4 Model Niche Blog Yang Penting Anda Ketahui

Secara harfiah, niche blog adalah blog yang membahas satu topik (bukan beragam topik). Menurut John James Robinson (yang kondang disebut Xfactor) dalam ebooknya The Authority Site Adsense Guide, niche blog ini terbagi menjadi 4 model berdasarkan jangkauan topiknya.

Jika Anda ingin membuat niche blog yang akan dimonetisasi dengan Google Adsense atau afiliasi, keempat model ini penting Anda ketahui. Mengapa? Pertama, dengan mengetahui model niche blog yang akan dibuat, Anda bisa memperkirakan berapa anggaran yang harus dikeluarkan. Kedua, Anda bisa memperkirakan berapa waktu yang Anda perlukan untuk mengelola niche blog yang akan dibuat tersebut.

Terlepas dari itu, berikut adalah tabel keempat model niche blog beserta contoh topik-topiknya.

Whole-niche

Broad-niche

Themed-niche

Micro-niche

HomeHome improvementKitchen remodelingKitchen cabinets
Food and DrinkHealth beveragesTeaGreen tea
HealthHair lossHair loss productsRogaine
ExerciseFitness programsYogaTantric yoga
ElectronicsComputersLaptop computersDell laptop computers
BusinessHome based businessOnline businesseBay

Penjelasan singkat keempat model tersebut bisa Anda lihat di bawah ini.

1. Whole-niche

Model whole-niche adalah blog yang membahas seluruh jangkuan topik. Misal, Anda memilih topik rumah. Cakupan rumah yang Anda bahas menyeluruh, mulai dari rumah bagian luar sampai rumah bagian dalam. Karena itu, blog Anda bisa memiliki ribuan artikel.

Model ini menguras dompet Anda jika semua artikelnya dibuatkan orang lain. Jika pun Anda membuat sendiri artikelnya, waktu yang Anda butuhkan akan banyak sekali karena blog model ini biasanya di-update tiap hari (sehari bisa 5-10 artikel).

Model ini tidak cocok bagi Anda yang pemula di niche blog dan beranggaran sedikit. Selain itu, model ini juga susah bersaing dengan blog atau situs otoritas yang sudah ada.

2. Broad-niche

Broad-niche adalah blog yang cakupan topiknya luas, namun tidak menyeluruh. Jika Anda memilih topik rumah, model blog ini membahas mengenai bagaimana meningkatkan fungsi rumah (home improvement), misalnya dekorasi kamar tidur. Dengan kata lain, rumah yang sudah ada dipercantik lagi.

Sama seperti model nomor satu, broad-niche juga membutuhkan anggaran waktu dan biaya yang besar. Tidak cocok bagi Anda yang beranggaran mepet.

3. Themed-niche

Themed-niche adalah blog yang pembahasan topiknya sudah mengarah ke satu bidang. Misal, topik Anda adalah rumah, maka pembahasan Anda hanya menyangkut dapur saja. Ini bisa berupa desain-desain dapur sampai bagaimana meningkatkan dan memperindah fungsi dapur.

Model ini dikenal juga sebagai “mini-authority site”. Sepanjang yang saya tahu, jumlah artikelnya berkisar 50-100. Namun, ada juga yang jumlah artikelnya ratusan.

Dari sisi anggaran blog model ini tidak “menguras” isi dompet Anda. Dari sisi waktu pengelolaan, model ini tidak membutuhkan banyak update. Bila sudah masuk Top 10 Google, pemiliknya biasanya tidak menyentuhnya lagi. Ini lazimnya di sebut set and forget.

4. Micro-niche

Micro-niche adalah blog yang cakupan topiknya sangat sempit. Misalnya, bila Anda memilih topik rumah, cakupan model ini hanya membahas kabinet-kabinet dapur saja.

Model niche blog ini umumnya berisi 5-50 artikel. Bahkan, ada juga yang mengisinya dengan satu artikel saja. Karena kata kunci yang dibidik umumnya long tail keywords sehingga model ini relatif mudah mengalahkan blog-blog otoritas di hasil penelusuran mesin pencari. Selain itu, dari sisi anggaran dan waktu, model ini cocok bagi Anda yang baru terjun dan beranggaran terbatas.

Pengalaman Saya

Dari proyek 100 niche blog yang sedang saya kerjakan, saya memulainya dengan model micro-niche. Artikel yang saya buat untuk permulaan adalah 10 buah. Jika sebuah micro-niche blog sudah masuk halaman 2 Google.com, saya menambahkan 10-20 artikel. Setelah masuk halaman 1 Google.com, blog tersebut saya diamkan dan beralih membangun micro-niche blog yang lain.

Semoga keempat model di atas membantu Anda yang tertarik “bermain” di niche blog.

Suka dengan tulisan seperti ini?

  • Silakan berlangganan Blogodolar Tips & News sehingga Anda bisa mendapatkannya langsung via email Anda. Caranya mudah dan 100 % gratis yaitu dengan mengetikkan dan mengirimkan alamat email Anda di bawah ini. Jangan lupa aktivasi berlangganan dengan mengklik link yang dikirim ke email Anda. Klik di sini untuk melihat cara aktivasi tersebut.

 

Comments

  1. wah,, mantap mas. saya dapet ilmu baru dari anda. Saya tertarik memperdalam micro niche,, karena saya masih membuat blog masih tergolong Broad-niche,,

  2. Gus Adit says:

    Artikel sangat bermanfaat kang. Sangat bagus bagi yang baru belajar niche blog. Saya saat ini hanya bermain di micro-niche saja dulu kang. Mungkin 10-15 blog saja dulu. Kalau sudah menghasilkan beberapa ratus dolar dari micro-niche, saya kan beralih ke mini authority site, selanjutnya ke broad-niche untuk pendapatan jangka pajang.

  3. makasih infonya kang… sampai saat ini belum kepikiran buat niche blog :D

  4. Kevin says:

    adda yang mau saya tanyakan kang. apa micro-niche itu hanya tercakup di tabel di atas atau itu hanya contoh (sebagian) saja?

  5. Kevin says:

    Kang Yudiono, saya bikin blog baru dan saya terinspirasi dari warna blogodolar ini. Jadi saya modifikasi template Simple bawaan blogger dengan warna yang sama dengan blogodolar. Tolong beritahu tahu saya kalau Kang Yudiono keberatan dan saya akan segera mengganti warnanya. Terima kasih.

    Blog saya terlampir kang.

  6. emha says:

    Nice info kang… saya mo coba ah bikin niche blog. O iya kang, itu proyek 100 niche blog pake domain berbayar semua ato gratisan?
    Abis baca artikel ini sy coba liat bukunya John James Robinson itu. Klo bisa yg “Introduction : The Case For Authority Sites” juga bagus tuh kang klo dibahas di blog ini….. (he..he.. minta nih bukan nyuruh). Biar diskusinya tambah rame lagi.

    Terimakasih.

    • Saya pakai domain berbayar semua mas.
      Silakan lihat di postingan Rancangan Anggaran Biaya 100 niche blogs.
      Menurut saya, domain berbayar lebih baik daripada domain gratisan.
      Salah satu contohnya, blog dengan domain berbayar dihargai MAHAL di Flippa.

  7. bloggerpas says:

    mas klo boleh tau update artikelnya perberapa hari ?
    ane mau pertamaax neh, klo ngak ane keduaax juga boleh.
    klo update kabarin ane ya,
    hehe

  8. Aquidea says:

    Sepertinya blog saya seperti yang no 3 deh :D …. itu aja kadang ngga sempat update.

  9. Yaqin says:

    Micro-niche emang yg paling jo$$, tinggal pintar2 aja riset keywordnya bukan begitu kang :D

    • Pancallok, selain benar memilih keywords, terkadang ada juga faktor keberuntungan.
      Misalnya, saya mengalami kebanjiran pengunjung dari mesin pencari Ask.com. Jumlah pengunjung (dengan kata kunci yang bukan utama) dari ask.com 3 kali lipat lebih banyak daripada Google.

  10. ikut menyimak diam-diam kalo ada kesempatan dipraktekin tipsnya

  11. menyimak kang, bolehkah ngintip kah yang kaya apa yang akang sedang buat micro nice blog nya? by email boleh, by comment boleh akang… :)
    sedang ingin buat micro miche blog karena average are pi em nya less then 1 dollar… :D

  12. Adit says:

    Nice phost

  13. andank says:

    wah saya barru tahu kalo kang yudiono sudah ngeblog kembali setelah vacum beberapa bulan.

  14. Saya juga mau buat micro niche kang. Mudahan aja bisa mengikuti jejak kang Yudiono jadi fulltime Blogger setelah berhasil. Aamiin :)

  15. Yogi H says:

    nahh ini dia yang dimaksud, mantepp ini satu proses yang akan saya mulai mas, semoga saja lancar, apa yang mas lakukan,

    semoga berhasil mas.

  16. mobiles 10 says:

    nice share kang.
    ditunggu posting berikutnya.

  17. Jaka says:

    Hebattt!
    Saya langsung dapat inspirasi untuk membuat niche blog pertama saya… Walaupun pertama semoga bisa dapat hasil yg banyak..

  18. thanx

  19. Adit says:

    Postingan bagus kang . Saya terinspirasi dengan anda . Mampir jg ke blog saya

  20. makasih and bagus banget infonya. . saya masih bingung nih untuk blog campuran masuk yang mana yachh ?? Aplagi cakupanny luas. .

  21. Syaiful says:

    menurut saya kang, niche itu tidak bergantung kepada jumlah artikelnya.. tapi pada topik yang dibahas..terserah kita mau mengisinya berapa.

    ngomong-ngomong soal long tail keyword, tuh bukan dilihat dari panjang frasenya, tapi pada persaingan dan jumlah/popularitas dari keyword itu..

    • Syaiful: jumlah postingan yang saya sebutkan di atas adalah berdasarkan pengalaman dan referensi saya.

      Ada dua versi long tail keywords:
      1. Versi Spencer: LTK adalah keyword yang jumlah pencariannya di bawah 10,000.
      2. Versi Doshdosh.com: LTK adalah keyword yang mengandung frase dan biasanya panjang-panjang.

      Dari dua versi tersebut, saya lebih condong ke versi DoshDosh.

  22. Saya baru tau ya, ternyata ada istilah2 seperti ini dalam dunia blogging. Thanks ya…..
    Nice info……

  23. makasih infonya mas yudi bagi pemula kaya saya, niche saya gado-gado..he

  24. makasih kang infonya…

  25. Rina As says:

    Terima kasih Kang atas penjelasannya
    Semoga proyek untuk 100 niche blog yang anda kerjakan berjalan dengan baik dan sukses menghasilkan income..

  26. okey thanks bnget ya…… saya bisa lebih bnyak belajar dari pengalaman anda

  27. dedy says:

    akhirnya aku dapat ilmu lagi disini…terima kasih…

  28. dedy says:

    terima kasih ya mas mas semua…
    bermanfa’at bgt artikelnya buat aku…
    aku jd bertambah ilmunya

  29. banyu says:

    informasi yang sangat membuaka wawasan saya. saya penasaran dengan niche blog, bahkan dari arti kata nya saja saya tidak tahu. tidak lagi setelah membaca artikel anda. terima kasih. saya pengen kontak langsung dengan anda jika boleh.

  30. 让人 Valuable information ..I am delighted to read this article..thank you for giving us this useful information. Great walk-through. I value this post.

  31. RyanDwi says:

    Terimkasih mas,,setelah beberapa hari mencari mengenai apa itu micro niche,,,akhirnya mengerti juga.

    #Cendol satu menluncur mas :D

  32. Wah trnyata banyak ya jenis niche blog… trima kasih infonya.. lbh enak micro niche… jg gk pusing2 :)

  33. kutulis says:

    terima kasih pencerahannya yah om.. newbie ingin belajar nih..

Trackbacks

  1. [...] Berbayar untuk Niche Blog: 5 Hal Penting Yang Harus Anda PerhatikanKatakanlah Anda sudah memilih model niche blog dan menemukan kata kunci yang hendak dibidik. Langkah selanjutnya adalah memilih domain untuk niche [...]

  2. [...] yang sangat luas hingga berukuran kecil. Kang Yudiono melalui blognya Blogodolar sudah menjelaskan 4 model niche site, saya sarankan lihat terlebih dahulu artikel tersebut sebelum anda membaca artikel ini.Seperti [...]

  3. [...] perawatan rambut. Saya kenal dengan yang namanya niche blog setelah membaca artikel yang berjudul 4 Model Niche Blog dari Kang Yudiono, berawal dari sana saya menjadi sangat tertartik belajar dan mencoba berkarya [...]

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge