<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogodolar &#187; Tips Menulis</title>
	<atom:link href="http://www.blogodolar.com/category/tips-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.blogodolar.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 20:06:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Saya Menulis Sebuah Artikel Pilar Setiap Minggu Secara Kontinu</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/bagaimana-saya-menulis-sebuah-artikel-pilar-setiap-minggu-secara-kontinu/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/bagaimana-saya-menulis-sebuah-artikel-pilar-setiap-minggu-secara-kontinu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 16:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blogger Tamu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[artikel pilar]]></category>
		<category><![CDATA[jenis postingan]]></category>
		<category><![CDATA[menulis artikel pilar]]></category>
		<category><![CDATA[postingan pilar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=5444</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah postingan tamu Syaiful Bahri dari Ruang Tips. Jika Anda serius ngeblog, Anda tentunya tahu manfaat artikel pilar. Selain membantu pengunjung memecahkan masalahnya, artikel jenis ini bisa mendongkrak trafik dalam jangka panjang dan menjadikan blog Anda otoritas di niche-nya. Sayangnya, banyak blogger yang kesusahan menulis artikel pilar. Tak heran, setiap minggu tidak ada satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ini adalah postingan tamu Syaiful Bahri dari <a href="http://www.ruangtips.org/">Ruang Tips</a>.</em></p>
<p>Jika Anda serius ngeblog, Anda tentunya tahu manfaat artikel pilar. Selain membantu pengunjung memecahkan masalahnya, artikel jenis ini bisa mendongkrak trafik dalam jangka panjang dan menjadikan blog Anda otoritas di <em>niche</em>-nya.</p>
<p>Sayangnya, banyak blogger yang kesusahan menulis artikel pilar. Tak heran, setiap minggu tidak ada satu artikel pilar pun yang dipublikasikan di blognya. Berbeda dengan mereka, saya bisa menulis dan memublikasikan sebuah artikel pilar setiap minggu (tepatnya tiap hari Jumat).</p>
<p><span id="more-5444"></span>Berikut adalah tahapan-tahapan yang saya lakukan dalam pembuatan artikel pilar tersebut:</p>
<h3>Yang saya lakukan di hari Senin:</h3>
<ol>
<li>Mencari ide. Di tahap ini saya membaca blog-blog yang memiliki kesamaan tema dengan blog-blog saya, koran, majalah, membaca komentar pengunjung sampai bertanya langsung kepada mereka. Saya biasa terinspirasi dengan blog ini: daily writing tips, feelgooder, lifehack.org, stevepavlina, dooce, blogguebo dan pengembangan diri.</li>
<li>Mencatat setiap ide yang terlintas. Ide bisa datang kapan dan di mana saja. Agar tidak lupa, saya selalu mencatat ide tersebut di buku saku saya.</li>
<li>Mengevaluasi ide. Ini untuk menjawab pertanyaan sederhana berikut: “Apakah layak ide ini dijadikan artikel pilar?’ Untuk menjawabnya saya mencocokkanya dengan <a href="../6-ciri-postingan-pilar-untuk-blog-anda/">6 Ciri Postingan Pilar</a>.</li>
<li>Menyusun <em>mind map</em>. Sebelum ide diubah menjadi artikel, biasanya saya terlebih dahulu membedahnya dengan menyusun sistematika penyampaian dan poin-poin penting yang akan saya sampaikan. Sebagai contoh, bila artikel pilar saya tentang menulis puisi dalam bentuk sonata, maka <em>mind map</em>-nya seperti ini: apa itu soneta, siapa yang pernah menulis dengan bentuk itu, macam-macam aturan menulis puisi dengan bentuk itu, dan penggunaan metafora secara umum.</li>
<li>Mencari kata kunci. Saya biasa memakai google adwords. Meski pun gratisan, tool yang disediakan google ini sangat canggih. Saya biasanya memilih kata kunci panjang dan memiliki persaingan yang sedang dan rendah.</li>
</ol>
<h3>Yang saya lakukan di hari Selasa:</h3>
<ol>
<li>Membuat judul artikel pilar. Saya selalu memakai struktur judul yang direkomendasikan oleh <a href="http://www.copyblogger.com/">Copyblogger</a>.</li>
<li>Membuat paragraf pembuka. Inilah proses terlama yang saya rasakan. Saya menyadari peran penting paragraf pembuka. Kesan pertama begitu menggoda, itulah yang saya kejar setiap menulis artikel.</li>
<li>Penulisan ide, tahap pengembangan. Ketika sudah ada paragraf awal, saya merasa cukup lancar menulis. Apalagi ada <em>mind map</em> yang menuntun.</li>
</ol>
<h3>Yang saya lakukan di hari Jumat:</h3>
<p>Menyunting atau memperbaiki artikel pilar. Setelah saya menulis artikel pilar, saya membaca dan membuat perubahan yang saya anggap perlu. Mungkin, saya merasa perlu menambah atau menghapus informasi. Setelah melewati proses penyuntingan dan merasa sudah puas dengan hasil kerja saya, maka postingan siap saya luncurkan.</p>
<p>Semoga apa yang saya uraikan di atas membantu Anda membuat dan memublikasikan artikel pilar setiap minggu di blog Anda.</p>
<p><strong>Tentang Penulis:</strong> <em>Syaiful Bahri adalah seorang mahasiswa yang tinggal di Surabaya. Ia banyak menulis tips-tips pengembangan diri di blognya <em><a href="http://www.ruangtips.org/">Ruang Tips</a></em>. Bulan depan ia akan merilis eBook gratis</em><em>: Strategi Menulis Konten Blog. Pastikan Anda mendapatkan eBook tersebut dengan mengunjungi dan berlangganan blognya.<br />
</em></p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/6-ciri-postingan-pilar-untuk-blog-anda/" title="6 Ciri Postingan Pilar yang Merupakan Generator Trafik Terbaik untuk Blog Anda">6 Ciri Postingan Pilar yang Merupakan Generator Trafik Terbaik untuk Blog Anda</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/7-cara-membacklink-tulisan-orang-lain/" title="7 Cara Membacklink Tulisan Orang Lain">7 Cara Membacklink Tulisan Orang Lain</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/" title="Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan">Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/7-tipe-postingan-kisah/" title="7 Tipe Postingan Kisah yang Bisa Anda Tampilkan di Blog Anda">7 Tipe Postingan Kisah yang Bisa Anda Tampilkan di Blog Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/bagaimana-saya-menulis-sebuah-artikel-pilar-setiap-minggu-secara-kontinu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menulis Konten untuk Blog yang Dimonetisasi dengan Program Pay Per Click</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/bagaimana-menulis-konten-untuk-blog-yang-dimonetisasi-dengan-program-pay-per-click/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/bagaimana-menulis-konten-untuk-blog-yang-dimonetisasi-dengan-program-pay-per-click/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 17:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blogger Tamu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[intenal link]]></category>
		<category><![CDATA[kontent blog]]></category>
		<category><![CDATA[link postingan]]></category>
		<category><![CDATA[PPC]]></category>
		<category><![CDATA[PPC lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=5317</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah postingan tamu Syaiful Bahri dari Ruang Tips. Menulis konten untuk blog yang dimonetisasi dengan program pay per click (PPC, misalnya Google Adsense) berbeda dengan model blog yang dimonetisasi program lain, misalnya afiliasi. Perbedaan yang jelas adalah konten blog PPC bersifat informatif, bukan persuasif seperti pada blog afiliasi. Berikut adalah tiga tips menulis konten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ini adalah postingan tamu Syaiful Bahri dari <a href="http://www.ruangtips.org/">Ruang Tips</a>.</em></p>
<p>Menulis konten untuk blog yang dimonetisasi dengan program <em>pay per click</em> (PPC, misalnya Google Adsense) berbeda dengan model blog yang dimonetisasi program lain, misalnya afiliasi. Perbedaan yang jelas adalah konten blog PPC bersifat informatif, bukan persuasif seperti pada blog afiliasi.</p>
<p><span id="more-5317"></span>Berikut adalah tiga tips menulis konten yang pas untuk blog PPC Anda.<strong></strong></p>
<p><strong></strong><strong>1. Tulis</strong><strong> </strong><strong>postingan berseri</strong></p>
<p>Ingat, blog PPC itu menghasilkan uang lewat klik iklan yang dilakukan pengunjung. Salah satu cara menarik pengunjung adalah dengan menyajikan informasi yang mereka butuhkan. Bukan hanya itu, buat pengunjung juga haus informasi.</p>
<p>Bagaimana merealisasikan taktik ini? Cukup mudah yaitu dengan cara menulis konten tentang sebuah topik secara berseri.</p>
<p>Misalkan blog Anda membahas tentang kesehatan. Anda mendapatkan ide menulis tentang penyakit AIDS. Postingan berseri yang bisa Anda buat bisa seperti ini:</p>
<ul>
<li>Postingan pertama membahas apa itu AIDS</li>
<li>Postingan kedua membahas kenapa seseorang bisa terkena AIDS</li>
<li>Postingan ketiga membahas bagaimana menghindar dari ancaman AIDS,</li>
<li>Postingan keempat apa ciri-ciri orang terkena penyakit AIDS,</li>
<li>…dan seterusnya.</li>
</ul>
<p>Dengan cara ini Anda telah “menjebak” pengunjung ke dalam lingkaran haus informasi. Mengapa? Karena kalau hanya membaca satu dua posting, mereka merasa belum lengkap.</p>
<p>Karena mereka diliputi perasaan haus informasi yang berulang-ulang, kemungkinan besar mereka membaca rangkain posting lainnya.<strong></strong><strong></strong></p>
<p><strong>2. Buat internal link antarpostingan</strong></p>
<p>Buat link antarpostingan agar pengunjung mudah mendapatkan lanjutan postingan. Sebagai contoh, pada postingan pertama Anda melink ke postingan ke dua. Pada postingan kedua, Anda melink ke postingan pertama. Pada postingan ketiga, Anda ngelink ke postingan kedua dan pertama. Begitu seterusnya.<strong></strong><strong></strong></p>
<p><strong>3. Informasikan kelanjutan postingan</strong></p>
<p>Selain internal link, informasikan pula kelanjutan postingan pada postingan yang telah Anda publikasikan. Misalnya, pada akhir postingan ketiga di atas, Anda menginformasikan bahwa pada postingan selanjutnya Anda akan membahas ciri-ciri orang yang terkena AIDS.</p>
<p>Itulah tiga tips yang bisa saya bagikan kepada pembaca Blogodolar. Jika ada pertanyaan atau sanggahan, silakan Anda menuliskannya di bagian komentar. Semoga bermanfaat.</p>
<blockquote><p><em>Tentang penulis</em>: Syaiful Bahri adalah seorang mahasisiwa yang punya profesi sebagai penulis lepas. Artikel, cerpen, dan puisi-puisinya banyak dimuat di beberapa media cetak. Ia ngeblog sejak tahun 2009 karena “dijebloskan” temannya. Silakan kunjungi blognya <a href="http://www.ruangtips.org/">Ruang Tips</a> untuk mendaptkan tips-tips pengembangan diri.</p></blockquote>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/pembayaran-pertama-dari-kliksaya/" title="Pembayaran Pertama dari KlikSaya">Pembayaran Pertama dari KlikSaya</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/blogotainmen-dinonaktifkan-oleh-kumpul-blogger/" title="Blogotainmen Dinonaktifkan oleh Kumpul Blogger">Blogotainmen Dinonaktifkan oleh Kumpul Blogger</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/bagaimana-menulis-konten-untuk-blog-yang-dimonetisasi-dengan-program-pay-per-click/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terjemahan How to adalah Bagaimana</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-bagaimana/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-bagaimana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 16:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[terjemahan how to]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4977</guid>
		<description><![CDATA[Pengetahuan kita setiap hari bertambah, bukan? Sebagai contoh, saya sebelumnya berpendapat bahwa terjemahan how to adalah cara. Namun, setelah membuka-buka kembali beberapa buku bahasa Inggris, terjemahan how to bukan cara, melainkan bagaimana. Arti bagaimana tersebut bukan sebagai kata tanya, namun sebagai pernyataan tentang melakukan sesuatu. Adapun how yang harus diikuti tanda tanya mengandung to be [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengetahuan kita setiap hari bertambah, bukan? Sebagai contoh, saya sebelumnya berpendapat bahwa terjemahan <a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/">how to adalah cara</a>. Namun, setelah membuka-buka kembali beberapa buku bahasa Inggris, terjemahan <em>how to</em> bukan cara, melainkan bagaimana.</p>
<p><span id="more-4977"></span>Arti bagaimana tersebut bukan sebagai kata tanya, namun sebagai pernyataan tentang melakukan sesuatu.</p>
<p>Adapun how yang harus diikuti tanda tanya mengandung to be (is, <em>am, are, was, were, do, does</em>, dan <em>did</em>). Contohnya:</p>
<ul>
<li>How <span style="text-decoration: underline;">does</span> it work?</li>
<li>How <span style="text-decoration: underline;">do</span> you do?</li>
<li>How <span style="text-decoration: underline;">are</span> you?</li>
<li>How often <span style="text-decoration: underline;">do</span> you eat?</li>
<li>How much <span style="text-decoration: underline;">do</span> these cost?</li>
</ul>
<p>Tidak ada How to it?</p>
<p>Terlepas dari itu, saya mohon maaf atas kesalahan menerjemahkan <em>how to</em> menjadi cara.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/" title="Terjemahan How to adalah Cara?">Terjemahan How to adalah Cara?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/13-tips-meningkatkan-kemampuan-menulis/" title="13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis">13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/" title="Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?">Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/update-postingan-lama-anda/" title="Update Postingan Lama Anda">Update Postingan Lama Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-bagaimana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terjemahan How to adalah Cara?</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 16:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[terjemahan how to]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=4924</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah sering menjumpai tulisan dengan judul yang diawali kata how to. Sebagai contoh, How to Make Money Online, How to Write an Article in 20 Minutes, dan How To Earn $1,000 Per Article As A Freelance Writer. Awalnya saya menerjemahkan how to sebagai cara. Misalnya, judul kedua pada contoh di atas saya terjemahkan menjadi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah sering menjumpai tulisan dengan judul yang diawali kata <em>how to</em>. Sebagai contoh, <em>How to Make Money Online</em>, <em>How to Write an Article in 20 Minutes</em>, dan <em>How To Earn $1,000 Per Article As A Freelance Writer</em>.</p>
<p>Awalnya saya menerjemahkan <em>how to</em> sebagai cara. Misalnya, judul kedua pada contoh di atas saya terjemahkan menjadi: Cara Menulis Sebuah Artikel dalam 20 Menit. Namun, ketika saya membeli buku <em>Marketing Revolution</em>-nya Tung Desem Waringin, saya berubah pikiran.</p>
<p><span id="more-4924"></span>Saya menerjemahkan <em>how to</em> menjadi bagaimana (misal <a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-memperoleh-10000-per-bulan-dari-google-adsense/">Bagaimana Memperoleh $10.000 Per Bulan dari Google Adsense</a>). Soalnya, di sampul buku tersebut saya menjumpai judul seperti ini: Bagaimana Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000% dalam Waktu 6 Bulan/Kurang dengan Marketing.</p>
<p>Bila diterjemahkan ke Bahasa Inggris, judul itu menjadi: <em>How to Increase Your Wealth Up to 2,000% in 6 Months or Less with Marketing</em>.</p>
<p>Setelah sekian lama, saya pun mengkritisi sendiri terjemahan <em>how to</em>. Benarkah terjemahannya menjadi bagaimana?</p>
<p>Saya membuka <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/">Kamus Besar Bahasa Indonesia online</a> dan menemukan arti kata bagaimana sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><strong>ba·gai·ma·na</strong> <em>pron</em> <strong>1</strong> kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan (lazimnya diikuti kata <em>cara</em>): &#8211;<em> caranya membeli buku dr luar negeri?</em>; <strong>2</strong> kata tanya untuk menanyakan akibat suatu tindakan: &#8211;<em> kalau dia lari nanti?;</em> <strong>3</strong> kata tanya untuk meminta pendapat dr kawan bicara (diikuti kata <em>kalau</em>): &#8211;<em> kalau kita pergi ke Puncak?</em>; <strong>4</strong> kata tanya untuk menanyakan penilaian atas suatu gagasan: &#8211;<em> pendapatmu?</em>;</p></blockquote>
<p>Dari arti di atas, bagaimana adalah sebuah kata tanya. Bila kata tanya tentunya harus disertai dengan tanda tanya, bukan?</p>
<p>Dengan demikian, menurut saya tidak tepat bila <em>bagaimana</em> digunakan tanpa tanda tanya seperti dalam: Bagaimana Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000% dalam Waktu 6 Bulan/Kurang dengan Marketing.</p>
<p>Mestinya: Cara Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000% dalam Waktu 6 Bulan/Kurang dengan Marketing, yang dalam Bahasa Inggris menjadi <em>How to Increase Your Wealth Up to 2,000% in 6 Months or Less with Marketing.</em></p>
<p>Oleh karena itu, menurut saya <em>how to</em> terjemahannya adalah cara.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<p><strong>Info</strong>: Postingan berjudul <em>Bagaimana Memperoleh $10.000 Per Bulan dari Google Adsense</em> sudah diubah menjadi <em>Cara Memperoleh $10.000 Per Bulan dari Google Adsense</em>.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-bagaimana/" title="Terjemahan How to adalah Bagaimana">Terjemahan How to adalah Bagaimana</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/13-tips-meningkatkan-kemampuan-menulis/" title="13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis">13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/" title="Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?">Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/update-postingan-lama-anda/" title="Update Postingan Lama Anda">Update Postingan Lama Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Cara Membacklink Tulisan Orang Lain</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/7-cara-membacklink-tulisan-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/7-cara-membacklink-tulisan-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 15:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[backlink]]></category>
		<category><![CDATA[cara membacklink]]></category>
		<category><![CDATA[ide postingan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis postingan]]></category>
		<category><![CDATA[tipe postingan backlink]]></category>
		<category><![CDATA[tipe postingan blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3626</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu saya menyajikan 5 keuntungan membacklink tulisan orang lain. Saya mencoba mengembangkan topik ini dengan menginformasikan 7 cara yang bisa Anda lakukan dalam membacklink tulisan orang lain. Ketujuh cara tersebut adalah: 1. Menambahkan poin-poin tulisan orang lain. Tujuannya adalah melengkapi poin-poin bahasan yang sudah ada. Misalnya, orang lain menulis 20 Cara Menemukan Ide [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Beberapa bulan lalu saya menyajikan <a href="http://www.blogodolar.com/5-keuntungan-membacklink-postingan-orang-lain/">5 keuntungan membacklink tulisan orang lain</a>. Saya mencoba mengembangkan topik ini dengan menginformasikan 7 cara yang bisa Anda lakukan dalam membacklink tulisan orang lain. Ketujuh cara tersebut adalah:</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-3626"></span><strong>1. Menambahkan poin-poin tulisan orang lain</strong>. Tujuannya adalah melengkapi poin-poin bahasan yang sudah ada. Misalnya, orang lain menulis 20 Cara Menemukan Ide Postingan. Bila Anda memiliki cara tambahan, Anda bisa membuat tulisan dengan judul 3 Cara Tambahan Menemukan Ide Postingan.</p>
<p style="text-align: left;">Poin-poin tambahan ini bisa saja tidak dituliskan dalam judul postingan, namun dinyatakan dalam isi postingan. Contohnya, tulisan saya <a href="http://www.blogodolar.com/7-cara-menyikapi-copy-paste-konten-blog/">7 Cara Menyikapi Copy Paste Konten Blog</a>. Tulisan ini berupa 3 cara tambahan yang melengkapi postingan Fikri dari Bloggingly.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2.</strong> <strong>Menuliskan pendapat yang berbeda</strong>. Tulisannya berupa sanggahan kepada tulisan orang lain. Perlu diingat, bahwa cara ini bersifat kontroversial karena mungkin saja penulis yang Anda sanggah akan bersikap reaktif. Dengan kata lain, Anda harus siap mental bila menempuh cara ini. Contoh tulisannya bisa Anda lihat di <a href="http://www.blogodolar.com/kritik-untuk-kontes-seo-stop-dreaming-start-action/">Kritik untuk Kontes SEO Stop Dreaming Start Action</a>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Membuat kompilasi tulisan yang bertopik sama</strong>. Anda tentunya sudah membaca beberapa tulisan orang lain yang topiknya sejenis. Anda bisa membuat postingan dengan mengompilasi tulisan tersebut. Salah satu contohnya bisa Anda lihat pada tulisan Satrya yaitu <a href="http://www.margasatrya.com/tutorial-css-dalam-bahasa-indonesia-part-1.html">Tutorial CSS Dalam Bahasa Indonesia Part 1</a> dan <a href="http://www.margasatrya.com/tutorial-css-dalam-bahasa-indonesia-part-2.html">Tutorial CSS Dalam Bahasa Indonesia Part 2</a>.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_4417" class="wp-caption aligncenter" style="width: 388px"><a href="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/09/rakit.jpg"><img class="size-full wp-image-4417 " title="rakit" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/09/rakit.jpg" alt="rakit" width="378" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian</p></div>
<p style="text-align: left;"><strong>4. Membuat postingan link</strong>. Postingan link adalah postingan yang me-link dengan anchor text ke  tulisan asli dan berupa poin-poin penting atau rangkuman singkat dari  tulisan tersebut. Selain itu, postingan link merekomendasikan pembaca  untuk membaca tulisan asli selengkapnya. Contohnya bisa Anda lihat pada <a href="http://www.blogodolar.com/kisah-sukses-pendiri-amazon/">Kisah Sukses Pendiri Amazon</a>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>5. Menampilkan bacaan selanjutnya di akhir postingan</strong>. Cara ini untuk melengkapi tulisan Anda dan memberikan informasi serupa (referensi) bagi pembaca Anda. Contohnya bisa Anda simak pada <a href="http://www.blogodolar.com/blogodolar-mendapat-google-sitelinks-dalam-usia-5-bulan/">cara mendapatkan Google Sitelinks</a>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>6. Melink sumber postingan</strong>. Cara ini dilakukan bila Anda mengambil postingan orang lain secara dominan. Umumnya link ditempatkan di akhir postingan dengan nama sumber postingan atau via.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>7. Menyisipkan link dalam paragraf</strong>. Ini adalah cara umum yang dilakukan para blogger. Bentuknya bisa berupa <em>anchor text</em> atau bukan <em>anchor text</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Itulah 7 cara membacklink yang bisa Anda coba. Bila Anda punya cara lain, silakan informasikan pada bagian komentar di bawah.</p>
<p style="text-align: right;">Sumber gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/andri_suprihadi/">MangAndri </a></p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/7-tipe-postingan-kisah/" title="7 Tipe Postingan Kisah yang Bisa Anda Tampilkan di Blog Anda">7 Tipe Postingan Kisah yang Bisa Anda Tampilkan di Blog Anda</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/jenis-postingan-yang-layak-anda-ketahui/" title="17 Jenis Postingan yang Layak Anda Ketahui">17 Jenis Postingan yang Layak Anda Ketahui</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-saya-menulis-sebuah-artikel-pilar-setiap-minggu-secara-kontinu/" title="Bagaimana Saya Menulis Sebuah Artikel Pilar Setiap Minggu Secara Kontinu">Bagaimana Saya Menulis Sebuah Artikel Pilar Setiap Minggu Secara Kontinu</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/" title="Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan">Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/7-cara-membacklink-tulisan-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/13-tips-meningkatkan-kemampuan-menulis/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/13-tips-meningkatkan-kemampuan-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 02:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[cara meningkatkan kemampuan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis postingan]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3840</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa sahabat berpartisipasi dalam diskusi cara meningkatkan kemampuan menulis. Dari semua itu saya mengompilasinya menjadi 13 tips yang semoga dapat membantu Anda yang kesulitan menulis postingan untuk blognya. Selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini. Tips dari Satrya: 1. Membaca ulang tulisan yang sudah ditulis sebelumnya. Dengan cara ini kekurangan tulisan bisa diperbaiki. 2. Berulang-ulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Beberapa sahabat berpartisipasi dalam <a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/">diskusi cara meningkatkan kemampuan menulis</a>. Dari semua itu saya mengompilasinya menjadi 13 tips yang semoga dapat membantu Anda yang kesulitan menulis postingan untuk blognya.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-3840"></span>Selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://www.margasatrya.com/">Satrya</a>:</em></p>
<p style="text-align: left;">1. Membaca ulang tulisan yang sudah ditulis sebelumnya. Dengan cara ini kekurangan tulisan bisa diperbaiki.</p>
<p style="text-align: left;">2. Berulang-ulang kali membaca tips/trik menulis yang baik.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://ekspresihati.info/">Achmad Sholeh</a> dan <a href="http://andank.com/">Andank</a> :</em></p>
<p style="text-align: left;">3. Banyak membaca gaya tulisan blogger lain.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://tusuda.com/">TuSuda</a> :</em></p>
<p style="text-align: left;">4. Membaca karya sastra: cerpen, cermis (cerita misteri), cerbung (cerita bersambung), puisi, dan dongeng.</p>
<p style="text-align: left;">5. Mempelajari tajuk rencana, editorial, artikel atau opini di media massa atau blog/situs.</p>
<p style="text-align: left;">6. Menuangkan segala uneg-uneg dalam buku catatan harian personal.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://dobel-klik.co.cc/">Dobel Klik</a>, <a href="http://generasiinfo.wordpress.com/">Martan</a>, <a href="http://jariciku.co.cc/">Iantoro</a>, dan <a href="http://adifc.blogspot.com/">Adifc</a>:</em></p>
<p style="text-align: left;">7. Banyak menulis sehingga kemampuan menulis terasah.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://ipoetmedia.blogspot.com/">Ainul</a> dan <a href="http://demak-ku.blogspot.com/">Ihsan</a>:</em></p>
<p style="text-align: left;">8. Banyak membaca buku. Secara tidak langsung, dengan membaca banyak buku Anda bisa merangkai sebuah kalimat dengan mudah yang  akhirnya akan memudahkan Anda menulis artikel.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://www.maniakbisnis.com/">Maniak</a> :</em></p>
<p style="text-align: left;">9. Mulai menulis, selesaikan, dan kemudian perbaiki tulisan yang sudah dibuat.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://www.kabayan.web.id/">Kang Kabayan</a> :</em></p>
<p style="text-align: left;">10. Membuat konsep/draft terlebih dahulu kemudian menjabarkannya.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://www.citrawanita.com/">Joanna</a> :</em></p>
<p style="text-align: left;">11. Berani mengekspresikan diri karena terkadang muncul bingung, malu, atau takut ketika ide sudah ada.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://imadewira.com/">Imadewira</a> dan <a href="http://www.isnuansa.com/">Isnuansa</a>:</em></p>
<p style="text-align: left;">12. Gemar blogwalking sehingga banyak membaca tulisan orang lain.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Tips dari <a href="http://www.mrbedel.com/">Mr. Bedel</a> :</em></p>
<p style="text-align: left;">13. Banyak membaca halaman sampul buku.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/" title="Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?">Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-bagaimana/" title="Terjemahan How to adalah Bagaimana">Terjemahan How to adalah Bagaimana</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/" title="Terjemahan How to adalah Cara?">Terjemahan How to adalah Cara?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/update-postingan-lama-anda/" title="Update Postingan Lama Anda">Update Postingan Lama Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/13-tips-meningkatkan-kemampuan-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Anda Meningkatkan Kemampuan Menulis?</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan kemampuan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3823</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang ingin meningkatkan kemampuan menulisnya. Mengapa? Hal ini terutama karena mereka ingin membuat tulisan yang baik dan benar sehingga mudah dipahami oleh yang membacanya. Memang banyak cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan membaca cerita pendek (cerpen). Bagi saya, cerpen memberikan manfaat mengenai cara merangkai kata, menyambungkan paragraf, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap orang ingin meningkatkan kemampuan menulisnya. Mengapa? Hal ini terutama karena mereka ingin membuat tulisan yang baik dan benar sehingga mudah dipahami oleh yang membacanya. Memang banyak cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan membaca cerita pendek (cerpen).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3823"></span>Bagi saya, cerpen memberikan manfaat mengenai cara merangkai kata, menyambungkan paragraf, memilih alur penulisan, memperluas topik pembahasan, dan sebagainya. Bahkan, tak jarang, cerpen juga memberikan cara bagaimana mengaduk-ngaduk emosi pembacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak cerpen yang telah saya baca, baik yang dibukukan maupun yang diterbitkan oleh surat kabar. Dari sekian banyak cerpen itu, ada beberapa yang menjadi favorit saya, antara lain:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.jasapembuatanblog.com/cerpen-pelajaran-mengarang/">Pelajaran Mengarang</a>, karya Seno Gumira Ajidarma</li>
<li><a href="http://www.jasapembuatanblog.com/cerpen-kekasih-bulan-sepenggal/">Kekasih Bulan Sepenggal</a>, karya Eka Kurniawan</li>
<li><a href="http://www.jasapembuatanblog.com/cerpen-pemburu/">Pemburu</a>, karya Agus Noor</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, saya yakin Anda juga punya cara sendiri dalam meningkatkan kemampuan menulis Anda. Jika Anda berkenan, silakan bagikan cara Anda tersebut di bagian komentar. Cara-cara Anda ini akan saya sajikan pada postingan seminggu kemudian, lengkap dengan <em>backlink</em> ke blog Anda.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/13-tips-meningkatkan-kemampuan-menulis/" title="13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis">13 Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-bagaimana/" title="Terjemahan How to adalah Bagaimana">Terjemahan How to adalah Bagaimana</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/terjemahan-how-to-adalah-cara/" title="Terjemahan How to adalah Cara?">Terjemahan How to adalah Cara?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/update-postingan-lama-anda/" title="Update Postingan Lama Anda">Update Postingan Lama Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/bagaimana-cara-anda-meningkatkan-kemampuan-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 15:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[daftar periksa tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis postingan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeliruan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[struktur postingan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis postingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3739</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan sebelumnya saya memposting 10 kekeliruan saat menulis. Saya yakin Anda ingin kekeliruan itu teratasi. Selain demi kenyamanan pengungjung dalam membaca, postingan tanpa kekeliruan akan meningkatkan kecakapan Anda dalam menulis. Bagaimana caranya agar kekeliruan tersebut bisa diatasi? Tidak ada jalan lain, Anda harus memeriksanya sebelum postingan diterbitkan. Mengapa postingan tersebut harus diperiksa sebelum diterbitkan? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada postingan sebelumnya saya memposting <a href="http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/">10 kekeliruan saat menulis</a>. Saya yakin Anda ingin kekeliruan itu teratasi. Selain demi kenyamanan pengungjung dalam membaca, postingan tanpa kekeliruan akan meningkatkan kecakapan Anda dalam menulis. Bagaimana caranya agar kekeliruan tersebut bisa diatasi? Tidak ada jalan lain, Anda harus memeriksanya sebelum postingan diterbitkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3739"></span>Mengapa postingan tersebut harus diperiksa sebelum diterbitkan? Bukankah Anda bisa juga memeriksanya setelah postingan itu diterbitkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, memeriksa postingan sebelum diterbitkan jauh efektif karena kekeliruan tersebut tidak diketahui oleh orang lain. Dengan kata lain, mencegah lebih baik daripada &#8220;mengobati&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda memeriksanya setelah diterbitkan, bukan tidak mungkin kekeliruan tersebut diketahui oleh pembaca yang sedang berkunjung ke blog Anda. Hal ini akan berdampak kepada kenyamanan pembaca tersebut dan kecakapan menulis Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Daftar Periksa</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-3744" href="http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/checklist/"><img class="aligncenter size-full wp-image-3744" title="checklist" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/08/checklist.jpg" alt="checklist" width="471" height="166" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Proses pemeriksaan postingan dilakukan dengan menyimpannya sebagai <em>draft</em> dan meninjaunya melalui fasilitas <em>preview post</em> (klik kanan fasilitas tersebut). Apa saja yang harus diperiksa? Di bawah ini adalah daftarnya yang bisa Anda jadikan sebagai panduan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Adakah salah ketik?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bacalah setiap kalimat yang Anda tulis. Mulailah dengan membaca dari bagian atas tulisan (bukan sebaliknya). Jika Anda menemukan kesalahan pengetikan, segera perbaiki (jangan ditunda-tunda).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Apakah link internal atau eksternal sudah benar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Katakanlah Anda menyertakan link internal dan atau link eksternal dalam postingan yang sedang dibuat. Periksa kedua jenis link tersebut untuk memastikan bahwa alamat yang dituju sudah benar. Anda bisa mengarahkan <em>pointer mouse</em> ke link tersebut sehingga alamatnya tertera di bagian bawah <em>browser</em>. Atau, Anda bisa juga dengan mengklik link tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Apakah <em>anchor text</em> sudah benar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bila Anda menulis <em>paid review</em>, Anda wajib memastikan <em>achor text</em> sudah benar. Bila tidak, besar kemungkinan tulisan <em>paid review</em> Anda tersebut bakal ditolak. Pemeriksaan <em>anchor text</em> tidak terbatas kepada <em>paid review</em> saja, namun Anda harus juga memastikan <em>anchor text</em> pada postingan Anda yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Apakah tata bahasanya sudah benar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tata bahasa ini bisa berupa penggunaan kata, bentuk kata setelah ditambah awalan atau akhiran, dan sebagainya. Untuk memastikan bahwa tata bahasa tersebut benar, silakan Anda memeriksanya di <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/">Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kolom pencarian, ketikan kata yang ingin periksa. Misalnya, mempesona. Anda akan mendapati bahwa kata ini tidak sesuai dengan kriteria pencarian. Cobalah ketikkan kata dasarnya yaitu pesona. Anda akan mendapati arti kata tersebut beserta arti dan turunannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Apakah kata asing yang digunakan sudah dimiringkan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adakalanya kata atau kalimat asing susah dipadankan atau tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Miringkan kata tersebut. Bagaimana cara efektifnya? Silakan simak pada postingan <a href="http://budiastawa.com/blogging/trik-memformat-teks-berulang-saat-posting/">Trik Memformat Teks Berulang</a> yang ditulis oleh Budi Astawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Apakah kategorinya sudah tepat?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lihat kategori yang biasanya ada di akhir atau awal postingan. Pastikan bahwa kategori postingan yang Anda buat sudah tepat sehingga terkelompok dengan postingan sejenis lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Apakah Anda sudah menyertakan link gambar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak <a href="http://www.blogodolar.com/5-tempat-memperoleh-gambar-atau-foto-gratis-untuk-blog-anda/">gambar atau foto gratis</a> yang bisa Anda gunakan dalam postingan. Walaupun gratis, sebaiknya Anda menyertakan link ke sumbernya. Selain menghindari pelanggaran hak cipta, link tersebut berguna juga bagi pembaca yang ingin menggunakanÂ  gambar tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Sudahkan waktu terbitnya benar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin saja Anda hendak menjadwalkan postingan. Periksa apakah waktu terbitnya (bulan, tanggal, dan jam) sudah benar. Bila tidak, postingan itu akan terbit tidak sesuai yang Anda jadwalkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. Apakah <em>tag</em> postingan sudah relevan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap postingan memiliki <em>tag</em>. Periksa <em>tag</em> tulisan tersebut apakah sudah tepat. Mengapa? Hal ini karena <em>tag</em> berpengaruh kepada postingan terkait yang akan ditampilkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10. Apakah sudah menyisipkan <em>read more</em>?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini berlaku bagi Anda yang memotong tampilan postingan di halaman utama. Anda tidak bisa memeriksa <em>read more</em> saat meninjau tulisan, namun Anda bisa memeriksanya di layar tempat Anda membuat postingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya masih banyak daftar periksa lain yang bisa Anda lakukan. Salah satunya bisa Anda lihat di tulisan Daniel Scocco yaitu <a href="http://www.dailyblogtips.com/the-blog-post-checklist/">The Blog Post Checklist: Use Before Hitting Publish</a>.</p>
<p style="text-align: right;">Sumber gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/alancleaver/4439276478/">Alan Cleaver</a></p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-membuat-postingan-yang-disukai-pembaca-dan-dicintai-google/" title="Bagaimana Membuat Postingan yang Disukai Pembaca dan Dicintai Google">Bagaimana Membuat Postingan yang Disukai Pembaca dan Dicintai Google</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/bagaimana-saya-menulis-sebuah-artikel-pilar-setiap-minggu-secara-kontinu/" title="Bagaimana Saya Menulis Sebuah Artikel Pilar Setiap Minggu Secara Kontinu">Bagaimana Saya Menulis Sebuah Artikel Pilar Setiap Minggu Secara Kontinu</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/7-cara-membacklink-tulisan-orang-lain/" title="7 Cara Membacklink Tulisan Orang Lain">7 Cara Membacklink Tulisan Orang Lain</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/" title="Apakah Anda Melakukan 10 Kekeliruan Berikut Saat Menulis Postingan?">Apakah Anda Melakukan 10 Kekeliruan Berikut Saat Menulis Postingan?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/berapa-kali-idealnya-mempublikasikan-postingan-dalam-seminggu/" title="Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?">Berapa Kali Idealnya Memublikasikan Postingan Dalam Seminggu?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Melakukan 10 Kekeliruan Berikut Saat Menulis Postingan?</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 15:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Yudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[ejaan keliru]]></category>
		<category><![CDATA[kata negatif]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis postingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3725</guid>
		<description><![CDATA[Saya berusaha menulis postingan sebaik mungkin. Sayangnya, seperti kata pepatah, tidak ada manusia yang sempurna sehingga saya sering melakukan beberapa kekeliruan. Di bawah ini adalah daftar kekeliruan tersebut. 1. Salah ketik Ini merupakan kekeliruan yang paling banyak saya lakukan. Bentuknya bisa berupa kurang huruf (misalnya oran untuk orang), salah menempatkan huruf (misalnya bnetuk untuk bentuk), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-3728" href="http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/menulis-postingan/"><img class="aligncenter size-full wp-image-3728" title="menulis postingan" src="http://www.blogodolar.com/wp-content/uploads/2010/08/menulis-postingan.jpg" alt="menulis postingan" width="502" height="196" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Saya  berusaha menulis postingan sebaik mungkin. Sayangnya, seperti kata  pepatah, tidak ada manusia yang sempurna sehingga saya sering melakukan  beberapa kekeliruan.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-3725"></span>Di bawah ini adalah daftar kekeliruan tersebut.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>1. Salah ketik</strong></p>
<p style="text-align: left;">Ini  merupakan kekeliruan yang paling banyak saya lakukan. Bentuknya bisa  berupa kurang huruf (misalnya oran untuk orang), salah menempatkan huruf  (misalnya bnetuk untuk bentuk), salah menggunakan huruf tertentu  (misalnya <em>perpect</em> untuk <em>perfect</em>), dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Salah alamat link</strong></p>
<p style="text-align: left;">Sebelum menggunakan <a href="http://www.blogodolar.com/cara-cepat-membuat-link-dengan-menggunakan-firefox-add-ons-copy-as-html-link/">Add-ons Copy As HTML Link</a>, saya menyisipkan alamat link (URL) secara manual. Adakalanya URL yang disisipkan itu mengandung dua http://. Akibatnya, link yang dibuat menjadi tidak ditemukan oleh yang mengkliknya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Keliru membuat anchor text</strong></p>
<p style="text-align: left;"><em>Anchor text</em> adalah teks yang digunakan untuk menautkan ke alamat tertentu. Saya pernah keliru membuatnya sehingga salah satu postingan <em>paid review</em> ditolak oleh ReviewMe. Simak selengkapnya kekeliruan ini pada postingan <a href="http://www.blogodolar.com/review-ditolak-reviewme-karena-keliru-menulis-anchor-text/">Review Ditolak ReviewMe Karena Keliru Menulis Anchor Text</a>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>4. Keliru tata bahasa</strong></p>
<p style="text-align: left;">Walaupun bahasa Indonesia telah dipelajari semenjak sekolah dasar, namun ternyata ada saja tata bahasanya yang dilanggar. Misalnya, mempesona. Padahal, yang benar adalah memesona karena huruf p yang teletak pada huruf pertama suatu kata akan berubah menjadi m bila ditambahi awalan me.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>5. Tidak memiringkan bahasa asing</strong></p>
<p style="text-align: left;">Dalam bahasa Indonesia, kata dan atau kalimat asing harus dimiringkan. Beberapa kali saya tidak memiringkannya, misalnya internet marketing yang seharusnya <em>internet marketing</em>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>6. Lupa menyisipkan read more</strong></p>
<p style="text-align: left;">Saya lebih senang memotong tulisan yang tampil di halaman depan dengan fasilitas <em>read more</em> (baca selengkapnya). Adakalanya saya lupa menggunakan fasilitas tersebut sehingga postingan tersebut tampil utuh di halaman depan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>7. Keliru menempatkan kategori</strong></p>
<p style="text-align: left;">Kekeliruan ini bisa berupa dua macam yaitu salah kategori atau luput memilih kategori yang ada. Salah kategori terjadi ketika saya hendak menempatkan pada kategori SEO, namun yang dipilih adalah kategori Strategi Ngeblog. Sementara itu, luput memilih kategori mengakibatkan postingan yang diterbitkan tidak memilik kategori (<em>uncategorized</em>)</p>
<p style="text-align: left;"><strong>8. Luput memberikan link kepada sumber gambar yang diambil</strong></p>
<p style="text-align: left;">Kekeliruan ini terjadi di awal-awal ngeblog. Saya menyisipkan gambar atau foto di postingan tanpa menyebutkan sumbernya. Kekeliruan yang sama terjadi juga pada foto-foto yang saya ambil untuk Blogotainmen.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>9. Tidak memeriksa ulang tulisan</strong></p>
<p style="text-align: left;">Setelah selesai menulis, saya sering terburu-buru menekan tombol <em>publish</em>. Akibatnya, postingan kerap mengandung kata-kata yang salah ketik dan kekeliruan lainnya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>10. Keliru memilih waktu postingan terjadwal</strong></p>
<p style="text-align: left;">Postingan terjadwal kerap saya siapkan untuk mengantisipasi hari-hari sibuk saya. Sayangnya, tanpa disadari, beberapa kali saya keliru memilih waktu (tanggal, bulan, tahun, dan jam) terbit postingan tersebut. Akibatya, postingan terbit tidak sesuai jadwal.</p>
<p style="text-align: left;">Itulah 10 kekeliruan yang sering saya lakukan saat saya menulis. Apakah Anda melakukan juga kesepuluh kekeliruan tersebut?</p>
<p style="text-align: right;">Sumber Gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/dbdbrobot/">dbdbrobot</a></p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/daftar-periksa-untuk-mengatasi-kekeliruan-menulis-postingan/" title="Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan">Daftar Periksa Untuk Mengatasi Kekeliruan Menulis Postingan</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/hilangkan-kata-kata-yang-tidak-perlu-pada-postingan-anda/" title="Hilangkan Kata-Kata yang Tidak Perlu Pada Postingan Anda">Hilangkan Kata-Kata yang Tidak Perlu Pada Postingan Anda</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/5-kata-yang-penulisannya-sering-keliru/" title="5 Kata yang Penulisannya Sering Keliru">5 Kata yang Penulisannya Sering Keliru</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/hindari-kata-negatif-dalam-postingan-anda/" title="Hindari Kata Negatif dalam Postingan Anda">Hindari Kata Negatif dalam Postingan Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangkan Kata-Kata yang Tidak Perlu Pada Postingan Anda</title>
		<link>http://www.blogodolar.com/hilangkan-kata-kata-yang-tidak-perlu-pada-postingan-anda/</link>
		<comments>http://www.blogodolar.com/hilangkan-kata-kata-yang-tidak-perlu-pada-postingan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 17:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kata negatif]]></category>
		<category><![CDATA[link internal tidak perlu]]></category>
		<category><![CDATA[tata bahasa keliru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blogodolar.com/?p=3103</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai blogger kita idealnya menulis secara baik dan benar. Disadari atau tidak, banyak juga blogger yang mengabaikan hal ini. Akibatnya, postingannya terkesan tidak profesional. Salah satu ciri postingan seperti ini adalah dihiasi dengan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu. Dalam pengamatan saya, kata-kata yang tidak perlu itu antara lain: 1. He he he He he he [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebagai blogger kita idealnya menulis secara baik dan benar. Disadari atau tidak, banyak juga blogger yang mengabaikan hal ini. Akibatnya, postingannya terkesan tidak profesional. Salah satu ciri postingan seperti ini adalah dihiasi dengan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3103"></span>Dalam pengamatan saya, kata-kata yang tidak perlu itu antara lain:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. He he he</strong></p>
<p style="text-align: justify;">He he he adalah perwujudan cengengesan si penulis. Sebenarnya, kata ini tidak diperlukan dalam postingan. Mengapa? Selain tidak ada gunanya, juga bisa diganti dengan emoticons secara proporsional.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Kata-kata yang dicoret</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai gambaran, perhatikan kalimat berikut: <em>saya bertemu dengan seorang blogger yang baik hati <span style="text-decoration: line-through;">dan tidak sombong</span></em>. Kata yang dicoret ini tidak perlu ada dalam postingan karena tidak ada manfaatnya dan mengganggu kenyamanan pembaca.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Kata-kata format SMS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jenis kata ini biasanya berupa singkatan dan kata-kata gaul. Contohnya: keknya, P4k, dgn, sy, dan sebagainya. Kata-kata ini tidak perlu ditampilkan dan seharusnya diubah ke aslinya karena kapasitas postingan yang tidak terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga contoh di atas hanyalah sebagian kecil kata-kata yang tidak perlu ada dalam postingan. Masih banyak kata-kata yang lain. Jika Anda mengetahuinya, silakan menginformasikannya di bagian komentar.</p>
<h3  class="related_post_title">Postingan Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.blogodolar.com/apakah-anda-melakukan-10-kekeliruan-berikut-saat-menulis-postingan/" title="Apakah Anda Melakukan 10 Kekeliruan Berikut Saat Menulis Postingan?">Apakah Anda Melakukan 10 Kekeliruan Berikut Saat Menulis Postingan?</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/hindari-link-internal-yang-tidak-perlu-pada-postingan-anda/" title="Hindari Link Internal yang Tidak Perlu Pada Postingan Anda">Hindari Link Internal yang Tidak Perlu Pada Postingan Anda</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/5-kata-yang-penulisannya-sering-keliru/" title="5 Kata yang Penulisannya Sering Keliru">5 Kata yang Penulisannya Sering Keliru</a></li><li><a href="http://www.blogodolar.com/hindari-kata-negatif-dalam-postingan-anda/" title="Hindari Kata Negatif dalam Postingan Anda">Hindari Kata Negatif dalam Postingan Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blogodolar.com/hilangkan-kata-kata-yang-tidak-perlu-pada-postingan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: basic
Database Caching 64/179 queries in 0.105 seconds using disk: basic
Object Caching 1385/1518 objects using disk: basic

Served from: www.blogodolar.com @ 2012-02-04 21:02:25 -->
