiply; Opacity: 75; Angle: 120, Distance: 3; Size: 4, selengkapnya lihat gambar.<br />
<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Drop-Shadow.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3504" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Drop-Shadow.gif" alt="Drop-Shadow" width="500" height="369" /></a></p>
<li>Selanjutnya, pilih dan tandai juga opsi <em>Bevel and Emboss</em>. Atur setting seperti berikut:</li>
<p>Style: Inner Bevel; Â Technique: Smooth, Depth: 100%; Direction: Up; Size: 2; Soften: 0; Angle: 120; Attitude: 30. Lihat gambar untuk setting selengkapnya.<br />
<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Bevel-and-Emboss.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3505" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Bevel-and-Emboss.gif" alt="Bevel-and-Emboss" width="500" height="369" /></a></p>
<li>Jika pengaturan sudah selesai, klik OK untuk menyimpan Layer Style.</li>
<li>Selanjutnya, kita akan menambahkan sebuah gambar di sebelah nama blog dengan menggunakan Custom Shape Tool. Karena temanya kebetulan berwarna hijau, maka saya akan menambahkan sebuah gambar rumput menggunakan cutom shape tadi.</li>
<li> Untuk itu, pilih Cutom Shape Tool <img class="alignnone size-full wp-image-3506" style="border: 1px solid #333" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Custom-Shape-Tool.gif" alt="CustomShapeTool" width="24" height="24" /> Kemudian pada toolbar, klik tanda panah kecil pada shape dan pilih Grass 2.<br />
<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Custom-Shape-Grass-2.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3507" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Custom-Shape-Grass-2.gif" alt="Custom-Shape-Grass-2" width="200" height="161" /></a></li>
<li>Buat sebuah layer baru dengan mengklik menu Layer Â» New Â» Layer (Shift+Ctrl+N) dan beri nama Rumput agar mudah mengenalinya. Kemudian gambar Shape grass tadi pada layer baru tersebut di sebelah kiri nama blog.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Shape-Rumput.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3526" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Shape-Rumput.gif" alt="Shape Rumput" width="300" height="80" /></a></p>
<li>Selanjutnya, berikan style pada layer Rumput dengan style yang sama pada layer nama blog. Seperti pada langkah 4 sampai 7.</li>
<li>Setelah selesai mengatur Layer Style, kini seleksi layer shape Rumput dengan cara melakukan Ctrl+Klik layer tulisan pada layerbox.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Seleksi-Layer.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3527" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Seleksi-Layer.gif" alt="Seleksi Layer" width="250" height="173" /></a><br />
Lakukan seleksi pula pada layer nama blog dengan cara melakukan Ctrl+Shift+Klik. Hingga kedua layer tersebut terseleksi seperti gambar berikut:<br />
<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hasil-Seleksi-Layer.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3528" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hasil-Seleksi-Layer.gif" alt="Hasil Seleksi Layer" width="300" height="80" /></a></p>
<li>Selanjutnya, buat sebuah layer baru dengan mengklik menu Layer Â» New Â» Layer (Shift+Ctrl+N) dan beri nama layer tersebut dengan nama Glossy Â untuk lebih memudahkan kita mengingat fungsi layer tersebut, yaitu memberi efek Glossy.</li>
<li>Setelah itu, pilih Paint Bucket pada toolbox <img class="alignnone size-full wp-image-3529" style="border: 1px solid #333" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Paint-Bucket-Tool.gif" alt="Paint Bucket Tool" width="24" height="24" /> dan pastikan warna foreground adalah putih (#FFFFFF).</li>
<li>Jika sudah, masih menggunakan Paint Bucket, klik pada lembar kerja Anda. Maka warna nama blog dan gambar rumput akan berubah menjadi putih.</li>
<li>Kemudian, pilih Eliptical Marquee Tool <img class="alignnone size-full wp-image-3533" style="border: 1px solid #333" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Eliptical-Marque-Tool.gif" alt="Eliptical Marquee Tool" width="24" height="24" /> pada toolbox dan buat seleksi pada area tulisan seperti gambar di bawah.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Seleksi-Dengan-Eliptical-Marquee-Tool.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3534" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Seleksi-Dengan-Eliptical-Marquee-Tool.gif" alt="Seleksi Dengan Eliptical Marquee Tool" width="308" height="83" /></a><br />
Jika sudah, klik kanan pilih pada hasil seleksi dan pilih Select Inverse atau Anda bisa menekan tombol Ctrl+Shift+i pada keyboard. Selanjutnya tekan tombol Delete pada keyboard. Terkahir tekan tombol Ctrl+D untuk menghilangkan seleksi. Hasil dari langkah tadi seperti gambar di bawah.<br />
<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hasil-Inverse-Seleksi.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3535" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hasil-Inverse-Seleksi.gif" alt="Hasil Inverse Seleksi" width="300" height="79" /></a></p>
<li>Setelah itu, masih di layer Glossy, ubah layer Opacity menjadi 15% dengan cara mengklik tanda panah kecil pada Opacity yang terletak di Layer Box.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Layer-Opacity.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3536" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Layer-Opacity.gif" alt="Layer Opacity" width="252" height="197" /></a><br />
Langkah ini bertujuan untuk memberikan effek glossy pada tulisan.</p>
<li>Selanjutnya, Anda bisa juga menambahkan tag line di bawah nama blog tadi dengan menggunakan Horizontal Type Tool.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Tag-line.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3538" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Tag-line.gif" alt="Tag line" width="300" height="79" /></a></p>
<li>Setelah Anda selesai menambahkan tag line atau gambar, selanjutnya simpan gambar tersebut ke format PNG agar bisa digunakan pada blog. Sebelum minyimpan hilangkan dulu layer background agar warna latar dari logo Anda transparan agar bisa dipasang pada header dengan warna latar apapun. Cara menghapusnya atau menyembunyikannya dengan mengklik gambar mata di sebelah layer background pada layer box.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hide-Background.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3537" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hide-Background.gif" alt="Hide Background" width="251" height="229" /></a></p>
<li>Jika warna latar sudah transparan, klik menu File Â» Save for Web (Alt+Shift+Ctrl+S). Pada jendela Save for Web, ubah preset di sebelah kanan atas jendela menjadi <em>PNG-24</em> dengan mengaktifkan <em>Transparency</em>, seperti gambar di bawah.</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Save-Preset.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-3539" style="border: 1px solid #333" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Save-Preset.gif" alt="Save Preset" width="200" height="77" /></a></p>
<li>Terakhir klik tombol Save dan berikan nama yang Anda inginkan. Hasil dari logo diatas kira-kira akan seperti gambar dibawah ini</li>
<p><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hasil-Akhir.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-3541" style="border: 1px solid #333" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/07/Hasil-Akhir.png" alt="Hasil Akhir" width="400" height="100" /></a></ol>
<p style="text-align: justify">Kini Anda sudah mempunyai logo yang cukup cantik untuk blog Anda. Anda bisa menambahkan kreasi Anda sendiri atau memakai warna lain pada logo tersebut agar sesuai dengan warna dominan blog Anda.</p>
<p style="text-align: justify">Sekian tutorial cara membuat logo sederhana dengan menggunakan Photoshop. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!</p>
<p><strong>Tentang Penulis</strong>:</p>
<p style="text-align: justify"><em>Gus Adit adalah blogger asal Bali pengelola blog</em> <a href="http://www.mypc-spot.com/">Dunia Komputer</a>. <em>Blog alumnus Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Udayana ini berisi tips dan berita seputar komputer dan internet. Simak salah satu artikel terpopulernya</em> <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/05/download-google-chrome-5-0-terbaru.html">Download  Google Chrome 5.0 Terbaru</a>.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-membuat-logo-blog-dengan-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>81</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menampilkan Hanya Judul Postingan di Halaman Kategori</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-hanya-judul-postingan-di-halaman-kategori/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-hanya-judul-postingan-di-halaman-kategori/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 12:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[cara menampilkan judul kategori]]></category>
		<category><![CDATA[edit tampilan kategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=2919</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan sebelumnya saya menginformasikan cara menampilkan seluruh postingan suatu kategori. Kekurangan dari cara ini adalah halaman kategori bisa memanjang karena seluruh postingan yang tampil secara default berupa ringkasan. Solusinya adalah dengan mengedit archive.php sehingga yang tampil hanya judul postingan saja. Tampilan kategori seperti itu bisa Anda lihat di kategori blog ini (contohnya Tips Menulis). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada tulisan sebelumnya saya menginformasikan <a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-seluruh-postingan-suatu-kategori-dalam-satu-halaman/">cara menampilkan seluruh postingan suatu kategori</a>. Kekurangan dari cara ini adalah halaman kategori bisa memanjang karena seluruh postingan yang tampil secara default berupa ringkasan. Solusinya adalah dengan mengedit archive.php sehingga yang tampil hanya judul postingan saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2919"></span>Tampilan kategori seperti itu bisa Anda lihat di kategori blog ini (contohnya <a href="http://www.blogodolar.com/category/tips-menulis/">Tips Menulis</a>). Langkah-langkah untuk membuatnya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Setelah login ke wordpress.org Anda, pada fitur Appearance klik Editor.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Lalu klik <strong>archive.php</strong> yang ada dibagian kanan atas Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Lihat bagian ringkasan yang kodenya seperti ini:</p>
<blockquote><p>&lt;?php the_excerpt(__(&#8216;Read more&#8217;));?&gt;</p></blockquote>
<p>4. Hapus kode tersebut.</p>
<p>5. Lihat bagian meta data (author, date atau  comments information). Contoh kodenya seperti ini:</p>
<blockquote><p>&lt;div&gt;<br />
&lt;div class=&#8221;date&#8221;&gt;By &lt;span style=&#8221;text-transform:capitalize&#8221;&gt;&lt;?php the_author_posts_link(); ?&gt;&lt;/span&gt; | &lt;span style=&#8221;text-transform:uppercase&#8221;&gt;&lt;?php the_time(&#8216;M j, Y&#8217;); ?&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;<br />
&lt;div class=&#8221;postinfo&#8221;&gt;&lt;img src=&#8221;&lt;?php bloginfo(&#8216;template_url&#8217;); ?&gt;/images/i_com.gif&#8221; align=&#8221;top&#8221; alt=&#8221;" /&gt; &lt;span class=&#8221;koment&#8221;&gt;&lt;?php comments_popup_link(&#8216;Comment&#8217;, &#8217;1 Comment&#8217;, &#8216;% Comments&#8217;); ?&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;<br />
&lt;/div&gt;</p>
<p>&lt;div class=&#8221;clearer&#8221;&gt;&lt;/div&gt;</p></blockquote>
<p>6. Hapus kode meta data tersebut.</p>
<p>7. Cari kode berikut:</p>
<blockquote><p>&lt;?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;</p></blockquote>
<p>8. Tambahkan kodeÂ &lt;ul&gt; di depan kode tersebut sehingga hasilnya seperti ini:</p>
<blockquote><p>&lt;ul&gt;&lt;?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;</p></blockquote>
<p>9. Cari kode berikut:</p>
<blockquote><p>&lt;?php endwhile; else: ?&gt;</p></blockquote>
<p>10. Tambahkan kodeÂ &lt;ul&gt; di akhir kode tersebut sehingga hasilnya  seperti ini:</p>
<blockquote><p>&lt;?php endwhile; else: ?&gt;&lt;/ul&gt;</p></blockquote>
<p>11. Cari bagian permalink, lalu tambahkan kode &lt;li&gt; di depan dan &lt;/li&gt; di belakangnya sehingga hasilnya seperti ini:</p>
<blockquote><p>&lt;li&gt;&lt;a href=&#8221;&lt;?php the_permalink() ?&gt;&#8221; rel=&#8221;bookmark&#8221;&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</p></blockquote>
<p>12. Klik <strong>Update File</strong>. Lalu lihat hasilnya di salah satu kategori yang Anda miliki.</p>
<p>Sebagai gambaran hasil langkah-langkah di atas, silakan simak screenshoot archive.php Blogodolar di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/edit-archive.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2925" title="edit archive" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/edit-archive.jpg" alt="edit archive" width="555" height="212" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">P.S:Â  Mohon copy terlebih dahulu kode-kode asli archive.php blog Anda, sehingga bila setelah melakukan editing terjadi error, Anda tinggal mem-paste-nya kembali.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-hanya-judul-postingan-di-halaman-kategori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menampilkan Seluruh Postingan Suatu Kategori Dalam Satu Halaman</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-seluruh-postingan-suatu-kategori-dalam-satu-halaman/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-seluruh-postingan-suatu-kategori-dalam-satu-halaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 15:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[menampilkan seluruh kategori]]></category>
		<category><![CDATA[merapikan kateogri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=2910</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya halaman arsip dan hasil pencarian, halaman kategori biasanya digunakan juga oleh pengunjung untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. Secara default, halaman kategori blog wordpress menampilkan ringkasan postingan yang jumlahnya sama dengan jumlah postingan di homepage. Dengan kata lain, jika homepage diatur untuk menampilkan 5 postingan, maka halaman kategori pun menampilkan 5 ringkasan postingan. Bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti halnya halaman arsip dan hasil pencarian, halaman kategori biasanya digunakan juga oleh pengunjung untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. Secara default, halaman kategori blog wordpress menampilkan ringkasan postingan yang jumlahnya sama dengan jumlah postingan di homepage. Dengan kata lain, jika homepage diatur untuk menampilkan 5 postingan, maka halaman kategori pun menampilkan 5 ringkasan postingan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2910"></span>Bagi pengunjung yang waktunya terbatas, kondisi ini cukup merepotkan karena ia harus mengklik beberapa halaman berikutnya. Dengan kata lain, pengunjung tersebut butuh waktu relatif lama untuk menemukan sesuatu yang dicarinya. Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Cara mengatasinya adalah dengan menampilan seluruh postingan suatu kategori dalam satu halaman. Sebagai contoh, saat ini kategori <a href="http://www.blogodolar.com/category/tips-ngeblog/">Tips Dasar Ngeblog</a> Blogodolar memiliki 65 postingan. Ketika Anda mengklik kategori tersebut, makaÂ  65 postingan tersebut muncul pada satu halaman, padahal homepage-nya diatur hanya menampilkan 8 postingan. Dengan demikian, Anda akan mudah menemukan informasi seputar tips dasar ngeblog tanpa mengklik beberapa halaman selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah untuk menampilkan seluruh postingan suatu kategori adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Download plugin Custom Query String (<a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/custom-query-string.zip">link download</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">2. Upload, instal, dan aktifkan plugin tersebut di blog Anda (lihat caranya pada <a href="http://www.blogodolar.com/2-cara-menginstal-plugin-di-blog-wordpress-org/">Cara Menginstal Plugin WordPress</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">3. Pada fitur Settings, klik CQS sehingga muncul halaman CQS Options.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Pada Add New Condition, pilih <strong>is_archive</strong> pada Query, <strong>-1</strong> pada Display (untuk menampilkan seluruh postingan), dan <strong>date &#8211; DESC</strong> pada Order by (diurut berdasarkan tanggal terbaru).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/CQS-setting.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2911" title="CQS Options" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/CQS-setting.jpg" alt="CQS Options" width="498" height="192" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">5. Lalu klik Add.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Hasil pengaturan kondisi di atas akan seperti di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/CQS-current-Conditions.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2913" title="CQS current Conditions" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/05/CQS-current-Conditions.jpg" alt="CQS current Conditions" width="503" height="120" /></a></p>
<p style="text-align: left;">7. Lihat hasilnya dengan mengklik salah satu kategori blog Anda.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/" title="Cara Setting Plugin W3 Total Cache">Cara Setting Plugin W3 Total Cache</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-membuat-floating-banner-di-footer-wordpress/" title="Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress">Cara Membuat Floating Banner di Footer Wordpress</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/optimasi-database-blog-wordpress-anda-dengan-wp-optimize/" title="Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize">Optimasi Database Blog Wordpress Anda dengan WP-Optimize</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-thumbnail-di-homepage/" title="Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage">Cara Menampilkan Thumbnail Postingan di Homepage</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/cara-menambahkan-www-setelah-menginstal-wordpress/" title="Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress">Cara Menambahkan www Setelah Menginstal Wordpress</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/cara-menampilkan-seluruh-postingan-suatu-kategori-dalam-satu-halaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: basic
Database Caching 43/119 queries in 0.119 seconds using disk: basic
Object Caching 1337/1488 objects using disk: basic

Served from: www.blogodolar.com @ 2012-02-08 00:28:33 -->
